Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

10 Desainer yang Menempatkan Tubuh sebagai Pusat Karyanya

Dari Azzedine Alaïa hingga Dilara Findikoglu, para kreator ini menghadirkan koleksi yang merefleksikan tema pameran kostum Met.

10 Desainer yang Menempatkan Tubuh sebagai Pusat Karyanya
Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Tema besar Met Gala selalu menghadirkan pertanyaan yang menarik sekaligus terbuka untuk berbagai interpretasi. Tahun ini, pameran mengusung judul "Costume Art," dengan arahan kuratorial yang berfokus pada konsep the dressed body. Pameran ini akan dibagi ke dalam beberapa bagian seperti naked body atau pregnant body untuk menyoroti hubungan yang tak terpisahkan antara busana dan tubuh, sekaligus interaksi kompleks antara representasi artistik tubuh dan fashion sebagai bentuk seni yang melekat pada tubuh. Jadi, meskipun dress code resminya adalah “Fashion is Art,” tubuh tetap akan menjadi pertimbangan utama bagi para tamu dalam memilih tampilan mereka.

BACA JUGA: 29 Gaun Met Gala Terbaik Sepanjang Masa, Menurut Editor Bazaar

Di satu sisi, interpretasi ini bisa dengan mudah mengarah pada konsep naked dress. Bayangkan slip dress Carrie Bradshaw rancangan Donna Karan di musim pertama Sex and the City yang kerap dianggap memopulerkan istilah tersebut. Atau lebih tepatnya, gaun ikonik milik Marilyn Monroe yang kemudian dikenakan oleh Kim Kardashian pada 2022. Di sisi lain, tema ini juga dapat mengarah pada karya desainer yang memanipulasi bentuk tubuh secara radikal. Contohnya adalah koleksi “Lumps and Bumps” dari Rei Kawakubo untuk Comme des Garçons Spring 1997 yang hingga kini masih menjadi referensi penting dalam dunia fashion. Di antara dua pendekatan tersebut, hadir pula desainer kontemporer seperti Dilara Findikoglu dan Zoe Gustavia Anna Whalen yang sekaligus mengekspos dan mendistorsikan bentuk tubuh manusia sebagai kritik sekaligus perayaan.

Pada dasarnya, setiap desainer berhadapan dengan tubuh manusia.

Berikut 10 desainer yang konsisten menjadikan tubuh sebagai pusat eksplorasi kreatif mereka:

1. Azzedine Alaïa

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Linda Evangelista berjalan di runway Alaïa Spring 1990

Dijuluki “King of Cling,” Azzedine Alaïa dikenal lewat inovasi material stretch yang membentuk siluet bodycon yang berani, termasuk bandage dress yang ikonik. Karyanya pada era '80-an hingga awal 2000-an selalu memeluk sekaligus merayakan bentuk tubuh perempuan. Hingga kini, interpretasi tersebut terus dilanjutkan oleh Pieter Mulier.

2. Elsa Schiaparelli dan Daniel Roseberry

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Bella Hadid mengenakan lung dress Schiaparelli rancangan Daniel Roseberry di Cannes 2021

Di labelnya, Elsa Schiaparelli tidak hanya menempatkan tubuh perempuan sebagai pusat desain, tetapi juga menjadikannya simbol yang playful dan penuh makna. Salah satu contohnya adalah gaun “Skeleton” hasil kolaborasinya dengan Salvador Dalí. Kini, Daniel Roseberry melanjutkan eksplorasi tersebut dengan elemen yang lebih ekstrem seperti bentuk paru-paru, hidung, hingga jantung kristal.

3. Duran Lantink

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Koleksi Fall 2025 dari Duran Lantink

Sebagai salah satu desainer paling provokatif, Duran Lantink dikenal lewat eksplorasi tubuh yang kontroversial. Dalam koleksi Fall 2025, ia menampilkan model perempuan dengan ilusi tubuh pria berotot serta model pria dengan bentuk dada perempuan. Karya-karyanya di Jean Paul Gaultier juga mengeksplorasi bentuk tubuh melalui teknik visual yang berani.

4. Thierry Mugler

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Koleksi Fall 1995 dari Thierry Mugler

Sejak 1970-an, Thierry Mugler menghadirkan siluet feminin yang dramatis dengan bahu tegas dan garis tubuh yang ekstrem. Estetika ini semakin kuat melalui momen-momen ikonik seperti video musik Too Funky milik George Michael. Kini, pendekatan tersebut diteruskan oleh Miguel Castro Freitas.

5. Demna

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Koleksi Fall 2026 dari Gucci oleh Demna

Dari Vetements hingga Balenciaga dan kini Gucci, Demna terus mengeksplorasi relasi antara tubuh dan busana. Siluetnya bergerak antara oversized ekstrem dan body-hugging yang sangat ketat, mencerminkan dinamika antara menutupi dan menonjolkan tubuh.

6. Rei Kawakubo di Comme des Garçons

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Koleksi Spring 1997 dari Comme des Garçons oleh Rei Kawakubo

Sejak mendirikan Comme des Garçons, Rei Kawakubo terus menantang definisi tubuh dalam fashion. Koleksi “Lumps and Bumps” menjadi salah satu contoh paling ikonik dan eksplorasi ini terus berlanjut hingga koleksi terbarunya.

7. Dilara Findikoglu

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Julia Fox mengenakan look dari koleksi Spring 2025 Dilara Findikoglu di Vanity Fair Oscar Party 2025

Karya Dilara Findikoglu berfokus pada eksplorasi batas antara pengekangan dan kebebasan perempuan. Korset, leather sculptural, hingga material transparan menjadi medium untuk mengeksplorasi tubuh, sering kali dengan elemen yang kontras antara indah dan provokatif.

8. Jackson Wiederhoeft

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Koleksi Spring 2026 dari Jackson Wiederhoeft

Melalui labelnya, Jackson Wiederhoeft menghadirkan reinterpretasi korset untuk era modern. Ia merancang busana untuk berbagai tipe tubuh dan identitas gender, dengan pendekatan yang tetap menghormati dan merayakan tubuh dalam segala bentuknya.

9. Matières Fécales

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Koleksi Fall 2025 dari Matières Fécales

Didirikan oleh Hannah Rose Dalton dan Steven Raj Bhaskaran, brand ini mengusung estetika “post-human.” Siluet tubuh didistorsi secara ekstrem, menghadirkan bentuk yang sekaligus terasa asing namun tetap menarik secara visual.

10. Zoe Gustavia Anna Whalen

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Koleksi Fall 2025 dari Zoe Gustavia Anna Whalen

Dalam koleksi Fall 2026 bertajuk “Birthing Circle,” Zoe Gustavia Anna Whalen mengeksplorasi tubuh perempuan dalam konteks kehamilan dan kelahiran. Ia menyebutnya sebagai “love letter to a body,” dengan desain yang menghadirkan bentuk tubuh sebagai pusat narasi emosional sekaligus visual.

BACA JUGA:

Panduan Lengkap untuk Semua Cochair Met Gala 2026

Kilasan Lengkap Gaya Beyoncé di Met Gala dari Tahun ke Tahun

(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)