Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Intip Penampilan Bernuansa Noir Miley Cyrus di Hollywood Bowl

Stylist lama sang bintang pop, Bradley Kenneth, menuturkan proses kurasi busana panggungnya yang serba Saint Laurent.

Intip Penampilan Bernuansa Noir Miley Cyrus di Hollywood Bowl
Courtesy of Bazaar US

Melihat Miley Cyrus tampil di atas panggung kini menjadi pemandangan langka. Di awal kariernya, superstar pemenang Grammy ini berkeliling dunia dengan rambut palsunya yang berwarna pirang, tapi perlahan ia menjauh dari tur konser konvensional. Beberapa tahun terakhir, ia lebih memilih suasana yang intim, seperti penampilan Spotify Billions Club di restoran Maxim’s, Paris, pada Juni lalu, atau pertunjukan pop-up kejutan di Bemelmans Bar dan 3 Dollar Bill, New York City. Bahkan, setelah merilis album studio kesembilannya, Something Beautiful, Miley sempat mengatakan bahwa ia “tidak punya keinginan” untuk menggelar tur besar sebagai headliner lagi karena tantangan yang ditimbulkannya bagi kesehatan mental dan perjalanan sobriety-nya. “Secara fisik aku mampu, dan kesempatan untuk tur pun ada,” katanya kepada Good Morning America. “Andai saja aku punya keinginan itu, tapi nyatanya tidak ada.”

BACA JUGA: Momen-Momen Termanis Dolly Parton dan Miley Cyrus Sepanjang Masa

Maka, tak heran ketika Miley mengumumkan akan naik panggung di amfiteater Hollywood Bowl, Los Angeles, selama dua malam saja, ia mengerahkan segalanya demi mewujudkan pertunjukan itu, lengkap dengan segudang tampilan memukau dari Saint Laurent by Anthony Vaccarello.

Untuk kedua pertunjukan yang terjual habis itu, Miley menggandeng stylist yang sudah lama bekerja sama dengannya, Bradley Kenneth, guna menghadirkan tampilan sleek bernuansa rock ’n’ roll yang merangkum era Bass Persuades barunya dengan sempurna. Tampilan tersebut terdiri dari busana seperti topi newsboy kulit hitam dan mantel bulu panjang hingga lantai. Di momen lain, ia mengenakan cape romper sifon dan sepatu kulit setinggi lutut.

“Saint Laurent punya kepercayaan diri yang mengalir begitu saja, dan itu sangat selaras dengan Miley,” kata Bradley dalam wawancara eksklusif dengan Harper’s Bazaar. “Era ini benar-benar tentang menyederhanakan busana dan mengutamakan musik. Miley sedang berada di fase hidup yang sangat indah. Ia bahagia, mantap dengan dirinya sendiri, dan percaya diri, dan ia ingin busananya mencerminkan hal itu tanpa menenggelamkannya.”

Dalam perbincangan berikut, Bradley bercerita tentang proses mengurasi rangkaian busana serba hitam nan chic yang dikenakan Miley di Hollywood Bowl. Ia juga mengungkap kisah cinta Miley dengan Saint Laurent, evolusinya yang tak pernah berhenti, serta posisi gaya busananya saat ini.

Courtesy of Bazaar US

Bradley sudah lama menata penampilan Miley dengan busana Saint Laurent by Anthony Vaccarello. Mengapa rancangan Anthony begitu selaras dengan kalian berdua? Apa yang membuat Miley tertarik pada rumah mode ini?

“Kebrilianan Anthony ada pada caranya membuat sesuatu yang minimalis terasa sangat berkelas. Aku selalu menyukai kemampuannya mengolah tekstur dan siluet tanpa pernah terasa terlalu mendominasi, tapi tetap keren dan chic.

Saint Laurent punya kepercayaan diri yang mengalir begitu saja, dan itu sangat selaras dengan Miley. Busananya terasa tak lekang oleh waktu sekaligus modern, tanpa kehilangan sikap rock ’n’ roll yang seksi, yang sejak dulu menjadi bagian dari DNA Miley. Terutama di era ini, ketika kami memang sengaja menyederhanakan banyak hal, rancangannya terasa begitu pas. Desainnya punya sudut pandang yang kuat tanpa pernah mengalihkan sorotan dari perempuan yang memakainya.”

Bagaimana rasanya melewati momen istimewa ini tepat ketika Anthony mengumumkan kepergiannya dari Saint Laurent? Sedikit banyak, apakah ini terasa seperti swan song?

“Anthony telah membangun warisan yang luar biasa di Saint Laurent, dan aku bersama Miley sudah melewati begitu banyak momen istimewa dengan busana rancangannya selama ini. Aku selalu mengagumi kemampuannya membuat sesuatu terasa berkelas, tanpa kehilangan keanggunan yang santai dan keren itu.

Sedikit banyak, ini memang terasa seperti momen full circle yang indah. Busana untuk Hollywood Bowl benar-benar mewakili fase kreatif Miley saat ini, dan rancangan Anthony menangkapnya dengan begitu sempurna. Rasanya istimewa bisa merayakan babak karya Anthony ini sekaligus merayakan babak baru dalam evolusi Miley. Aku tak sabar melihat apa yang akan ia hadirkan selanjutnya.”

Courtesy of Bazaar US

Bagaimana Bradley menggambarkan estetika gaya era Bass Persuades? Bagaimana hal itu memengaruhi busana yang dikurasi untuk pertunjukan di Hollywood Bowl?

“Era ini benar-benar tentang menyederhanakan busana dan mengutamakan musik. Miley sedang berada di fase hidup yang sangat indah. Ia bahagia, mantap dengan dirinya sendiri, dan percaya diri, dan ia ingin busananya mencerminkan hal itu tanpa menenggelamkannya. Idenya adalah menjaga semuanya tetap minimalis, chic, dan terkesan tanpa usaha, agar sosok Miley hari ini menjadi pusat perhatian.

Untuk Hollywood Bowl, kami ingin membawa filosofi yang sama ke atas panggung. Busana Saint Laurent ini bermain dengan tailoring yang tegas, elemen sheer, kulit, dan bulu, tapi semuanya dijaga tetap relatif sederhana. Ada kesan luwes pada rangkaian busananya, dan itu terasa sangat penting.

Busananya tetap harus meninggalkan kesan, apalagi di tempat yang begitu ikonis seperti Hollywood Bowl, tapi pada akhirnya kami ingin Miley yang bersinar. Intinya adalah menyusun rangkaian busana yang terasa berkelas dan elegan, tapi tetap terasa sangat Miley.”

Courtesy of Bazaar US

Apa yang membedakan gaya busana era Bass dari era Something Beautiful? Pada era itu, Bradley dan Miley banyak bersandar pada busana arsip, dan peragaan couture Thierry Mugler 1995 yang diketahui menjadi pengaruh penting. Adakah titik acuan yang menginspirasi era ini?

“Era Something Beautiful sangat fashion-forward. Kami benar-benar merangkul fantasi di dunia mode lewat potongan arsip yang luar biasa, couture, dan siluet yang dramatis. Koleksi couture Thierry Mugler 1995 menjadi pengaruh yang sangat besar, dan busana memegang peran penting dalam membentuk identitas visual proyek itu.

Satu hal yang selalu aku suka dari Miley yakni, di setiap era baru, ia cenderung melakukan kebalikan dari yang orang duga. Ia tak pernah mau mengulang dirinya sendiri, dan kurasa itulah yang membuat setiap babak terasa begitu berbeda.

Lewat Bass Persuades, kami nyaris berbalik arah sepenuhnya. Setelah era ketika busana menjadi bagian besar dari penceritaan, Miley ingin mundur selangkah dan membiarkan musik serta dirinya yang sekarang mengambil alih panggung.

Kami terinspirasi gaya yang chic dan terkesan tanpa usaha, serta sikap rock ’n’ roll klasik, ketika busana terasa seperti sudah sering dipakai dan natural. Ada sesuatu yang begitu keren dari kesederhanaan memakai jeans favorit dan tank top begitu saja, tanpa butuh apa-apa lagi. Itulah semangat yang ingin kami tangkap.

Ini tetap arah busana yang dipikirkan matang-matang, tapi ada rasa percaya diri tersendiri dalam mengetahui kapan harus menahan diri. Kadang, pernyataan yang paling kuat justru yang paling sederhana.”

Bradley sudah lama menjadi stylist Miley. Apa bagian terbaik dari bekerja sama dengannya?

“Setelah sekian lama bekerja bersama Miley, aku beruntung bisa melihat begitu banyak versi dirinya, lewat proses kreatif dan setiap era kariernya. Selalu ada hal baru, tapi ia juga punya kemampuan luar biasa untuk merujuk berbagai sisi dirinya di masa lalu dan menafsirkannya ulang dengan cara yang benar-benar segar.

Ia terus berevolusi, dan itu jelas membuatku harus selalu siaga! Tugasku selalu menyelaraskan diri dengan fase kreatif yang sedang ia jalani, lalu membantu mewujudkan visinya lewat busana.”

Courtesy of Bazaar US

Busana panggung ini, seperti foto promosi Miley untuk Bass Persuades, berpusat pada estetika serba hitam. Apa tujuan di balik palet akromatik ini?

“Menurutku, hitam punya sesuatu yang sangat chic dan tak lekang oleh waktu. Warna ini memungkinkan kita fokus pada siluet, tekstur, dan pada akhirnya sosok yang mengenakan busana itu.

Karena era ini sangat tentang menyederhanakan segalanya, palet ini terasa seperti kelanjutan alami dari gagasan tersebut. Kami tidak ingin busananya terasa mengganggu atau terlalu rumit. Miley ingin semuanya tetap minimalis dan membiarkan kehadirannya serta musiknya benar-benar menjadi fokus.

Hal yang aku suka dari rancangan Anthony adalah, bahkan dalam palet sesederhana ini, tetap ada begitu banyak kedalaman. Kontras antara kain sheer, kulit, tailoring, dan bulu menciptakan daya tarik tanpa perlu banyak warna atau hiasan.

Ada kepercayaan diri dalam kesederhanaan itu, dan itu terasa sangat mencerminkan fase hidup Miley saat ini.”

Tampilan mana yang paling menantang untuk disusun dalam pertunjukan ini? Adakah yang juga terasa sangat memuaskan?

“Menurutku, tantangan dalam pertunjukan seperti ini justru ada pada kesederhanaan busananya. Ketika bekerja dengan tampilan yang begitu minimalis, setiap detail menjadi jauh lebih penting. Kepasan di badan, proporsi, cara kain bergerak, semuanya harus tepat karena tak ada tempat untuk bersembunyi.

Kami juga harus memastikan semuanya cocok untuk pertunjukan langsung dan terasa nyaman serta luwes dikenakan Miley.

Salah satu tampilan favoritku adalah tampilan pembuka: tank top hitam sheer, celana tailored berpinggang tinggi, dan mantel bulu panjang hingga lantai. Siluetnya begitu sederhana, tapi ada sesuatu yang luar biasa kuat di sana. Aku suka karena tampilan itu memberi pernyataan yang tegas tanpa terasa berlebihan.

Pada akhirnya, bagian yang paling memuaskan adalah melihat Miley menghidupkan semuanya. Tujuan utama era ini adalah membiarkannya bersinar, dan melihatnya di atas panggung, begitu percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri, adalah persis seperti yang ingin kami cerminkan lewat busana.”

Courtesy of Bazaar US

BACA JUGA: 

Evolusi Gaya Miley Cyrus Secara Menyeluruh

Sejarah Singkat Wig Ikonik Hannah Montana

(Penulis: Joel Calfee; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Bunga A Hara; Foto: Courtesy of BAZAAR US)