Hermès kembali memperluas caranya dalam menerjemahkan dunia di sekitarnya ke berbagai bentuk objek. Dalam koleksi Objets Automne Hiver 2026, dunia equestrian yang telah menjadi bagian dari identitas Hermès bertemu dengan gagasan tentang perjalanan, alam, kecantikan, hingga kehidupan sehari-hari. Hasilnya hadir dalam bentuk yang beragam. Mulai dari tas, syal sutra, perhiasan, dan parfum, hingga perangkat kecantikan, home decoration, dan aksesori kecil yang dirancang untuk menemani aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA: Cara Hermès Menelusuri Kembali Dunia Equestrian di Seoul
Yang menarik, koleksi ini tidak terasa seperti kumpulan objek yang berdiri sendiri. Ada benang merah berupa keahlian Hermès dalam mengolah material dan mengubah fungsi menjadi sesuatu yang memiliki karakter. Material kulit, sutra, logam, hingga kayu hadir dengan pendekatan yang berbeda, sementara referensi terhadap dunia berkuda muncul dalam berbagai bentuk, terkadang secara langsung melalui detail saddle dan harness, terkadang lebih halus melalui konstruksi, material, maupun bentuk.
Berikut 9 pilihan editor Harper’s Bazaar Indonesia dari koleksi Hermès Objets Automne Hiver 2026:
1. Ria Lirungan, Editor-in-Chief
Pirouette d’Hermès Table Lamp in Bullcalf Leather
Bagi Ria Lirungan, Pirouette d’Hermès Table Lamp memiliki daya tarik yang terletak pada kemampuannya mempertemukan fungsi dengan imajinasi. Terinspirasi dari lentera kereta kuda, lampu ini membawa nuansa dunia equestrian ke dalam bentuk yang lebih playful. Satu sisi berfungsi sebagai lampu tidur, sementara sisi lainnya menjadi lampu baca dengan bantuan lensa fresnel yang memusatkan cahaya. Di balik kaca, ilustrasi kuda karya Jochen Gerner yang dicetak secara silkscreen seolah hidup ketika lampu dinyalakan.
2. Michael Pondaag, Fashion Director
Cape Cod Watch, Case in Yellow Gold, Strap in Swift Calfskin
Klasik dengan karakter yang tetap kuat, Cape Cod menjadi pilihan Michael. Dirancang oleh Henri d’Origny dengan bentuk khas “persegi dalam persegi panjang”, versi mini ini memadukan case emas kuning dengan dial rouge H ber-finishing sunburst. Sentuhan terakhir hadir melalui strap swift calfskin berwarna rouge H dan buckle emas kuning. Proporsi yang ringkas justru memberikan ruang bagi permainan material dan warna untuk tampil lebih menonjol.
3. Erica Arifianda, Managing Editor
Hermès Plein Air Perfecting Primer & Hermès Le Perfecteur
Pilihan Erica memperlihatkan bagaimana Hermès membawa perhatian yang sama terhadap objek ke dalam ritual kecantikan. Hermès Plein Air Perfecting Primer hadir sebagai pasangan dari Foundation Plein Air, sementara Le Perfecteur menerjemahkan kebutuhan akan aplikasi yang presisi ke dalam sebuah kuas dengan kepala yang padat dan lembut yang terinspirasi dari kuku kuda. Bentuknya yang miring membantu membaurkan tekstur secara merata, dilengkapi palet logam berwarna emas untuk mencampur atau mengambil produk.
4. Gusti Aditya, Managing Editor
Bag in Togo Calfskin and Swift Calfskin
Bagi Adit, daya tarik sebuah tas tidak hanya berada pada siluetnya, tetapi juga pada bagaimana detail konstruksinya bekerja. Tas ini memiliki bentuk yang harmonis dengan bukaan ritsleting sepanjang bagian atas, sementara pegangannya mengambil inspirasi dari stirrup strap. Dua garis jahitan sekaligus menjadi elemen dekoratif dan penunjuk bagi pegangan, yang dapat disesuaikan melalui buckle di bagian tengah. Dengan volume yang cukup besar, bagian dalamnya dilapisi kanvas H dan dilengkapi gusset lebar yang menjaga struktur tas, baik saat digunakan dalam keadaan terbuka maupun tertutup.
5. Sabrina Sulaiman, Asst. Managing Editor
Table Tennis Bats in Birch and Swift Calfskin
Pilihan Sabrina hadir dari objek yang tidak biasa, yaitu raket tenis meja. Dibuat dari birch dan swift calfskin, sepasang raket ini dihiasi desain Théorème d’Équithagore karya desainer grafis Prancis Fanette Mellier, berupa kepala kuda geometris dengan permainan warna yang khas. Pilihan tersebut terasa menarik justru karena Hermès tidak berhenti pada aksesori yang dikenakan, tetapi membawa savoir-faire maison ke dalam benda yang dirancang untuk dimainkan.
6. Janice Mae, Beauty Editor
Un Jardin Sous La Mer Eau de Parfum
Un Jardin Sous La Mer membawa imajinasi ke tempat yang jauh dari lanskap taman pada umumnya. Diciptakan oleh perfumer Hermès, Christine Nagel, wewangian ini mempertemukan aroma mineral dengan bunga tiare dan kacang tamanu, terinspirasi dari bayangan sebuah taman bawah laut tempat koral tumbuh dan warna biru mendominasi lanskap. Botol lantern khas lini Parfums-Jardins meneruskan gagasan tersebut melalui gradasi biru yang bergerak dari kedalaman laut menuju kejernihan horizon, mengingatkan pada perairan Taha’a dekat Tahiti. Karakter visual dan aromatiknya membuat pilihan Janice terasa seperti sebuah lanskap yang dapat dikenakan.
7. Geofanny Tambunan, Fashion Editor
Derby in Toscan Calfskin
Geofanny memiliki keterikatan dengan Derby in Toscan calfskin, salah satu siluet sepatu yang hadir dalam koleksi Autumn-Winter 2026. Material toscan calfskin memberikan karakter tersendiri pada bentuk derby yang klasik, sementara keberadaannya di antara pilihan alas kaki Hermès musim ini memperlihatkan pendekatan maison terhadap elemen-elemen yang familiar. Dari derby dan loafers hingga boots dan sneakers, koleksi sepatu musim ini tetap bergerak di antara bentuk klasik dan material yang menonjolkan kualitas kulit.
8. Erlissa Florencia, Lifestyle Editor
Animaux Blocks Money Box in Printed Maple
Ada sisi playful dalam pilihan Erlissa melalui Animaux Blocks Money Box. Dirancang oleh desainer Tiongkok, Tong Ren, objek ini merupakan bagian dari keluarga Animaux Blocks yang menampilkan dunia binatang dalam bentuk grafis dan penuh warna. Versi terbarunya dibuat dari printed maple dan menampilkan dua babi, seekor ayam jantan, katak, serta singa. Lebih dari sekadar tempat menyimpan uang, bentuknya menunjukkan bagaimana sebuah benda sehari-hari dapat sekaligus menjadi elemen dekoratif yang membawa karakter ke dalam ruang.
9. Adzki Asakiinah, Artistik
Avalon H Labyrinthe Hand-Embroidered Jacquard Cushion in Cashmere
Avalon H Labyrinthe, sebuah cushion berbahan cashmere yang hadir melalui teknik jacquard dan bordir tangan. Objek pilihan Adzki ini menjadi bagian dari lini home Hermès yang memperlihatkan bagaimana material tekstil dapat membawa karakter yang berbeda ke dalam ruang. Pilihan tersebut terasa sejalan dengan pendekatan Hermès terhadap savoir-faire: tekstur, teknik, dan material menjadi bagian penting dari daya tarik sebuah objek, bahkan ketika bentuknya begitu dekat dengan keseharian.
BACA JUGA:
Hermès Membuka Cara Baru Melihat Waktu di Watches and Wonders 2026
Hermès Mengeksplorasi Waktu Lewat Slim d’Hermès Squelette Lune
(Foto: Courtesy of Hermès)
