Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Pendatang Baru di Couture Fashion Week

Inilah Michael Stewart, nama di balik Standing Ground.

Pendatang Baru di Couture Fashion Week
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Tidak banyak nama baru yang muncul dalam kalender couture. Sebagai salah satu institusi tertua dalam industri fashion, Fédération de la Haute Couture tidak mengherankan jika cukup selektif dalam pilihannya. Empat hari presentasi yang padat ini didominasi oleh para raksasa fashion seperti Chanel, Dior, dan Balenciaga, bersama merek-merek seperti Iris Van Herpen dan Zuhair Murad yang telah lama membangun basis klien mereka yang kuat. Tak perlu dikatakan lagi, sangat sulit untuk mencuri perhatian. Namun musim ini, semua orang sedang ramai membicarakan Standing Ground, sebuah label made-to-order dari Michael Stewart, yang melakukan debut couture-nya pagi ini di Kedutaan Besar Irlandia di Paris.

Standing Ground_01
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Tampilan pertama terdiri dari rok sutra bias-cut dan jaket terstruktur, keduanya dalam warna abu-abu yang suram. Tepi jaket tersebut tampak dihiasi semacam pola timbul. Setelah beberapa tampilan berikutnya, barulah semuanya terasa jelas, ini adalah manik-manik yang dibungkus dalam kain transparan. (Ini adalah teknik yang telah menjadi semacam signature baginya.) Koleksi ini berkembang menjadi gaun jersey yang disampirkan dengan teliti, dengan panel manik-manik tonal yang dikerjakan dengan tangan, serta gaun kolom dengan deretan perforasi yang ditenun membentuk pola seperti kisi-kisi. Prosesi penutupnya menampilkan breastplate yang dicetak yang terlihat hampir seperti dilapisi kapur, dilengkapi dengan tumpukan kain yang disampirkan menjadi rok. Saat Michael, seorang pria Irlandia berjanggut yang mengenakan jas olahraga double-breasted dan celana khaki tampil untuk memberi penghormatan, semua orang mulai bertanya-tanya tentang sosok desainer yang telah membuat semua orang bersemangat di awal pekan couture ini.

BACA JUGA: Chanel Resmi Akuisisi Charvet, Label Pembuat Kemeja Paling Terkenal di Dunia

Standing Ground_02
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Michael lahir dan besar di County Clare, sebuah provinsi kecil di pantai barat Irlandia. Ia belajar di Royal College of Art, London, dan mempresentasikan koleksi kelulusannya pada tahun 2017, serta telah menetap di Inggris sejak saat itu. Ia diam-diam mengerjakan pesanan custom hingga sebuah kesempatan di inkubator desain Fashion East milik Lulu Kennedy, sebuah launchpad bagi desainer seperti Jonathan Anderson, Grace Wales Bonner, dan Simone Rocha untuk peragaan Fall dan Spring 2023 memberikannya platform untuk memamerkan karyanya. Pada tahun 2024, ia meraih LVMH Prize. Namun bahkan dengan semua perbincangan tersebut, Standing Ground tetap kecil, beroperasi dari sebuah atelier mungil di 180 Strand, pusat seni dan fashion London.

Standing Ground_03
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Michael tidak bekerja berdasarkan mood board yang penuh dengan foto-foto potongan film lama dan gambar runway retro. Sebaliknya, ia melihat jauh, jauh ke belakang untuk menciptakan sesuatu yang berorientasi ke masa depan, berfokus pada kemurnian dan ketahanan desain kuno serta fenomena yang terjadi secara alami. Hasilnya adalah sesuatu yang terasa sekaligus prasejarah dan samar-samar sci-fi pada saat yang bersamaan. Jika ada yang bisa dibandingkan, rancangannya seolah berdialog dengan karya-karya terbaru Pieter Mulier di Alaïa, dan secara lebih luas, mengingatkan pada cara Azzedine Alaïa menggunakan kain teknis untuk berinteraksi dengan tubuh.

Standing Ground_04
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Ia menggelar pertunjukan runway solo pertamanya pada tahun 2024, mempresentasikan koleksi Spring 2025 yang membangun fondasi dari apa yang ia lakukan di Fashion East. Koleksi hari ini bukanlah sebuah perubahan radikal dari ide-ide awalnya, melainkan semakin mempertegas keahlian sang desainer. Langkah naik ke level couture terasa sejalan dengan tujuan yang telah ia tetapkan untuk mereknya. Pendekatannya berbeda dari kebanyakan dalam bisnis fashion saat ini. Ia telah mengesampingkan citra publik demi bisnis custom-order, membangun basis klien yang kecil namun setia melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Standing Ground memiliki akun Instagram, namun tidak ada penyebutan website di mana pun. Namun ia memiliki sesuatu yang istimewa untuk ditawarkan, dan ia tampaknya percaya diri dengan pengetahuan tersebut. Untuk menyatakan yang sudah jelas, Michael secara harfiah sedang "standing his ground", teguh pada pendiriannya sendiri.

BACA JUGA:

Edward Cuming: Meniti Karier di Zara & Kini Jadi Desainer yang Mulai Diperhitungkan

10 Desainer yang Menempatkan Tubuh sebagai Pusat Karyanya

(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Graceilla Alexandra; Foto: Courtesy of BAZAAR US)