Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Wajib Tahu! Ini Makanan yang Mengandung Probiotik

Kerap mengalami gangguan pencernaan? Anda mungkin kurang mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik.

Wajib Tahu! Ini Makanan yang Mengandung Probiotik
Courtesy of Magnific

Kesehatan saluran pencernaan tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan yang kaya serat, tetapi juga oleh keseimbangan mikroorganisme yang hidup di dalam usus. Triliunan bakteri, virus, dan jamur yang membentuk mikrobiota usus berperan penting dalam membantu mencerna makanan, menghasilkan beberapa vitamin, melindungi tubuh dari bakteri penyebab penyakit, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh. Ketika keseimbangan mikrobiota terganggu, risiko gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, perut kembung, hingga peradangan usus menjadi tidak dapat dihindari.

Salah satu cara menjaga keseimbangan mikrobiota usus adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan probiotik sebagai mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan ketika diberikan dalam jumlah yang memadai.

Berbagai makanan fermentasi, seperti yogurt, kefir, kimchi, tempe, dan kombucha sering disebut sebagai sumber probiotik alami. Namun, tidak semua makanan fermentasi otomatis mengandung bakteri hidup yang bermanfaat.

Proses pengolahan, pemanasan, hingga penyimpanan dapat memengaruhi jumlah bakteri baik yang masih bertahan. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis makanan probiotik, manfaatnya, serta cara memilih dan mengonsumsinya agar manfaat yang diperoleh benar-benar optimal.

Beda Makanan Probiotik, Makanan Fermentasi, dan Prebiotik

Ketiga istilah ini sering digunakan secara bergantian, padahal memiliki arti yang berbeda. Memahami perbedaannya penting, agar Anda tidak salah memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan pencernaan.

Probiotik: Mikroorganisme Hidup yang Bermanfaat

Probiotik adalah mikroorganisme hidup, seperti bakteri atau ragi tertentu, yang memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Menurut definisi FAO/WHO dan International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP), tidak semua bakteri dalam makanan dapat disebut probiotik. Mikroorganisme tersebut harus terbukti memberikan manfaat melalui penelitian ilmiah.

Courtesy of Magnific

Makanan yang dapat menjadi sumber probiotik antara lain:

  • Yogurt dengan kultur hidup (live cultures)
  • Kefir
  • Beberapa jenis kimchi
  • Miso yang tidak dipasteurisasi
  • Sauerkraut yang tidak dipasteurisasi
  • Kombucha yang masih mengandung kultur hidup.

Makanan Fermentasi: Belum Tentu Mengandung Probiotik

Makanan fermentasi adalah makanan atau minuman yang dibuat melalui proses fermentasi oleh mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau jamur. Proses ini dapat meningkatkan cita rasa, tekstur, daya simpan, maupun nilai gizi.

Namun, tidak semua makanan fermentasi masih mengandung probiotik. Jika produk dipanaskan (pasteurisasi) setelah fermentasi atau dimasak pada suhu tinggi, sebagian besar mikroorganisme hidup dapat mati. Sebagai contoh:

  • Tempe merupakan makanan fermentasi yang kaya protein dan senyawa bioaktif. Namun, jika digoreng atau dimasak pada suhu tinggi, jumlah mikroorganisme hidupnya akan berkurang.
  • Roti sourdough dibuat melalui fermentasi, tetapi proses pemanggangan bisa membunuh mikroorganisme hidup, sehingga roti tersebut tidak lagi menjadi sumber probiotik.
  • Acar yang dibuat menggunakan cuka juga termasuk makanan yang diawetkan, tetapi bukan hasil fermentasi alami sehingga umumnya tidak mengandung probiotik.

Artinya, meskipun semua makanan probiotik berasal dari proses fermentasi, tidak semua makanan fermentasi dapat dikategorikan sebagai makanan probiotik.

Prebiotik: Makanan untuk Bakteri Baik

Berbeda dengan probiotik, prebiotik bukanlah bakteri, melainkan jenis serat atau karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Prebiotik menjadi "makanan" bagi bakteri baik di usus sehingga membantu pertumbuhan dan aktivitasnya.

Menurut ISAPP, prebiotik dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme menguntungkan dan membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Beberapa sumber prebiotik alami meliputi:

  • Pisang, terutama yang belum terlalu matang
  • Bawang putih
  • Bawang bombai
  • Asparagus
  • Gandum utuh
  • Kacang-kacangan.

Mengombinasikan makanan probiotik dengan makanan kaya prebiotik sering disebut sebagai pendekatan synbiotic. Kombinasi ini dapat membantu bakteri baik bertahan hidup dan berkembang lebih optimal di dalam usus.

Berikut Beberapa Makanan yang Mengandung Probiotik

Probiotik bekerja dengan membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Menurut ISAPP, beberapa strain probiotik telah terbukti membantu mengurangi risiko diare akibat antibiotik, memperbaiki gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS), serta mendukung kesehatan saluran cerna secara keseluruhan. Berikut ini beberapa makanan yang mengandung probiotik:

1. Yogurt

Courtesy of Magnific

Yogurt merupakan salah satu sumber probiotik yang paling populer. Produk ini dibuat melalui fermentasi susu menggunakan bakteri seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Beberapa produk juga ditambahkan strain probiotik lain, seperti Lactobacillus acidophilus atau Bifidobacterium.

2. Kefir

Courtesy of Magnific

Kefir adalah minuman hasil fermentasi susu menggunakan butiran kefir yang mengandung campuran bakteri dan ragi. Dibandingkan yogurt, kefir biasanya memiliki keragaman mikroorganisme yang lebih tinggi, sehingga sering dianggap sebagai salah satu sumber probiotik terbaik. Tak hanya probiotik, kefir juga mengandung protein, kalsium, vitamin B, dan magnesium.

3. Kimchi

Courtesy of Magnific

Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang dibuat dari sawi putih atau sayuran lain dengan tambahan bawang putih, cabai, jahe, dan garam. Fermentasi alami menghasilkan berbagai bakteri asam laktat yang bermanfaat bagi kesehatan usus. Kimchi juga kaya vitamin A, vitamin C, serat, dan senyawa antioksidan.

4. Tempe

Courtesy of Magnific

Tempe adalah makanan fermentasi tradisional Indonesia yang dibuat dari kedelai menggunakan jamur Rhizopus. Meskipun fermentasi tempe berbeda dengan yogurt atau kefir, beberapa penelitian menunjukkan tempe dapat mengandung bakteri yang mendukung kesehatan usus, terutama jika tidak diproses dengan suhu yang terlalu tinggi.

5. Kombucha

Courtesy of Magnific

Kombucha merupakan teh fermentasi yang dibuat menggunakan kultur bakteri dan ragi. Minuman ini memiliki rasa asam-manis yang khas dan mengandung berbagai mikroorganisme hasil fermentasi.

Manfaat Probiotik dari Makanan Fermentasi untuk Gut Health dan Imunitas

Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa kesehatan usus berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berikut ini beberapa manfaat probiotik yang menunjang kesehatan pencernaan:

Courtesy of Magnific
  1. Membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus: Probiotik membantu meningkatkan jumlah bakteri baik sehingga dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.
  2. Mendukung sistem kekebalan tubuh: Sekitar 70% sel imun tubuh berada di saluran pencernaan. Menurut ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, interaksi antara mikrobiota usus dan sistem imun berperan penting dalam menjaga respons kekebalan tubuh tetap seimbang.
  3. Mengurangi risiko diare tertentu: Beberapa strain probiotik telah terbukti membantu mengurangi risiko diare akibat penggunaan antibiotik maupun infeksi tertentu. Namun, manfaat ini bergantung pada jenis strain yang dikonsumsi.
  4. Membantu pencernaan laktosa: Pada sebagian orang dengan intoleransi laktosa ringan, yogurt yang mengandung kultur hidup lebih mudah dicerna dibandingkan susu biasa karena bakteri fermentasi membantu memecah laktosa.
  5. Berpotensi membantu kesehatan metabolik: Sejumlah penelitian menunjukkan probiotik dapat berkontribusi terhadap pengendalian peradangan ringan, metabolisme glukosa, dan kesehatan usus. Namun, bukti mengenai manfaat ini masih terus berkembang sehingga belum semua strain memberikan efek yang sama.

Perlu dipahami bahwa manfaat probiotik tidak bersifat universal. Efeknya dipengaruhi oleh jenis bakteri, jumlah yang dikonsumsi, pola makan secara keseluruhan, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.

Tips Mengonsumsi Makanan Probiotik agar Lebih Aman untuk Perut Sensitif

Sebagian orang dapat mengalami perut kembung ringan atau peningkatan produksi gas saat pertama kali mengonsumsi probiotik. Kondisi ini biasanya bersifat sementara, karena mikrobiota usus sedang beradaptasi. Beberapa tips berikut dapat membantu:

Courtesy of Magnific
  1. Mulailah dengan porsi kecil, misalnya beberapa sendok yogurt atau setengah gelas kefir per hari.
  2. Tingkatkan konsumsi secara bertahap sesuai toleransi tubuh.
  3. Konsumsi bersama makanan agar lebih nyaman bagi lambung.
  4. Kombinasikan probiotik dengan makanan tinggi prebiotik, seperti pisang, bawang putih, bawang bombai, asparagus, atau kacang-kacangan. Prebiotik merupakan serat yang menjadi "makanan" bagi bakteri baik, sehingga membantu probiotik berkembang.
  5. Minum air putih yang cukup untuk mendukung kesehatan pencernaan.
  6. Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang karena probiotik bukan pengganti pola makan sehat.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, pasien yang sedang menjalani kemoterapi, atau individu dengan kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi probiotik dalam jumlah besar atau dalam bentuk suplemen. Meskipun makanan probiotik umumnya aman bagi orang sehat, kelompok tersebut memerlukan pertimbangan khusus.

Makanan yang mengandung probiotik merupakan salah satu cara alami untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Yogurt, kefir, kimchi, tempe, dan kombucha menawarkan manfaat yang berbeda-beda, mulai dari mendukung keseimbangan mikrobiota usus hingga berpotensi memperkuat fungsi sistem imun. Di antara berbagai pilihan tersebut, yogurt dan tempe termasuk yang paling mudah dikonsumsi sehari-hari, karena mudah diperoleh dan dapat diolah menjadi berbagai menu.

Meski demikian, manfaat probiotik sangat bergantung pada jenis mikroorganisme yang terkandung, cara pengolahan, serta pola makan secara keseluruhan. Memilih produk yang masih mengandung kultur hidup, membatasi konsumsi gula tambahan, serta mengombinasikannya dengan makanan kaya prebiotik dapat membantu memaksimalkan manfaat bagi kesehatan.

Dengan konsumsi yang tepat dan konsisten sebagai bagian dari pola hidup sehat, makanan probiotik dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan usus dan mendukung daya tahan tubuh dalam jangka panjang.

(Edited by SW)