Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Dialog Sinematik dan Fashion di Koleksi Dior Cruise 2026/2027

Koleksi Dior Cruise 2026/2027 menghidupkan kembali romantisme mitos Hollywood lewat sebuah dialog yang unik antara dunia sinema dan fashion.

Dialog Sinematik dan Fashion di Koleksi Dior Cruise 2026/2027
FOTO: COURTESY OF MADDY ROTMAN FOR DIOR

Sinema dan fashion selalu berinteraksi secara intim, menciptakan narasi visual yang memikat sekaligus menjadi sorotan utama di berbagai media. Melalui acara re-see yang digelar di museum Palais de Tokyo, Paris, Dior menampilkan kembali koleksi Cruise 2026/2027 yang sebelumnya telah dipamerkan di Los Angeles.

Pemilihan kota tersebut tanpa ragu mempertegas ikatan historis sang rumah mode dengan dunia sinema dan Hollywood sebagai episentrumnya. Sejak lini masa sinema klasik, gaun-gaun rancangan Christian Dior telah berulang kali menghiasi layar lebar dan menjadi andalan para bintang legendaris dunia dari Elizabeth Taylor, Grace Kelly, hingga Sophia Loren. Sejarah mode bahkan pernah mencatat seorang bintang Hollywood yang ikonik, Marlene Dietrich yang pada tahun 1949 melontarkan pernyataan terkenal: “No Dior, No Dietrich”. Ucapan tersebut dilayangkan saat ia tengah mempersiapkan kontrak film bersama sutradara ternama, Alfred Hitchcock. Ia ingin memerankan perannya yang glamor dengan hanya mengenakan gaun buatan Christian Dior.

BACA JUGA: Membedah Koleksi Cruise Pertama Jonathan Anderson untuk Dior

Dior_01
FOTO: COURTESY OF DIOR

Karakter Hollywood yang glamor beserta dualitasnya kali ini diinterpretasikan oleh Jonathan Anderson. Melalui pemahaman mendalam terhadap DNA Dior dan keunikan gayanya, ia memberikan napas modern yang berfokus pada eksplorasi siluet, volume, serta kemahiran untuk material tekstil. Hadirnya gaun-gaun semi-transparan dengan potongan low-waisted dalam bauran warna vibran menciptakan impresi yang elegan sekaligus sophisticated yang kemudian dipercantik oleh detail dekoratif menyerupai bunga mawar mekar. Kehadiran elemen bunga ini berfungsi sebagai dramatisasi yang romantis, sekaligus menjadi benang merah utama dalam koleksi tersebut. Motif floral dalam narasi rumah mode ini berakar dari kecintaan sang pendiri, Christian Dior yang kerap menjadikan bunga sebagai salah satu sudut estetikanya. Sejak era tersebut, setiap desainer penerusnya konsisten menginjeksi inspirasi bunga ini, lalu menginterpretasikannya kembali lewat berbagai visi dan komposisi baru. 

02
FOTO: COURTESY OF DIOR

Di tangan Jonathan Anderson, warisan ini diperkaya melalui kehadiran Californian Poppy yang disematkan sebagai bros, statement unik pada lingkar pinggang gaun, hingga menjadi elemen eye-catching pada alas kaki. Aspek tailoring dan deretan gaun dalam koleksi ini hadir membawa visi yang berani dari Bar Jacket dengan model tangan dan tepian jaket yang berumbai, ataupun permainan undone hem lewat eksplorasi tekstur yang kontras dinamis antara kemewahan yang sophisticated. Sementara itu, siluet mantel panjang berstruktur, cape serta jajaran evening gown yang fluid seolah merefleksikan keanggunan para aktris dalam sinema Film Noir.

03
FOTO: COURTESY OF DIOR

Dalam balutan referensi sinematik, lini busana pria menawarkan dinamika yang lebih santai dan artsy. Salah satu highlight-nya adalah kemeja bertuliskan slogan rancangan seniman Amerika, Ed Ruscha yang mengabadikan sisi puitis kehidupan sehari-hari di tengah megahnya kota. Ataupun celana denim beraksen ripped dengan detail tali perak halus. Orisinalitas headpiece teatrikal berupa tipografi dari material feathers merupakan sebuah hasil kolaborasi dengan Philip Treacy. 

Saddle Bag
FOTO: COURTESY OF DIOR

Sebagai pelengkap gaya khas Hollywood, Saddle Bag dihadirkan kembali dengan modifikasi estetika otomotif retro, lengkap dengan aksentuasi kunci kontak dan nomor pelat. Eksplorasi ini membuktikan bagaimana sinergi elemen pria dan wanita di bawah Dior mampu melahirkan narasi Cruise yang memikat. Melalui koleksi Cruise ini, Jonathan Anderson menandai debut perdananya untuk rumah mode Dior. Setelah sukses mencurahkan visi kreatifnya pada lini pria dan wanita di musim sebelumnya, kali ini sebagai Direktur Kreatif tunggal Jonathan sukses menyatukan kedua lini tersebut di bawah satu rumah mode dengan estetika yang utuh.

BACA JUGA:

Di Dior, Jonathan Anderson Merayakan Couture dengan Sentuhan Seni

Menjelajah Keindahan Alam Liar Bersama Dior Couture

(Foto: Courtesy of Dior)