
Richard Mille telah menjadi nama yang identik dengan inovasi dalam dunia pembuatan jam tangan, dan salah satu pencapaian terbesarnya adalah penggunaan safir.
Safir terkenal dengan daya tahannya yang tiada tanding, dengan tingkat kekerasan 9 dalam skala Mohs, hanya sedikit di bawah berlian. Namun Richard Mille membawa bahan yang kuat ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan menjadikannya bagian integral dari casing jam tangan itu sendiri. Hasilnya? Permukaan yang jelas dan bersinar, tidak hanya melindungi jam tangan, tetapi juga memamerkan mekanisme rumit di dalamnya.


Dimulai dengan pembuatan casing safir pada tahun 2012, Richard Mille tidak berhenti berinovasi di safir transparan. Richard Mille melangkah lebih jauh dan berhasil membuat safir berwarna yang memukau, sebuah material yang sangat kompleks dan menantang batas teknis di dunia horologi. Warna cerah seperti biru, hijau, pink, dan oranye dapat diproduksi dengan proses yang rumit dimana oksida logam yang dimasukkan ke dalam struktur kristal safir. Bahkan sedikit perubahan dalam suhu atau laju pertumbuhan dapat mengakibatkan distribusi warna yang tidak merata atau pembentukan gelembung di dalam material.


Casing sapphire tonneau, salah satu kreasi Richard Mille yang paling rumit, menunjukkan keahlian teknis label ini. Kompleksitas dalam memotong safir, ditambah dengan bentuk tonneau yang melengkung, memerlukan lebih dari 1000 jam dan pemolesan yang sangat teliti.


Untuk membuat piece seperti ini, Richard Mille bekerja sama dengan Stettler AG, perusahaan Swiss yang menggunakan metode Kyropoulos untuk menumbuhkan kristal safir besar. Kristal-kristal ini kemudian dipotong dengan hati-hati, sebuah proses yang jauh lebih menantang dibandingkan dengan bahan tradisional. Hasil akhirnya adalah casing yang tahan lama dan memiliki penampilan yang jernih, menjadikannya sebuah collector’s piece unik dalam dunia horologi.
Salah satu contoh paling menakjubkan dari Richard Mille dengan bahan safir dirilis pada tahun 2015 dengan tajuk RM 07-02 Automatic Sapphire yang tidak hanya menampilkan casing safir, tetapi juga menyematkan berlian pada safir. Perpaduan antara berlian dan safir berwarna menghasilkan sebuah jam tangan yang memikat hati yang melihatnya.
Penggunaan safir berwarna oleh Richard Mille telah mengangkat dunia pembuatan jam tangan ke tingkat yang baru. Kemampuannya yang menggabungkan ilmu material mutakhir dengan prinsip desain klasik telah menetapkan standar baru dalam kemewahan dan kerajinan.
