Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

7 Langkah Sederhana untuk "Jatuh Cinta" Lagi dengan Pekerjaan Anda

Bagi siapa pun yang sedang berada di persimpangan karier, dr. Claire Kaye mengembangkan sebuah metode untuk membantu menemukan arah dan kejernihan. Kepada Lydia Slater, ia membagikan langkah-langkahnya.

7 Langkah Sederhana untuk
Courtesy of Bazaar UK

 Ironisnya, justru tawaran promosi yang selama ini diimpikan membuat dr. Claire Kaye mempertanyakan kembali arah kariernya. “Di atas kertas, posisi itu adalah semua yang selama ini saya impikan,” ujarnya. “Namun, setiap kali memikirkan untuk menerimanya, saya justru merasa mual.”

BACA JUGA: Perlukah Kita Menerapkan 'Lazy Girl Job?'

Sebelum momen penting tersebut, Claire telah bekerja di NHS selama hampir dua dekade, sebagian besar sebagai dokter umum (general practitioner atau GP) yang sukses. Namun, selama beberapa tahun terakhir, ia mulai menyadari bahwa kepuasannya terhadap pekerjaan semakin berkurang. “Saya tidak lagi merasakan antusiasme saat memulai minggu kerja,” katanya. “Saya tahu ada sesuatu yang tidak terasa benar, tetapi saya juga merasa takut dan terjebak, dipenuhi keraguan terhadap diri sendiri, dengan suara negatif di kepala yang terus berkata, ‘Anda tidak bisa melakukan hal lain.’ Lagi pula, jika saya bukan seorang dokter, lalu siapa saya?”

Seorang rekan sesama dokter menyarankan Claire untuk mencoba career coaching agar dapat membantu menjernihkan keraguannya. “Menurut saya, itu terdengar luar biasa,” ujarnya. “Jadi, saya memutuskan melakukan sesuatu yang sebelumnya hampir tidak pernah saya lakukan dalam pekerjaan, yaitu mendengarkan diri sendiri.” Alih-alih menerima promosi tersebut, Claire memutuskan meninggalkan dunia kedokteran dan menjalani pelatihan untuk menjadi seorang coach. “Sebagai dokter, saya menghabiskan sebagian besar kehidupan profesional saya menjadi seorang coach tanpa benar-benar menyadarinya, yaitu membantu orang memahami kisah hidup mereka, mencari tahu apa yang mereka inginkan, dan mendampingi mereka untuk mencapainya,” jelasnya.

Courtesy of Bazaar UK

Dr. Claire Kaye

Kini, Claire mendampingi perempuan-perempuan yang berada dalam situasi serupa, baik setelah mendapatkan promosi atau mengalami PHK, kembali bekerja usai cuti melahirkan, menghadapi fase kehidupan yang penuh tantangan seperti perimenopause, perceraian, atau kehilangan orang terdekat, maupun sekadar merasa tidak lagi menikmati pekerjaan yang dahulu begitu dicintai. “Semua itu adalah momen ketika kita berhenti sejenak dan bertanya, ‘Apakah saya masih ingin melanjutkan jalan ini?’” ujarnya. “Saya rasa sebagian besar dari kita bertahan di pekerjaan jauh lebih lama daripada yang seharusnya. Ketika pertanyaannya terasa terlalu besar, kita sering kali memilih untuk tidak melakukan apa pun. Kita hanya terus berjalan mengikuti travelator kehidupan.”

“Sebagian besar dari kita bertahan di pekerjaan jauh lebih lama daripada yang seharusnya. Kita hanya terus berjalan mengikuti travelator kehidupan.”

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh situasi ekonomi saat ini yang penuh tantangan sehingga lowongan pekerjaan baru semakin sulit ditemukan. Tidak mengherankan jika banyak orang memilih untuk tetap bertahan dalam pekerjaan yang tidak lagi memberikan kepuasan. Sebagian lainnya mengekspresikan ketidakpuasan melalui fenomena quiet quitting, istilah yang populer di kalangan Generasi Z, yaitu hanya melakukan pekerjaan sebatas memenuhi kewajiban sesuai kontrak tanpa memberikan waktu maupun usaha tambahan untuk peran yang sudah tidak lagi mereka nikmati.

Penulis artikel ini pun akhirnya meminta bantuan Claire setelah berhasil pulih dari masalah kesehatan yang datang secara tak terduga. Pengalaman tersebut membuatnya merasa cemas dan tidak bahagia, sekaligus mempertanyakan apakah ia perlu menata ulang hidupnya secara menyeluruh agar terasa lebih ringan dan tidak lagi dipenuhi stres.
 
Selama enam sesi yang menarik melalui Zoom, didorong oleh pertanyaan-pertanyaan Claire yang lembut namun tajam serta berbagai latihan yang memancing refleksi, kami berhasil mengidentifikasi dengan jelas apa yang sebenarnya saya cari dari karier saya, mengungkap nilai-nilai yang paling saya pegang, serta mengeksplorasi cara untuk menerapkannya lebih sering dalam kehidupan sehari-hari. (Sebagai contoh, setelah untuk pertama kalinya menyadari betapa pentingnya waktu yang dihabiskan di alam bagi kebahagiaan saya, kini saya berkomitmen untuk berjalan kaki setiap hari di taman, sebuah rutinitas sederhana yang membantu saya menjalani hari-hari penuh rapat tanpa henti.)

Bagi saya, hasil akhirnya adalah kembali jatuh cinta pada pekerjaan yang saya jalani, meski tuntutannya tetap tinggi. Menurut Claire, hal serupa juga dialami oleh lebih dari separuh kliennya. Ia membekali mereka dengan berbagai strategi yang dapat digunakan apabila di kemudian hari kembali menghadapi masa-masa sulit. Namun, jika proses tersebut justru menegaskan bahwa Anda memang telah mencapai akhir perjalanan dalam karier saat ini, career coaching dapat membantu Anda melangkah ke tahap berikutnya dengan tujuan yang lebih jelas dan sikap yang lebih positif.

Terlepas dari apakah Anda sedang merasa jenuh dengan pekerjaan atau tidak, menurut Claire, inilah saat yang tepat untuk melakukan career coaching terhadap diri sendiri. Ketika out-of-office reply sudah diaktifkan dan, semoga saja, satu-satunya agenda yang menanti hanyalah menikmati sebuah novel di kursi berjemur, Anda mungkin akan menemukan arah baru. Siapa tahu, setelah liburan usai, Anda akan kembali ke meja kerja yang sama sekali berbeda.

Tujuh Langkah dr. Claire Kaye untuk Menemukan Arah Karier


1. Berhentilah sejenak agar Anda dapat mendengar suara diri sendiri

Pasang pengatur waktu selama 10 menit, lalu duduklah di tempat yang bebas dari gangguan. Tuliskan semua hal yang terasa tidak beres. Tujuannya adalah memindahkan berbagai pikiran yang terus berputar di kepala ke dalam tulisan sehingga Anda dapat melihatnya dengan lebih jelas.

2. Evaluasi apa yang berjalan baik dan apa yang tidak

Buat dua kolom. Pada kolom pertama, tuliskan: “Apa yang memberi saya energi?” Pada kolom kedua, tuliskan: “Apa yang menguras energi saya?” Cobalah untuk spesifik mengenai momen, tugas, dan interaksi yang mengisi hari Anda. Setelah itu, lingkari hal-hal yang menurut Anda paling penting. Di situlah perubahan akan memberikan dampak terbesar.

3. Ingatlah bahwa tidak setiap persimpangan karier berarti Anda harus pergi

Gambarkan sebuah kurva berbentuk lonceng. Di sisi kiri adalah awal dari sebuah babak baru, ketika segala sesuatu terasa segar, menantang, dan membangkitkan semangat. Di puncak kurva adalah fase ketika Anda merasa mampu, tertantang, dan puas dengan pekerjaan. Kemudian, di sisi kanan, situasi mulai berubah. Mungkin Anda belum siap meninggalkan pekerjaan tersebut, tetapi pekerjaan mulai memberi lebih sedikit atau justru menuntut lebih banyak. Semakin ke bawah, semakin jelas bahwa Anda membutuhkan sesuatu yang baru. Tandai posisi Anda saat ini pada kurva tersebut.

4. Lihatlah gambaran yang lebih besar sebelum mengambil keputusan jangka pendek

Tuliskan satu paragraf pendek seolah-olah Anda sedang berada lima tahun di masa depan dan sedang melihat kembali momen ini. Mulailah dengan kalimat, “Saya sangat bersyukur karena saya….” Lanjutkan dengan, “Saya berharap saya tidak….” Kemudian akhiri dengan bertanya kepada diri sendiri, “Jika tidak ada yang berubah selama lima tahun ke depan, bagaimana perasaan saya?” Latihan ini sering kali membantu mengungkap apa yang benar-benar penting.

5. Bedakan suara hati Anda dengan ekspektasi orang lain

Ambil selembar kertas kosong dan bagi menjadi dua bagian. Beri judul kolom pertama “Apa yang saya inginkan” dan kolom kedua “Apa yang saya pikir seharusnya saya inginkan”. Tuliskan semua hal yang muncul dalam pikiran Anda pada masing-masing kolom. Setelah selesai, kembali ke kolom kedua dan coret semua hal yang sebenarnya terasa tidak sesuai dengan diri Anda.

6. Tetapkan satu batasan yang memberi Anda lebih banyak ruang

Identifikasi satu area dalam hidup yang secara konsisten lebih banyak menguras energi daripada memberikannya. Pilih satu tindakan: kurangi, delegasikan kepada orang lain, atau hentikan sama sekali. Satu batasan yang diterapkan dengan konsisten dapat membawa perubahan yang jauh lebih besar daripada yang Anda bayangkan.

7. Ambil satu langkah kecil, meskipun Anda belum merasa siap

Tuliskan tiga langkah sederhana dengan risiko rendah yang dapat membawa Anda menuju sesuatu yang baru. Pilih satu di antaranya, lalu lakukan dalam 48 jam ke depan. Momentum akan membangun kepercayaan terhadap diri sendiri. Dan sering kali, itulah hal yang selama ini paling Anda butuhkan.

BACA JUGA

Work Life Balance dan 5 Langkah Menerapkannya

Tips Membuat CV Anda Agar Menjadi Lebih Berkualitas

(Penulis: Lydia Slater; Artikel ini disadur dari: Bazaar UK; Alih bahasa: Naila Asmat; Foto: Courtesy of Bazaar UK)