Olivier Rousteing akan segera mengambil alih arah Rabanne sebagai creative director. Pengumuman ini hadir menyusul kepergian Julien Dossena yang telah memimpin rumah fashion tersebut selama 13 tahun. Koleksi perdana Olivier Rousteing untuk Rabanne dijadwalkan debut pada fall 2027, Maret tahun depan.
BACA JUGA: Setelah 14 Tahun, Olivier Rousteing Resmi Tinggalkan Balmain
Olivier Rousteing memang bukan nama sembarangan. Ia ditunjuk sebagai creative director Balmain di usia 25 tahun,m dan menggenggam posisi itu selama 14 tahun sebelum akhirnya mengumumkan kepergiannya pada musim gugur 2025. Ia tercatat sebagai creative director non-pendiri termuda yang pernah memimpin brand besar sejak Yves Saint Laurent di Dior, sekaligus orang kulit hitam pertama yang menjabat creative director di seluruh lini sebuah rumah fashion Prancis.
Koleksi Balmain Spring 2026, koleksi terakhir Olivier Rousteing untuk rumah fashion tersebut.
Perjalanannya tidak dimulai dari tempat yang mewah. Ia belajar di École Supérieure des Arts et Techniques de la Mode di Paris, lalu merantau ke Milan untuk bergabung dengan Roberto Cavalli sebagai intern saat berusia 18 tahun. Dalam lima tahun, ia sudah menjadi kepala womenswear. Balmain merekrutnya pada 2009 dan dua tahun kemudian ia sudah memegang kendali penuh atas seluruh brand.
Di Balmain, ia mengolah warisan feminitas dramatis sang pendiri dengan caranya sendiri lewat tailoring yang tajam, siluet yang berani, dan ornamen yang tidak takut berlebihan. Ia juga yang membawa brand ini masuk ke orbit pop culture, menarik perhatian Kim Kardashian, Gigi Hadid, dan Rihanna ke dalam #BalmainArmy-nya. Di Rabanne, ia punya ruang yang berbeda untuk bergerak dan mungkin lebih leluasa untuk bereksperimen.
Gaun Paco Rabanne, 1968.
Rabanne bukan rumah fashion yang lahir dari keanggunan yang konvensional. Didirikan di Prancis pada 1966, brand ini sudah gemar bermain dengan material yang provokatif dan tidak biasa sejak era revolusi seksual tahun 1960-an. Gaun chainmail-nya sudah jadi ikon tersendiri, dari Charlotte Rampling di tahun 1960-an sampai Miley Cyrus hari ini. Julien Dossena meneruskan semangat itu dengan cara yang cerdas, bereksperimen dengan plastik, logam, vinyl, dan renda tanpa terjebak pada estetika retro-futurism.
"Visi kreatif Olivier sangat berani, magnetik, dan sangat terhubung dengan energi zaman ini," kata Ana Trias, Presiden Prestige & Fashion Brands dari Puig, perusahaan induk Rabanne. "Ia punya kemampuan unik untuk menciptakan fashion yang merayakan kepercayaan diri dan ekspresi diri, dan itu menjadikannya pilihan yang sempurna untuk Rabanne. Bersama Olivier, babak baru dimulai."
Koleksi terakhir Julien Dossena untuk Rabanne, Fall 2026.
Rabanne memiliki warisan yang menyenangkan, dari pakaian pesta yang sensual, dibuat dari material yang tidak terduga, jauh dari kesan kaku atau terlalu serius. Mengembangkan DNA itu tanpa jatuh ke dalam gimmick memang bukan hal mudah, tapi Olivier tampaknya punya semua yang dibutuhkan. Ia terbukti bisa menghasilkan koleksi yang kuat sekaligus membangun percakapan yang relevan di era media sosial. Kombinasi yang tidak semua desainer punya.
BACA JUGA:
Kampanye Pertama dari Balmain yang Baru
Julien Dossena Tinggalkan Rabanne Setelah 13 Tahun Berkarya
(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Elaine Mary; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
