Aturan berbusana keluarga kerajaan Inggris memiliki sejarah yang panjang dan sarat makna. Mulai dari topi berwarna cerah yang menjadi ciri khas Ratu Elizabeth II hingga sarung tangan yang kerap dikenakan dalam acara publik, setiap detail bukan sekadar soal estetika atau fungsi, melainkan juga menjadi simbol tradisi, status, dan peran dalam monarki.
BACA JUGA: Inilah yang Akan Terjadi pada Permata-Permata Milik Ratu Elizabeth
Selain topi dan sarung tangan, protokol kerajaan juga mengatur kapan anggota keluarga kerajaan yang pernah bertugas di militer diperbolehkan mengenakan seragam dinas, serta pada kesempatan apa perhiasan mahkota boleh digunakan. Anggota kerajaan seperti Pangeran William dan Pangeran Harry, yang pernah bertugas di Angkatan Darat Inggris, biasanya mengenakan seragam militer saat mewakili resimen mereka dalam acara seperti Trooping the Colour. Namun, untuk acara nonmiliter, keduanya diharapkan tampil dengan setelan formal yang lebih konvensional.
Aturan mengenai perhiasan pun tak kalah ketat. Secara tradisional, hanya anggota keluarga kerajaan yang telah menikah yang diperbolehkan mengenakan tiara. Pakar etiket kerajaan, Grant Harrold, pernah menjelaskan kepada BBC bahwa topi tidak lagi dikenakan di dalam ruangan setelah pukul 18.00 karena pada waktu itulah para perempuan berganti ke busana malam dan mulai mengenakan tiara serta perhiasan keluarga. Menurutnya, berlian mencolok dan tiara tidak dikenakan pada siang hari, sementara tiara bagi perempuan yang telah menikah menjadi simbol status sekaligus penanda bahwa mereka telah memiliki pasangan. Itulah sebabnya Putri Catherine baru mulai mengenakan tiara setelah resmi menikah dengan Pangeran William.
Aturan lain yang kerap menjadi sorotan adalah penggunaan nude pantyhose atau stoking berwarna kulit, yang hampir selalu dikenakan Putri Catherine. Aturan ini kembali menjadi perbincangan setelah Meghan, Duchess of Sussex, mengungkapkan bahwa ia merasa kewajiban tersebut terasa "tidak autentik" dan berseloroh bahwa ia sudah lama tidak melihat stoking semacam itu sejak era 1980-an. Pernyataannya memicu perdebatan di media sosial; sebagian publik setuju dengan pandangannya, sementara yang lain menganggap komentarnya kurang menghormati tradisi kerajaan.
Selain itu, warna hitam, cat kuku berwarna mencolok, dan celana jeans juga termasuk dalam daftar hal yang umumnya dihindari oleh anggota keluarga kerajaan. Warna hitam secara tradisional diperuntukkan bagi suasana berkabung, sedangkan jeans hanya dianggap pantas dikenakan dalam kesempatan yang benar-benar santai atau bersifat pribadi.
Meski demikian, seperti halnya aturan lainnya, sejumlah anggota keluarga kerajaan telah beberapa kali memilih untuk melanggarnya.
1
Putri Diana dan gaya athleisure
Setelah resmi mengundurkan diri dari tugas-tugas kerajaan pada Desember 1993, Putri Diana mulai meninggalkan sejumlah aturan berpakaian tradisional keluarga kerajaan. Terlepas dari kewajiban mengenakan busana formal, ia tampil pada 1995 dengan sweatshirt Virgin Atlantic, celana pendek bike shorts, dan sneakers—mengusung gaya athleisure yang saat itu terbilang tidak lazim bagi anggota keluarga kerajaan.
2 Duchess Meghan mengenakan Dior
Dalam berbagai acara resmi keluarga kerajaan, mengenakan rancangan desainer Inggris bukan sekadar anjuran, melainkan telah menjadi tradisi yang diharapkan. Namun, saat menghadiri pembaptisan Pangeran Archie, Meghan, Duchess of Sussex, memilih menyimpang dari kebiasaan tersebut dengan mengenakan gaun Dior rancangan Maria Grazia Chiuri, alih-alih busana karya desainer asal Inggris.
3 Putri Catherine dengan cat kuku merah
Meski tidak ada aturan resmi mengenai warna cat kuku, anggota keluarga kerajaan selama ini umumnya mengikuti aturan tak tertulis yang mengutamakan cat kuku bernuansa nude atau transparan dibanding warna-warna mencolok. Namun, saat menghadiri kebaktian Paskah pada 2023, Putri Catherine justru menarik perhatian dengan cat kuku merah ceri—sebuah pilihan yang berbeda dari kebiasaan kerajaan.
4 Putri Charlotte dengan cat kuku merah muda
Dua tahun kemudian, tepatnya pada Juli 2025, Putri Charlotte mengikuti jejak sang ibu. Saat menghadiri Kejuaraan Wimbledon, anggota termuda keluarga kerajaan itu tampil mencuri perhatian dengan cat kuku berwarna merah muda bubblegum—pilihan yang kembali menyimpang dari aturan tak tertulis keluarga kerajaan yang mengutamakan warna-warna netral.
5 Putri Anne dengan setelan jas
Kini, setelan jas dengan celana panjang telah menjadi pilihan yang lazim di kalangan keluarga kerajaan. Namun, pada era 1970-an, gaya tersebut masih tergolong tidak biasa. Dalam potret ini, Putri Anne tampil menentang pakem dengan mengenakan setelan putih berpotongan pas badan yang dipadukan dengan aksen kuning, mencerminkan gaya personalnya yang berani dan modern.
6 Duchess Meghan dengan kaki tanpa pantyhose
Aturan mengenai penggunaan nude pantyhose memang menjadi salah satu protokol yang beberapa kali diabaikan oleh Meghan, Duchess of Sussex. Salah satu contohnya terjadi pada 2017, saat sesi foto resmi pertunangannya dengan Pangeran Harry. Meghan tampil dengan kaki tanpa balutan stoking, sebuah pilihan yang berbeda dari tradisi berpakaian keluarga kerajaan.
7 Putri Margaret dengan tiara pilihannya sendiri
Pada 1960, Putri Margaret melanggar tradisi kerajaan saat menikah dengan Antony Armstrong-Jones. Alih-alih mengenakan tiara warisan keluarga seperti yang lazim dilakukan pengantin kerajaan, adik Ratu Elizabeth II itu memilih Poltimore Tiara, mahkota bergaya modern yang ia beli sendiri melalui rumah lelang Christie's setahun sebelumnya. Tiara yang sama kemudian juga dikenakannya dalam sesi pemotretan ulang tahunnya yang ke-29 bersama sang suami, termasuk dalam potret ikonis saat ia berpose di dalam bak mandi.
8 Duchess Meghan tanpa topi
Pada penampilan resmi pertamanya bersama Ratu Elizabeth II—saat menghadiri peresmian Mersey Gateway Bridge dan Storyhouse Theatre di Cheshire, Inggris—Meghan, Duchess of Sussex, tampil tanpa mengenakan fascinator maupun topi. Meski aksesori tersebut bukan merupakan aturan wajib, mengenakannya telah menjadi bagian dari etiket yang diharapkan, terutama ketika menghadiri acara bersama sang ratu.
9 Putri Eugenie dengan gaun mini
Para putri kerajaan memang kerap bereksperimen dengan panjang rok yang dikenakan dalam acara resmi. Namun, Putri Eugenie menjadi sorotan saat menghadiri pernikahan Pangeran Harry dan Meghan, Duchess of Sussex, pada 2018. Ia tampil mengenakan gaun berpotongan mini, pilihan yang dinilai berani dan berbeda dari panjang busana yang umumnya dikenakan dalam acara kerajaan.
10 Putri Diana dengan gaun hitam
Jauh sebelum mundur dari tugas-tugas kerajaan dan mengenakan revenge dress yang kini menjadi ikon, Putri Diana telah lebih dulu melanggar aturan berpakaian kerajaan terkait busana hitam. Meski warna hitam secara tradisional diperuntukkan bagi suasana berkabung, Diana kerap mengenakannya dalam berbagai acara black-tie. Bahkan, penampilan resmi pertamanya di hadapan publik bersama Pangeran Charles pada 1981 menampilkan gaun hitam strapless rancangan Emanuels—pilihan berani yang dikenakannya saat baru berusia 19 tahun.
11 Putri Catherine dengan celana jeans
Putri Catherine pertama kali terlihat mengenakan celana jeans pada 2011, tak lama setelah menikah dengan Pangeran William. Sejak saat itu, ia semakin sering mengadopsi busana kasual tersebut ke dalam gaya khasnya, menjadikan jeans sebagai salah satu andalan untuk berbagai agenda yang lebih santai—meski sebelumnya item ini jarang dikaitkan dengan penampilan anggota keluarga kerajaan.
12 Duchess Meghan dengan ripped jeans
Meghan, Duchess of Sussex, mengikuti jejak Putri Catherine dengan mengenakan celana jeans saat menghadiri Invictus Games pada 2017. Namun, ia melangkah lebih jauh dengan memilih model ripped jeans, sebuah gaya yang lebih kasual dan berani dibandingkan penampilan yang umumnya dikenakan anggota keluarga kerajaan.
13 Ratu Elizabeth II dengan George IV State Diadem
Ratu Elizabeth II dikenal sebagai sosok yang hampir tak pernah menyimpang dari tradisi, apalagi mengubah pakem berpakaian kerajaan. Namun, seiring bertambahnya usia, ia membuat beberapa pengecualian. Salah satu yang paling mencuri perhatian terjadi saat Pembukaan Parlemen pada 2019. Untuk ketiga kalinya dalam 65 tahun masa pemerintahannya, sang ratu memilih tidak mengenakan Imperial State Crown dan menggantinya dengan George IV State Diadem yang lebih ringan.
BACA JUGA:
Princess Kate dan Prince William Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Queen Camilla dengan Pesan yang Manis
Raja Charles Akhirnya Reuni dengan Harry, Meghan, dan Anak-Anak Mereka di Highgrove
(Penulis: Sophie Wang; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Kirana Anindya; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
