Pilihan Kuliner Lokal seperti Film Aruna dan Lidahnya

Kenikmatan kuliner lokal dari 4 kota yang menjadi lokasi shooting film Aruna dan Lidahnya berikut dijamin akan memuaskan Anda.

Foto: Davy Linggar exclusive for Harper's Bazaar Indonesia


Kabar terkini datang dari industri perfilman Indonesia. Baru saja dirilis, film adaptasi novel bertajuk Aruna dan Lidahnya mendapat sambutan hangat para penonton. Bagi Anda yang sudah pernah membaca novelnya, kualitas film ini jelas tidak mengecewakan.

Jika biasanya sebuah novel yang difilmkan akan berujung kepada kekecewaan. Lantas tidak demikian dengan film yang dibintangi aktris cantik Dian Sastrowardoyo ini.


‘Sebelas dua belas’ dengan novelnya, menyaksikan film yang mengangkat kekayaan kuliner lokal ini pasti membuat Anda jadi lapar. Jadi ketika menonton, jangan lupa siapkan popcorn dan cemilan penunda lapar lainnya.

Digambarkan begitu apik bagi publik oleh tim rumah produksi Palais Films, film ini akan membuat Anda semakin mencintai kuliner negeri sendiri. Selain tentunya, cinta terhadap para aktor tampan dan artis cantik yang menjadi para pemeran utama.


Akui saja, hidangan lokal pasti menjadi salah satu hal yang paling dirindukan saat berpelesir keluar negeri. Terkadang rasanya bahkan lebih membuat rindu lebih daripada kekasih sendiri. Berada seminggu saja di negeri orang tanpa nasi, rasanya ibarat sup tanpa garam. Hambar!

Bukan hanya kepulan hangat dari sumber karbohidrat tersebut yang membuat rindu. Hangatnya kuah sayur asem yang disantap dengan gurihnya teri goreng dan sambal, hingga sebungkus nasi Padang rasanya susah terkalahkan.

Berterima kasihlah kepada kemajuan teknologi. Mengingat saat ini, sebelum pesawat tiba di Tanah Air pun, Anda sudah dapat melakukan panggilan telepon atau meninggalkan pesan singkat kepada pembantu di rumah untuk menyiapkan menu tersebut.

Sehingga rasa rindu seusai berlibur keluar negeri pun akan segera terobati dengan hidangan lokal yang sudah tersaji di atas meja makan ketika Anda pulang.

Sebelum Anda lantas menjadi lapar dan memutuskan untuk tidak lanjut membaca karena ingin terburu-buru membeli makanan, tahan dulu. Karena Anda wajib tahu mengenai kemajuan dunia perfilman kita. Aruna dan Lidahnya memang terinspirasi dari kekayaan kuliner yang kita miliki. Suksesnya novel karya penulis wanita terkenal Laksmi Pamuntjak menjadi latar belakang keberadaan film ini.

Selain Dian Satrowardoyo sebagai pemeran utama, Oka Antara, Hannah Al Rashid dan Nicholas Saputra turut unjuk aksi di film ini. Kemahiran berakting para nama besar di industri perfilman lokal tersebut tidak perlu lagi disangsikan. Kelihaian adu akting mereka mendapat pujian tanpa henti dari para apresiator film. Tetapi kembali lagi, bintang utamanya hanya satu, yaitu kuliner lokal kita.


Diiringi dengan kisah drama dan intrik kehidupan, film ini dikemas begitu menarik. Petualangan para tokoh difilmkan di empat kota besar Indonesia, yakni Surabaya, Pamekasan, Pontianak dan Singkawang. Mendengar nama-nama kota tersebut, pasti sudah terbayang dengan kelezatan kuliner khas lokalnya.


Berikut suguhan Bazaar seputar kenikmatan khas lokal dari empat lokasi utama yang muncul di film Aruna dan Lidahnya.


Surabaya



Mengunjungi Kota Pahlawan ini, nafsu makan pun dijamin terpuaskan. Begitu banyak destinasi kuliner menjamur di kota ini. Anda pasti familiar dengan pedasnya sambal bawang yang menemani gurihnya daging ayam goreng hingga nasi cumi khas Pasar Atom.



Semuanya ada di Surabaya. Mendatangi kota ini, ada baiknya jangan membawa bawahan pakaian dengan material kaku seperti jeans. Karena sudah pasti perut terasa sesak akibat kekenyangan. Legging atau bawahan lainnya dengan bagian pinggang terbuat dari karet lainnya menjadi pakaian berlibur ideal.


Pamekasan


Muncul di film horor legendaris yang dibintangi bintang wanita beraut wajah mistis, Suzanna, menu sate memang identik dengan kota yang satu ini. Menjadi salah satu lokasi shooting film Aruna dan Lidahnya, kabupaten Pamekasan di Pulau Madura turut menampilkan keunggulan hidangan lokalnya.



Tetapi jangan sampai Anda memesan berlebihan sebanyak seratus tusuk seperti di film horor. Selain sate, jangan lewatkan kelezatan Topak Urapan dan Nasi Bebek khas kota ini.




Pontianak


Salah satu kota utama di pulau Kalimantan ini sukses membuat Hannah Al Rashid jatuh cinta. Berperan sebagai Nadezdha, Hannah wanita berdarah campuran Inggris ini mengaku ketagihan Bakmi Kepiting. Makanan khas Pontianak ini memang lezat tiada tara.


Jangan melewatkan kenikmatannya saat Anda menyambangi kota tempat Tugu Khatulistiwa berada ini. Sejumlah destinasi kuliner berkonsep kopitiam juga wajib Anda coba.




Singkawang


Tidak jauh berbeda dengan Pontianak, Singkawang menjadi kota selanjutnya di Kalimantan yang kaya akan kuliner. Mulai dari Bubur Pedas, Choi Pan, Bubur Gunting hingga siraman jahe atau susu kedelai hangat di atas kembang tahu menjadi andalannya. Para pemeran dan segenap kru film Aruna dan Lidahnya pun mengaku sangat menikmati masa shooting mereka di kota ini.





Bazaar dapat menebak pasti perut Anda sudah berbunyi daritadi tanda lapar menyerang. Bagi yang belum sempat menonton, saatnya menuju bioskop terdekat sekarang juga. Jangan lupa sempatkan waktu untuk membeli beberapa makanan ringan sebelumnya untuk dinikmati kala menonton. Maju terus perfilman Indonesia!


(Foto: Courtesy of Instagram @arunadanlidahnya, @surabayafoodies, @maduradelicious, @foodlalalaa, @nomdicted, @singkawangfood)