Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

“Soft French Fringe” Jadi Transformasi Rambut Paling Flattering Musim Gugur, seperti Dakota Johnson dan Taylor Swift

Cara menjadikan gaya elegan ini sebagai ciri khas Anda.

“Soft French Fringe” Jadi Transformasi Rambut Paling Flattering Musim Gugur, seperti Dakota Johnson dan Taylor Swift
Foto: Courtesy BAZAAR UK

Poni Dakota Johnson selama ini menjadi inspirasi bagi para pencinta bangs, tetapi gaya tersebut tampil semakin memukau dalam video musik terbaru Taylor Swift, “Patient Zero”. Di dalamnya, Taylor menampilkan beauty look yang terinspirasi dari sang aktris.

BACA JUGA: Baby Bangs Adalah Tren Rambut Musim Gugur yang Paling Menuai Perdebatan

Dakota muncul secara tak terduga dalam babak terbaru era The Life of a Showgirl: Encore milik Taylor, dengan poni penuh yang menyentuh alis, dilengkapi tekstur “French hair” yang effortless serta sapuan lipstik merah pekat. Keduanya tampil berdampingan sepanjang video, sekaligus membuktikan bahwa gaya elegan ini cocok untuk berbagai warna rambut dan bentuk wajah.

Poni penuh dan bervolume telah menjadi gaya khas Dakota sejak pertama kali tampil di layar. Namun, selama satu dekade terakhir, ia beberapa kali bereksperimen dengan potongan pendek berlayer hingga poni yang lebih panjang. Belakangan, ia lebih sering memilih warna rambut yang lebih gelap serta poni pendek sebahu yang terasa effortless dan sesuai dengan tren musim gugur.

Jika Anda menginginkan gaya yang lebih timeless dan natural, poni curtain yang dikenakannya dalam “Patient Zero” jatuh tepat di garis alis, dengan sedikit gerakan dan bentuk yang membingkai wajah. Hasilnya, gaya ini terlihat lebih lembut dan tidak terlalu dramatis.

“Tren poni cenderung berubah mengikuti perkembangan zaman,” ujar penata rambut Eugene Smith dari John Frieda Salon. Ia menjelaskan bahwa gaya yang lembut, effortless, dan minim komitmen seperti curtain fringe dan wispy bangs semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjelaskan mengapa gaya poni penuh Dakota sekalipun dibuat dengan bentuk ringan yang dapat terbelah secara natural.

“Jika penata rambut Anda tidak langsung menyadarinya saat Anda duduk di kursi, pastikan untuk memberi tahu mereka tentang tekstur dan karakteristik rambut Anda,” saran Eugene. “Hal seperti cowlick, rambut tipis, atau gelombang yang kuat dapat memengaruhi bagaimana poni jatuh. Saya juga senang mendiskusikan gaya hidup, kebiasaan menata rambut, serta seberapa besar komitmen mereka terhadap gaya tersebut. Poni membutuhkan pemangkasan rutin, jadi saya memastikan klien siap dengan perawatannya.”

Jika rambut Anda tumbuh cepat, poni kemungkinan perlu dipangkas kembali setiap tiga hingga empat minggu. “Di antara kunjungan ke salon, Anda bisa merapikan bagian ujungnya menggunakan round brush dan pengering rambut. Arahkan poni dengan sedikit lebih banyak lengkungan ke dalam dari biasanya untuk mengimbangi pertumbuhan rambut,” jelasnya.

Jika menginginkan gaya yang lebih minim perawatan, pilih poni yang lebih panjang dengan bentuk A-line, seperti yang dikenakan Daisy Edgar-Jones dalam sejumlah penampilan publik terbarunya untuk Sense and Sensibility. Gaya lembut ini tetap menghadirkan wispy finish, tetapi dengan efek yang lebih subtle dan proses pemanjangan yang lebih natural.

BACA JUGA: 

Zendaya Buktikan bahwa Cat-Eye Liner dan Baby Bangs Masih Sangat Relevan

Wajib Tahu! Ini Gaya Rambut Paling Tren Dari Masa ke Masa

(Penulis: Katie Withington; Artikel ini disadur dari: BAZAAR UK; Alih bahasa: Kirana Anindya; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)