Seratus tahun lalu, Rolex memperkenalkan Oyster. Jam tangan pertama yang tahan air. Inovasi yang berakar dari visi Hans Wilsdorf ini tidak hanya mengubah fungsi jam tangan, tetapi juga cara orang memakainya. Sejak itu, fondasi tentang ketahanan dan presisi perlahan dibangun dan terus disempurnakan.
BACA JUGA: Patek Philippe Hadirkan Pesona Sporty di Watches & Wonders 2025 dengan Cubitus
Dalam perjalanannya, Rolex tidak banyak mengubah arah. Yang dilakukan justru memperkuat apa yang sudah ada. Bentuknya tetap dikenal, namun detailnya terus berkembang. Material, warna, hingga konstruksi disempurnakan secara bertahap, tanpa menghilangkan karakter dasarnya.
Hans Wilsdorf, Founder dari Rolex & Iklan Rolex 'Oyster', 1927
Di Watches & Wonders 2026, momen tersebut kembali dihadirkan. Bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai refleksi yang terasa lebih tenang dan terukur. Rolex tidak mencoba mengejutkan, tetapi lebih memilih untuk "menekankan".
Oyster Perpetual 41
Dalam balutan Rolesor yang memadukan Oystersteel dan yellow gold, Oyster Perpetual 41 membawa penanda khusus pada dial dan crown sebagai refleksi satu abad Oyster. Penampilannya tetap sederhana, namun menyimpan lapisan cerita yang lebih dalam.
Oyster Perpetual 36
Eksplorasi yang lebih ekspresif hadir pada Oyster Perpetual 36. Dial lacquer berwarna dengan motif Jubilee membentuk komposisi huruf Rolex yang terasa ringan, tetapi dibangun melalui proses yang sangat akurat. Setiap warna diaplikasikan satu per satu, menciptakan permukaan yang hidup tanpa kehilangan ketepatannya.
Oyster Perpetual 28 dan 34
Pada Oyster Perpetual 28 dan 34, pendekatannya terasa lebih halus. Keduanya hadir dalam emas dengan dial berwarna batu yang lembut. Penggunaan natural stone sebagai penanda jam menghadirkan nuansa yang hampir seperti perhiasan, namun tetap berada dalam garis desain yang bersih.
Datejust 41
Jam ini melanjutkan narasi ini melalui dial ombré hijau. Warna yang telah lama menjadi bagian dari identitas Rolex kini ditampilkan dengan kedalaman yang lebih kaya. Dipadukan dengan fluted bezel dan white gold, tampilannya terasa akrab, namun tidak sepenuhnya sama.
Yacht Master II
Sisi yang lebih teknis terlihat pada Yacht Master II. Model ini kembali dengan sistem countdown yang diperbarui sehingga terasa lebih intuitif. Perubahan arah gerak jarum menghadirkan cara membaca waktu yang berbeda, sekaligus memperkuat karakter fungsionalnya.
Day Date 40 Jubilee Gold
Day Date 40 memperkenalkan Jubilee Gold, material baru dengan rona yang lebih lembut. Dipadukan dengan dial aventurine hijau, jam ini memancarkan kilau yang tidak berlebihan namun tetap memiliki kehadiran yang kuat.
Cosmograph Daytona
Jam ini, tampil dalam kombinasi Rolesium yang mempertemukan Oystersteel dan platinum. Dial enamel putih berpadu dengan bezel Cerachrom menciptakan kontras yang bersih, dengan detail yang mengacu pada desain awalnya dalam bahasa yang lebih kontemporer.
Seluruh koleksi ini berada dalam kerangka standar baru Superlative Chronometer. Tahun ini, Rolex menambahkan kriteria seperti ketahanan terhadap magnetisme, reliabilitas, dan keberlanjutan. Sebuah pengembangan yang tidak selalu terlihat, namun menentukan cara jam ini bekerja dalam jangka panjang.
BACA JUGA:
Dua Jam Tangan Bvlgari Yang Mencuri Perhatian di Watches & Wonders 2025
Koleksi Terbaru Chanel di Watches and Wonders 2026
(Penulis: Devon Satrio)
