Jika beberapa musim terakhir menjadi milik barn jacket, musim gugur 2026 menghadirkan tren outerwear lain yang terinspirasi dari pakaian pria, yaitu blouson. Musim ini, berbagai versi terbaiknya memadukan siluet yang mengerut di bagian pinggang dengan bahan kanvas, katun twill, gabardin, dan material lain yang mengutamakan fungsi.
BACA JUGA: 9 Jaket Bomber yang Wajib Dibeli Sekarang & Dipakai Selamanya
Ditandai dengan bentuk membulat dan berkerut, blouson merupakan jaket yang relatif longgar dengan bagian pinggang menggunakan karet atau tali serut, sehingga kain di atasnya sedikit mengerut. Istilah ini berasal dari kata bahasa Prancis “blouse” dan telah digunakan sejak awal abad ke-20. Jaket penerbang yang diadopsi oleh militer pada beberapa dekade setelahnya turut memopulerkan siluet pendek dengan bagian pinggang yang pas.
Untuk musim gugur 2026, karakter utilitarian tersebut semakin terlihat. Di Chanel, Matthieu Blazy, yang mengangkat sejarah Coco Chanel dalam mengubah pakaian kelas pekerja menjadi busana mewah, menghadirkan jaket blouson di atas runway bersama setelan rok yang lebih identik dengan rumah mode tersebut. Variasi siluet jaket serupa juga terlihat di Stella McCartney, dengan pengaruh busana olahraga era 1980-an dalam koleksinya, serta Dries Van Noten, yang memadukan jaket bergaya collegiate dan utilitarian dalam koleksi yang terinspirasi dari suasana kembali ke sekolah. Formula workwear yang berpadu dengan blouson juga mulai terlihat di luar runway. Prada saat ini menawarkan blouson dengan efek vintage, sementara Miu Miu menghadirkan versi berbahan gabardin yang telah dicuci dan melalui proses pewarnaan pada pakaian.
Perubahan ini sebenarnya telah mulai terlihat sejak musim lalu. Dalam peragaan Spring 2026 Saint Laurent, Zoë Kravitz, Hailey Bieber, dan Charli XCX hadir dengan berbagai versi windbreaker oversized bertali serut khas rumah mode tersebut. Ketiganya memang tidak sepenuhnya mengenakan blouson, tetapi menampilkan ciri khas yang serupa: longgar di bagian atas dan mengerut di bagian bawah.
Kepraktisannya menjadi alasan blouson yang tersedia saat ini ideal sebagai transitional jacket. Cukup ringan untuk menggantikan mantel pada awal musim gugur, tetapi cukup longgar untuk dikenakan berlapis di atas sweater ketika suhu mulai turun, jaket ini menempati posisi di antara barn jacket, bomber, dan anorak.
Berikut pilihan jaket blouson favorit kami untuk dikenakan sepanjang musim.
Dari kiri: Seersucker Blouson Jacket, FRAME; Cotton Twill Blouson Jacket, Vince; Caddie Blouson Jacket, Aritzia; Cotton Canvas Bomber Jacket, Polo Ralph Lauren; Heavy Poplin Blouson Jacket, Miu Miu; Bomber Jacket In Corduroy, J.Crew.
Dari kiri: Cropped Shell Jacket, Tibi; Kyoto Windbreaker, Leset; Cropped Zip Jacket, Alex Mill; Relaxed Bomber Jacket, Madewell; Embroidered Gabardine Blouson Jacket, Prada; Nylon Mock-Neck Jacket, Cos.
Dari kiri: Stand-Up Collar Bomber Jacket, Zara; Eliza Canvas Bomber Jacket, Rag & Bone; Intrecciato Blouson Jacket, Bottega Veneta; Cotton Blouson Jacket, Bode; Amélie Pleated Jacket, A.L.C.; Kelly Blouson Jacket, The Frankie Shop.
BACA JUGA:
Merayakan Keindahan Tubuh dengan Koleksi Lanvin Spring/Summer 2027 Menswear
Kombinasi Warna Tak Terduga ala Dakota Johnson dengan Jaket Suede Celine dan Slip Vintage-nya
(Penulis: Irina Grechko; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
