Setelah koleksi tunggal di Versace yang begitu dicintai sekaligus kontroversial dan berhasil memberinya reputasi besar di dunia mode, Dario Vitale akhirnya memiliki rumah baru: Armani Group menunjuknya sebagai direktur kreatif Emporio Armani dan lini aksesori Giorgio Armani, efektif segera.
BACA JUGA: Dario Vitale Mengundurkan Diri dari Versace
Pada waktu yang sama tahun lalu, Dario mempersembahkan koleksi pertama sekaligus satu-satunya untuk Versace untuk Spring 2026. Ia merangkul estetika mencolok Gianni Versace era ’80-an dan menerjemahkannya melalui perspektif yang clubby dan preppy, dengan muscle tank berlapis, tailoring pastel berpotongan kotak, serta aksesori yang berlebihan. Langkah berani tersebut langsung memicu perdebatan, tetapi dampak keseluruhannya positif: orang-orang begitu ingin mendapatkan koleksi tersebut dari gerai. Koleksi itu kemudian menjadi satu-satunya yang ia hadirkan untuk rumah mode tersebut, sebuah fakta yang justru semakin memicu antusiasme. Versace, yang diakuisisi Prada Group pada akhir 2025, sebelumnya telah menjanjikan posisi tersebut untuk jangka panjang kepada Pieter Mulier dari Alaïa. Kemenangan Dario yang hanya berlangsung sekali membuatnya semakin dicintai dunia mode. Sejak saat itu, semua orang bertanya-tanya ke mana ia akan berlabuh. Kini, tampaknya ia dapat membawa sensibilitas Italia yang louche ke Armani Group.
Versace Spring 2026
Versace Spring 2026
Dario lahir pada 1983 di Italia Selatan. Ia kemudian pindah ke Milan untuk mempelajari desain di Istituto Marangoni di Milan dan selanjutnya bekerja di Bottega Veneta di bawah arahan Tomas Maier. Pada 2010, ia bergabung dengan Miu Miu, tempat ia kemudian menjabat sebagai direktur desain ready-to-wear sekaligus direktur citra merek sebelum meninggalkan rumah mode tersebut pada 2025. Pada tahun yang sama, Versace mengumumkan pengangkatannya sebagai chief creative officer. Mulai hari ini, ia bergabung dengan Armani.
Giorgio Armani, yang berpulang baru tahun lalu, merupakan salah satu nama besar dalam sejarah mode. Setelah mendirikan rumah modenya pada 1975, ia membentuk kembali lanskap mode melalui seragam baru yang mengedepankan keanggunan kasual. Pada masa awal kariernya di akhir ’70-an dan awal ’80-an, sang desainer mengurangi struktur pada busana tailoring, mengubah dunia menswear untuk selamanya, sebuah dunia yang terkenal sulit menerima perubahan. Hingga kini, merek tersebut masih memancarkan kecanggihan yang effortless, meski tampilannya kini jauh lebih tidak radikal dibandingkan setengah abad lalu.
Emporio Armani Fall 2026
Sebagai pemimpin kreatif Emporio Armani sekaligus lini aksesori Giorgio Armani, Dario menjadi orang pertama di luar keluarga yang menduduki posisi tersebut. Ia akan bekerja erat dengan Silvana Armani dan Leo Dell’Orco, yang saat ini menjabat sebagai direktur kreatif bersama Giorgio Armani. Keduanya mengambil posisi tersebut setelah kepergian Giorgio tahun lalu, melanjutkan arah yang telah dibangun pendahulunya dengan tailoring yang rileks dan busana formal yang tetap casually cool. (Mengapa memperbaiki sesuatu yang sebenarnya tidak rusak?)
Lebih dari 50 tahun sejak didirikan, merek Armani kini telah berkembang menjadi sebuah entitas besar. Di dalamnya terdapat Armani Privé, yang pada dasarnya merupakan lini couture; Giorgio Armani, lini ready-to-wear mewah kelas atas; Emporio Armani, lini bridge luxury yang sedikit lebih mudah diakses; serta Armani Exchange, lini mass-market. Dengan Emporio Armani, yang lebih muda dan berorientasi pada tren dibandingkan Giorgio Armani, terdapat ruang lebih luas bagi Vitale untuk menghadirkan joie de vivre yang lebih berani. “Emporio Armani lahir sebagai ruang untuk kebebasan, eksperimen, dan energi, dan kami yakin kedatangan Dario ke dalam tim kami, sebagai talenta yang telah diakui di panggung internasional, akan menerjemahkan semangat tersebut dengan penuh rasa hormat dan autentisitas,” tulis Silvana Armani dalam siaran pers.
Giorgio Armani 1980
“Armani memiliki warisan yang kuat dan bahasa desain yang tidak salah lagi; sebuah warisan yang telah terbentang selama beberapa dekade dan membentuk sejarah mode,” ujar Dario dalam pernyataan resminya. “Saya menyambut semua ini dengan rasa tanggung jawab dan antusiasme yang mendalam saat kami membangun di atas fondasi yang kaya tersebut, sekaligus mendefinisikan era baru bersama-sama.”
Jika masa singkatnya di Versace membuktikan sesuatu, itu adalah bahwa Dario memiliki banyak sensibilitas yang sama dengan Armani. Ia hanya menerjemahkannya dengan sedikit lebih banyak provokasi dan flair. Hal tersebut mungkin menjadi apa yang dibutuhkan merek yang telah mapan selama 50 tahun ini, khususnya pada lini yang lebih muda. Aksesori Versace karya Dario juga telah menjadi legenda. Hampir semua orang di New York Fashion Week tampak mengenakan sepasang pumps retro rancangannya, sementara para pelanggan terpikat pada tas tangan bergaya vintage serta perhiasan dan gesper ikat pinggang dengan nuansa Art Deco.
Emporio Armani Fall 1989
Dunia mode kelas atas yang berorientasi pada penjualan dan angka dapat membuat para kreatif menjadi berhati-hati. Namun, Dario bukanlah sosok seperti itu. Lebih dari segalanya, ia berani mengambil risiko melalui koleksi Versace-nya, dan langkah tersebut berhasil membuat orang merasakan sesuatu, sekaligus membicarakannya. Hal semacam itu tidak dapat diciptakan hanya dengan mengandalkan data sebanyak apa pun. Semoga ia dapat membawa sebagian dari energi tersebut ke Armani. Satu hal yang pasti: debutnya akan menjadi momen yang dinantikan.
BACA JUGA:
EA7 Emporio Armani Menggabungkan Teknologi dengan Desain untuk Koleksi Spring/Summer 2026
Regé-Jean Page Jadi Wajah Baru untuk Parfum Armani Code
(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
