Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Dolce & Gabbana Kembali Hadirkan Pertunjukan Alta Moda di Taormina

Koleksi dengan tingkat keahlian yang sungguh menakjubkan.

Dolce & Gabbana Kembali Hadirkan Pertunjukan Alta Moda di Taormina
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Tadi malam di Sisilia, Dolce & Gabbana mengundang sejumlah selebriti, klien, dan tamu-tamu terkemuka lainnya ke Taormina untuk menyaksikan sesuatu yang sungguh memukau. Saat para tamu tiba di Radicepura, sebuah taman botani di Sisilia untuk pertunjukan Alta Moda merek tersebut, mereka disambut ke dalam sebuah konservatori berstandar istana. Struktur indoor-outdoor tersebut terasa seperti rumah kaca dengan pepohonan yang tumbuh dari lantai dan bunga-bunga yang bertumpuk ke mana pun mata memandang. Namun di tengah-tengahnya tersembunyi singgasana emas baroque, cherub, dan cermin. Sejumlah model yang ada di sekitar ruangan memberikan para tamu sekilas tampilan pertama koleksi tersebut, sementara para selebriti seperti Jennifer Lopez, Christian Bale beserta keluarganya (putrinya berjalan dalam pertunjukan tersebut), dan Monica Bellucci berbaur dan mengambil tempat duduk mereka.

Koleksi "Alta Moda" Dolce & Gabbana pada dasarnya adalah versi haute couture mereka sendiri. Ini merupakan ekspresi tingkat keahlian tertinggi dari rumah mode Italia tersebut. Tahun ini, presentasi tersebut kembali ke Taormina di pesisir selatan Italia yang baru-baru ini kembali menjadi sorotan sebagai lokasi musim kedua dari The White Lotus. (Koleksi Alta Moda pertama debutnya di sini pada tahun 2012.) Ini bukan hanya semacam kepulangan ke rumah, tetapi kota Italia ini juga memiliki resonansi yang istimewa bagi merek tersebut.

BACA JUGA: Saksikan Penampilan Intimate Madonna untuk Dolce & Gabbana

01
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Sudah menjadi tradisi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 bagi orang-orang Eropa kaya untuk bepergian melintasi Sisilia dalam sebuah "grand tour." Dengan perhatian baru ini, lokasi yang memiliki lanskap perpaduan antara laut, pegunungan, dan gunung berapi ini menjadi pusat budaya bagi para bohemian, seniman, bangsawan, bahkan keluarga kerajaan. Bagi Dolce dan Gabbana, para wanita nyata ini adalah "devotees" tertinggi dari kecantikan yang ilahi.

Pertunjukan dimulai dengan gaun one-shouldered dari tulle ilusi hitam dengan model pinggul yang maksimalis bergaya pannier, seluruhnya diselimuti bunga-bunga yang dibuat dengan tangan. Model tersebut mengenakan semprotan baby's breath biru yang dikepang ke dalam rambutnya dengan buket bunga yang terlipat di tangannya. Model berikutnya berpakaian dalam sebuah busana yang menyerupai tulip sungguhan dengan kelopak merah muda yang meledak dari pinggulnya, serta benang sari berkilau yang melambai saat ia berjalan. Bunga-bunga menjadi tema yang paling nyata malam ini. Mawar, peoni, bunga jeruk, dan banyak lagi disulam, dilukis, dan diaplikasikan di seluruh gaun.

02
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Kemudian hadirlah para Dolce girls quintessential yang tampak seperti wanita paling chic yang pernah Anda lihat dalam kerudung hitam bertepi renda mereka. Ada gaun tulle dengan lingerie yang mengintip dari bawahnya dan cape yang beriak dari belakang, semuanya dalam warna hitam dan ditumpuk dengan salib emas ornamental serta manik-manik. Para desainer memberikan penghormatan pada awal abad ke-20 dengan mantel berselendang berfransel dan gaun slip terinspirasi era 1930-an, lalu berpindah lebih jauh ke masa lalu untuk menemukan corsetry dan rok hoop. Seperti biasa, bahan-bahannya begitu memukau: chiffon, beludru, satin sutra, double organza, tulle ilusi, renda Chantilly, macramé, mikado, brocade, dan fil coupé yang dilapisi sulaman bullion, manik-manik bugle, kristal, resin, dan daun emas.

03
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Untuk tampilan penutup, model terakhir muncul dari tempatnya berdiri di dalam bingkai emas Rococo, mengungkapkan drama epik dari gaun mitologisnya yang oleh sang desainer disebut "Isola Bella." Terinspirasi dari laut Sisilia, hamparan tulle dalam nuansa biru pucat, abu-abu, hijau aqua, dan turquoise membalut kepala sang model, memanjang melalui bodis, menyempit di pinggang, dan kemudian mengalir menjadi rok penuh dengan ekor yang panjang. "Waltz of the Flowers" karya Tchaikovsky menjadi iringan musik untuk prosesi final. Keseluruhan pertunjukan ini adalah sebuah persembahan untuk keahlian yang begitu luar biasa hingga tidak layak untuk manusia biasa. Hanya untuk para dewi dan klien couture.

BACA JUGA: J.Lo Memesona Pakai Mahkota Emas dan Jubah Bunga di Show Dolce & Gabbana Alta Moda

7 Hal yang (Mungkin) Anda Lewatkan dari Show Epik Alta Moda Dolce & Gabbana di Venice

(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Graceilla Alexandra; Foto: Courtesy of BAZAAR US)