Koleksi pria Lanvin untuk musim Spring/Summer 2027 hadir dengan judul yang puitis sekaligus berani, yakni Exquisite Bodies. Di bawah arahan Artistic Director, Peter Copping, koleksi ini bukan sekadar item fashion melainkan sebuah manifesto tentang bagaimana seorang pria dapat mengekspresikan jati dirinya lewat pakaian.
BACA JUGA: Lanvin Merayakan Era Baru Lewat Presentasi Koleksi Autumn/Winter 2025
Untuk musim ini, Peter mendapatkan inspirasi dari sejarah Lanvin di mana Jeanne Lanvin sendiri akrab dengan para tokoh Surealisme dan bahkan pernah ia dandani sendiri. Dari titik itu, ia membangun koleksi yang terasa romantis tetapi youthful dengan proporsi longgar dan kain yang mengalir menciptakan ilusi gerak namun tentunya tetap berkelas serta elegan.
Untuk mengikat seluruh koleksi ini, Peter kemudian mewujudkan dialog antara struktur dan fluiditas. Tailoring Lanvin yang selama ini identik dengan presisi kini hadir dalam gaya yang lebih ringan lewat potongan yang lebih longgar. Jaket double-breasted tidak lagi terasa seperti "baju besi" namun sekarang ia jatuh dengan lembut yang dibuat dari material wol ringan, katun bertekstur yang bergerak mengikuti tubuh, dan sutra yang melewati proses washing. Dari detail crinkled dan finishing dari tiap pakaian membuat seakan-akan memiliki nuansa yang familiar.
Utilitas juga menjadi bagian penting musim ini. Parka, safari jacket, jumpsuit, hingga trench coat direkonstruksi ulang dalam fabrikasi refined yang membuat batas antara pakaian kerja dan pakaian mewah terasa semakin tipis, bahkan hampir tidak ada.
Kolaborasi Istimewa dengan John Smedley
Sebagai penghormatan atas 100 tahun Lanvin Menswear, rumah fashion ini menghadirkan kapsul koleksi hasil kolaborasi dengan John Smedley, brand rajut asal Inggris yang juga memiliki warisan panjang dalam dunia knitwear. Hasilnya, rajutan bergaris dengan detail khas Lanvin, kemeja berstruktur lembut dengan kerah bertekstur, dan sweater fine-gauge bermotif chevron yang dihidupkan kembali dari arsip rumah fashion ini.
Palet warna musim ini juga dimulai dari warna tenang seperti navy, hitam, khaki, dan beige, dan dilanjutkan oleh aksen warna yang segar seperti pink dan biru.
Koleksi aksesori musim ini juga menghadirkan perasaan yang familiar tetapi di saat yang bersama juga baru. Lanvin mengintrepretasi ulang sepatu dan barang kulit ikoniknya lewat loafer yang dipoles, sneaker ringan, serta versi baru dari tas LNV2 dan Pencil Cat yang telah menjadi favorit para penggemar brand ini.
Hôtel de Botterel-Quintin sebagai Panggung
Koleksi ini diperkenalkan dalam sebuah peluncuran intim di arrondissement ke-10 Paris: Hôtel de Botterel-Quintin. Mansion bersejarah ini dibangun pada tahun 1780 dan sekarang telah menjadi rumah baru Lanvin sekaligus panggung presentasi. Instalasi yang dirancang seperti moodboard ini mengajak para tamu untuk melihat proses kreatif di balik koleksi, mulai dari swatches kain, referensi visual, hingga pola kertas. Lookbook dari koleksi ini pun difoto di dalam rumah tersebut.
Lanvin Spring/Summer 2027 Menswear bukan sekadar koleksi yang ingin membuktikan sesuatu. Namun ia bergerak dengan rasa kebebasan dan keanggunan yang terbarukan. Koleksi ini menunjukkan bahwa pakaian terbaik adalah yang membuat pemakainya merasa paling bebas menjadi dirinya sendiri.
BACA JUGA:
Lanvin Hadir dengan Wajah Baru di Plaza Indonesia
Rumah Mode Lanvin Mengajak Kita Semua untuk Optimis dan Tak Melupakan Gaya Hidup Glamor
(Penulis: Elaine Mary; Edited by JM; Foto: Courtesy of Lanvin)
