Memasuki babak kedua koleksi high jewelry-nya, Richard Mille memperkenalkan RM HJ-02 In-House Automatic Tourbillon yang terinspirasi oleh estetika Art Deco. Bahasa visual geometris era tersebut diterjemahkan melalui konstruksi case, komposisi batu mulia, hingga mekanisme yang dikembangkan secara in-house.

BACA JUGA: Richard Mille Menutup Perjalanan RM 07-01 dengan Kilau Berlian
Hadir dalam 12 arloji unik, koleksi ini terbagi ke dalam empat tema warna: Blue Ballet, Pink Pursuit, Green Gambit, dan Violet Variations. Masing-masing menampilkan komposisi batu yang berbeda, mengeksplorasi hubungan antara warna, cahaya, dan bentuk.
The Art of Gem-Setting
Pada jam tangan RM HJ-02, batu mulia bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan bagian dari konstruksi arloji. Richard Mille memadukan tiga teknik gem-setting: snow setting, grain setting, dan bezel setting untuk menyusun sebanyak 1.399 batu mulia dan batu ornamental pada setiap arloji.
Rubi, safir, zamrud, berlian, Paraíba tourmaline, malachite, chrysoprase, turquoise, dan mother-of-pearl dipilih berdasarkan karakter warna, transparansi, serta pantulan cahayanya. Susunan tersebut menciptakan gradasi dan permainan cahaya yang berubah ketika arloji dilihat dari berbagai sudut.
Dari pemasangan batu hingga finishing dan quality control, setiap arloji membutuhkan sekitar 700 jam pengerjaan. Durasi tersebut mencerminkan tingkat presisi yang diperlukan untuk memadukan teknik gem-setting dengan konstruksi arloji yang kompleks.
Geometri dalam Setiap Detail
Inspirasi Art Deco juga hadir melalui case berbentuk tonneau, siluet khas Richard Mille yang diolah dengan bidang berlapis dan detail asimetris. Struktur tersebut semakin memperkuat permainan cahaya dari susunan batu mulia.
Pengembangan case memakan waktu lebih dari satu tahun dan menjadi bagian dari proses riset selama lebih dari tiga tahun. Seluruh pengembangannya berlangsung bersamaan dengan material dan movement, memungkinkan setiap elemen dirancang sebagai satu kesatuan.
Di balik tampilannya, RM HJ-02 mengusung calibre CRMT2, automatic tourbillon yang dikembangkan secara in-house. Movement skeletonized ini dirancang bersamaan dengan case dan dial, sehingga mekanisme dan elemen high jewelry dapat menyatu secara harmonis.
Teknik gem-setting bahkan diterapkan pada baseplate, bridges berbahan emas putih, dan rotor, dengan sentuhan akhir microblasted, bevelled, dan rhodium-plated. Susunan batu mengikuti arsitektur movement, menjadikan mekanisme sebagai bagian dari ekspresi artistik arloji.
The Dazzling Division
Untuk merayakan peluncurannya, Richard Mille menghadirkan film pendek The Dazzling Division yang dibintangi Michelle Yeoh, dengan musik dari duo elektronik Prancis, Justice.
Mengikuti empat muse dalam dunia surealis yang terinspirasi oleh mitologi Yunani dan estetika televisi Amerika Serikat era 1970-an, film ini memperluas narasi RM HJ-02 melalui permainan warna, imajinasi, dan ekspresi artistik.
Melalui RM HJ-02, Richard Mille kembali mempertemukan presisi horologi dengan ekspresi high jewelry, menjadikan waktu bukan hanya sesuatu yang diukur, tetapi juga medium untuk mengeksplorasi cahaya, warna, bentuk, dan seni.
Created by Harper's Bazaar Indonesia for Richard Mille
BACA JUGA:
Richard Mille Memperkenalkan Siluet Baru Lewat RM 33-03
Richard Mille Mendorong Batas Inovasi dengan Penggunaan Safir Berwarna
