Untuk pertunjukan runway debutnya sebagai direktur kreatif Chanel, Matthieu Blazy memperkenalkan sebuah kolaborasi yang memikat industri fashion. Beberapa tampilan menampilkan kemeja hasil dari pembuat kemeja Prancis ternama, Charvet di mana para model mengenakan kemeja tuksedo bib-front yang dihiasi detail mutiara di bagian leher yang kemudian disulam dengan tulisan "Chanel" dalam skrip kursif, dan dipadukan rantai chain link khas rumah mode tersebut di sepanjang hem-nya sehingga jatuhnya terlihat sempurna. Koleksi resort 2027-nya yang ditampilkan di Biarritz musim semi ini juga menampilkan kemeja lain yang dilapisi renda eyelet di bagian bib-nya.
Chanel sebenarnya tidak biasa melakukan kolaborasi. Bahkan, pihaknya menyebut ini sebagai sebuah "percakapan" ketimbang kolaborasi. Namun Chanel dan Charvet berbagi komitmen istimewa terhadap savoir-faire dan standar presisi tertentu dalam desain. Dan kini, kedua merek ini memperluas dialog mereka: Chanel mengumumkan pagi ini bahwa pihaknya mengakuisisi pembuat kemeja asal Place Vendôme tersebut.
BACA JUGA: Gaun Pengantin Chanel Dua Lipa Adalah Karya Bridal Pertama Matthieu Blazy
Chanel Spring 2026
Charvet sebenarnya sudah menikmati ketenaran di kalangan tertentu. Setiap kali para pelaku mode Amerika turun ke Paris, mereka selalu menyempatkan diri untuk mampir dan menelusuri koleksi jas dan kemeja bespoke, sandal kulit, dasi sutra, serta kaus kaki katun yang ditawarkan. Namun pertunjukan Chanel telah melambungkan label "IYKYK" ini ke tingkat ketenaran yang lebih besar, mendorong banyak orang untuk penasaran tentang asal-usulnya.
Joseph-Christophe Charvet membuka toko kemejanya di rue Richelieu, Paris pada tahun 1838, sebelum kemudian pindah ke 28 Place Vendôme pada tahun 1982, di mana toko tersebut telah berkantor pusat sejak saat itu. Pada tahun 1965, bisnis ini diakuisisi oleh Dennis Colban yang kemudian meneruskan kepemilikannya kepada para keturunannya. Kliennya yang mengesankan mencakup Marcel Proust, Jean Cocteau, Charles de Gaulle, John F. Kennedy, Yves Saint Laurent, dan Gabrielle "Coco" Chanel. Pemain polo, Arthur "Boy" Capel yang juga mantan kekasih sekaligus muse-nya adalah pelanggan setia dan yang memperkenalkan Coco Chanel pada Charvet. Gabrielle terkenal kerap meminjam kemeja Charvet milik Arthur, sebuah kebiasaan yang menginspirasinya untuk menginjeksi pengaruh busana pria yang kuat ke dalam rancangannya dan menginspirasi kolaborasi antar merek.
Chanel Resort 2027
Saat ini, Charvet kerap dikunjungi oleh para pelanggan berselera tinggi yang mencari cita rasa "Old World" dalam dunia fashion. Dan itulah tepatnya yang ingin dilestarikan oleh Chanel, sebuah rumah mode yang berada di garis terdepan percakapan fashion dan kemewahan dengan Matthieu kini berada di pucuk kepemimpinan. "Proyek ini merupakan pertemuan dua perusahaan Paris bersejarah yang memilih untuk bersatu dan dipersatukan oleh standar yang sama serta komitmen bersama terhadap keunggulan," ungkap Jean-Claude Colban, direktur pelaksana Charvet dalam pernyataan resminya.
Bruno Pavlovsky, presiden aktivitas fashion di Chanel dan Chanel SAS turut menyuarakan sentimen serupa: "Di Chanel, kami selalu menganggapnya sebagai tanggung jawab kami untuk mendukung, melestarikan, dan mengabadikan keahlian artisanal yang langka ini yang mewujudkan keahlian luar biasa sekaligus bagian penting dari warisan budaya kita."
Menurut siaran pers, peran Chanel adalah untuk mendukung praktik-praktik yang sudah ada di Charvet sambil "menghormati independensi kreatifnya." Akuisisi ini kemungkinan akan membawa lebih banyak kemeja Charvet ke panggung runway Chanel, salah satu launchpad terpenting untuk ide-ide dalam industri fashion saat ini. Jadi, satu hal yang pasti: bersiaplah untuk melihat lebih banyak tren kemeja dalam beberapa tahun ke depan.
BACA JUGA:
Visi Modern Matthieu Blazy untuk Warisan Gabrielle Chanel di Koleksi Chanel Cruise 2026/2027
Koleksi Terbaru Chanel di Watches and Wonders 2026
(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Graceilla Alexandra; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
