Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Nihi Sumba Hadirkan Riding & Racquet Club, Wujud Baru Warisan Equestrian Sumba

Riding & Racquet Club menjadi ekspresi baru dari warisan equestrian dan karakter khas Pulau Sumba.

Nihi Sumba Hadirkan Riding & Racquet Club, Wujud Baru Warisan Equestrian Sumba
FOTO: COURTESY OF NIHI SUMBA

Ada satu pemandangan yang selalu identik dengan Nihi Sumba, yaitu kuda-kuda Sandalwood yang berlari bebas di sepanjang garis pantai. Kehadiran mereka telah lama menyatu dengan ritme keseharian, warisan, dan karakter resor ini sejak awal berdiri. Kini, seiring perjalanan Nihi Sumba yang terus berkembang termasuk pencapaian meraih sertifikasi Certified B Corporation® sebagai wujud komitmen terhadap hospitality yang bertanggung jawab, hubungan panjang dengan warisan tersebut hadir dalam bentuk baru melalui Riding & Racquet Club.

BACA JUGA: Manjakan Diri Anda di Delapan Restoran Tepi Pantai di Berbagai Lokasi di Indonesia

1
FOTO: COURTESY OF Nihi SUMBA

Riding & Racquet Club lahir dari visi kreatif para pendiri Nihi, James McBride dan Chris Burch bersama dengan Creative Director, Caroline Usher dan UBD Global, tim yang sama yang telah membentuk identitas Nihi sebagai salah satu resor paling ikonik di dunia. 

Berdiri di tepi pantai, Riding & Racquet Club memadukan tradisi equestrian, nostalgia klub olahraga klasik dan keindahan alam Sumba. Menaungi Sandalwood Stables, lapangan tenis berstandar internasional, clubhouse lounge and bar, butik, hingga tradisi bersantap Bakar di Kandang Kuda setiap Senin malam, ruang ini dirancang untuk menemani setiap momen, mulai dari pertandingan tenis pagi hari berlatar Samudra Hindia, sore untuk menyaksikan kuda-kuda kembali ke kandang, hingga malam di bawah atap alang-alang seiring mentari tenggelam di ufuk Sumba.

3
FOTO: COURTESY OF Nihi SUMBA

Memasuki area clubhouse, suasana yang mengingatkan pada polo lounge paling ikonik di dunia langsung menyambut, namun tetap kental dengan karakter Sumba. Dinding kayu jati bertekstur, langit-langit tinggi beratapkan alang-alang, bar bernuansa hijau tua, dan pencahayaan hangat keemasan berpadu menciptakan atmosfer yang hangat dan elegan, diperkuat detail seperti stik polo vintage, raket tenis kayu antik, elemen equestrian, artefak khas Sumba, hingga ukiran kayu buatan tangan yang dikurasi di setiap sudut menghadirkan ruang yang terasa hidup dan dekat dengan budaya serta alam pulau ini.

4
FOTO: COURTESY OF Nihi SUMBA

Melangkah ke area luar, teras clubhouse menghadap langsung ke Sandalwood Stables, tempat kuda-kuda khas Nihi yang menjadi inti dari seluruh pengalaman, sebuah warisan hidup yang mengajak tamu mengenal lebih dekat salah satu tradisi paling berharga di Sumba.

Begitu matahari terbenam, suasana pun berubah. Bar menjadi titik kumpul untuk perbincangan hangat dan momen senja, sementara setiap Senin malam, Bakar di Kandang Kuda mengundang tamu menikmati hidangan panggang di bawah taburan bintang ditemani debur ombak dan kehangatan Sandalwood Stables yang menjadi jiwa dari pengalaman Nihi.

5
FOTO: COURTESY OF Nihi SUMBA

"Di sinilah polo lounge menyatu dengan esensi Sumba, warisan kuda-kuda Sandalwood, kehangatan yang menyelimuti setiap kebersamaan, serta karakter khas dari pulau ini. Polo selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya dan melalui Nihi, saya dapat mewujudkan pengalaman ini dengan cara yang terasa begitu khas Sumba," ujar James McBride, CEO & Co-Founder Nihi Hotels.

Bagi Nihi, Riding & Racquet Club adalah wujud nyata dari apresiasi yang telah lama tumbuh terhadap budaya equestrian, sekaligus tetap berakar kuat pada jiwa dan warisan Pulau Sumba. Lebih dari sekadar tempat berkuda, berolahraga, atau berkumpul, ruang ini merefleksikan hubungan panjang antara pulau ini, masyarakatnya, dan kuda Sandalwood yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah Nihi sekaligus menjadi babak baru yang ditulis bukan hanya untuk para tamu, tetapi juga untuk masa depan Sumba.

BACA JUGA: 

12 Hotel Termahal di Indonesia yang Tawarkan Kemewahan dan Layanan Kelas Dunia

Berlibur di Nihi Sumba Island ala Nicholas Saputra

(Penulis: Graceilla Alexandra; Edited by JM; Foto: Courtesy of Nihi Sumba)