Bagaimana jika pergantian musim bisa dikenakan di pergelangan tangan? Atau, lebih tepatnya, bagaimana jika satu tahun bisa dirangkum dalam empat jam tangan? Bukan hanya lewat warna, tetapi melalui batu alam, safir, dan permainan gem-setting yang membuat setiap musimnya memiliki wajahnya sendiri.
BACA JUGA: Kualitas Presisi Rolex yang Mengantar Menuju Keunggulan
Lewat Perpetual Planet Initiative, Rolex memperkenalkan empat Cosmograph Daytona unik yang terinspirasi dari Spring, Summer, Autumn, dan Winter. Keempatnya memperlihatkan sisi lain dari sebuah jam tangan, bukan sekadar alat untuk membaca waktu, tetapi juga kanvas untuk menerjemahkan bagaimana alam berubah sepanjang tahun.
Musim semi hadir dengan nuansa hijau segar lewat dial chrysoprase dan sub-dial lepidolite, dilengkapi safir ungu pada penanda jam dan bezel. Lalu musim panas datang lebih terang dengan dial turquoise, sub-dial ruby, serta safir pink yang membingkai Everose gold 18 karat.
Ketika autumn tiba, paletnya ikut menghangat. Yellow gold 18 karat dipasangkan dengan dial mookaite, sub-dial chrysoprase, dan green tourmaline. Sementara musim dingin memilih suasana yang lebih dingin lewat platina 950, blue opal dial, lapislazuli, serta bezel dengan gradasi safir biru hingga fuchsia, dilengkapi berlian yang menambah kilau pada keseluruhan tampilannya. Dingin, tetapi tetap tidak mau kehilangan kilau.
Empat musim, empat jam tangan. Dan masing-masing hadir sebagai satu-satunya dari jenisnya.
Namun, kali ini ada cerita lain di balik kemewahan tersebut. Keempat Daytona akan dilelang dalam empat lot bersama Phillips di London pada 28 September 2026 mendatang, dengan hasil penjualan ditujukan kepada dua organisasi yang bergerak untuk masa depan manusia dan planet.
Ada The Federer Foundation, yang didirikan Roger Federer untuk mendukung pendidikan awal anak-anak di Afrika bagian selatan dan Swiss, serta Re:Wild, sebuah organisasi yang turut didirikan Leonardo DiCaprio untuk melindungi dan memulihkan ekosistem liar di berbagai penjuru dunia.
Pada akhirnya, mungkin memang tidak ada benda yang lebih tepat untuk membawa pesan ini selain sebuah jam tangan. Waktu terus bergerak, musim terus berganti, dan alam selalu punya siklusnya sendiri. Lewat empat Daytona ini, Rolex mencoba memastikan bahwa ketika musim berikutnya tiba, dunia masih punya alasan untuk merayakannya.
BACA JUGA:
Rolex Rayakan Satu Abad Oyster di Watches and Wonders 2026
Kolaborasi Rolex dan Daytona, Ikon Balap para Legenda
