Dinamika travelling kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perpindahan dari satu destinasi ke destinasi lain. Bagi banyak pelancong, setiap perjalanan menjadi bentuk ekspresi passion dan minat pribadi, di mana pengalaman seni, budaya, dan musik bisa menjadi alasan utama di dalamnya. Marriott International melihat adanya pergeseran dari makna travelling oleh para pelancong.
BACA JUGA: 30 Hotel Kota Terbaik di Eropa untuk Dikunjungi pada 2026
Melalui Marriott Bonvoy Indonesia, sebuah platform perjalanan global menghadirkan dari beragam hotel hingga pengalaman istimewa yang dapat menghubungkan wisatawan melalui destinasi dan budaya, sehingga setiap perjalanan menghadirkan momen koneksi yang lebih bermakna. Platform ini resmi menghadirkan The Circle by Marriott Bonvoy, yang mengundang para wisatawan untuk turut merasakan pengalaman berkesan yang dapat dibawa pulang dalam hati.
Dengan mengkurasi pengalaman seni, musik, budaya, dan hiburan berkelas, edisi pertamanya bertajuk "Jejak Nada" akan hadir sebagai sebuah konser orkestra monumental pada 3 Juli 2026 pukul 18:00 WIB di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, berkolaborasi dengan maestro kebanggaan Indonesia, Andi Rianto, beserta Magenta Orchestra.
Perpaduan Harmoni dan Makna di Dalam “The Circle”
Debut orkestra “Jejak Nada” mengusung konsep yang dapat merefleksikan bagaimana musik menjadi sebuah pengalaman yang mampu melampaui batas waktu, meninggalkan resonansi emosional yang terasa dekat, membangkitkan kenangan lama, namun tetap hadir dengan energi yang segar dan relevan. “Bagi saya, musik selalu lebih dari sekadar bunyi. Musik membawa kenangan, emosi, dan cerita yang menemani kita sepanjang hidup. Melalui "Jejak Nada", kami ingin menciptakan sebuah pengalaman di mana penonton dapat kembali terhubung dengan lagu-lagu yang mungkin pernah menemani berbagai babak kehidupan mereka.” ujar Andi Rianto.
Di bawah arahan musikal Andi Rianto, pengalaman orkestra ini menghidupkan kembali lagu-lagu ikonis yang melekat dihati lintas generasi. Melalui sentuhan aransemen kontemporer dari Magenta Orchestra, perayaan musik “Jejak Nada” menelusuri kenangan musikal yang tak terlupakan. Selama puluhan tahun, Andi Rianto telah mewarnai industri musik dan perfilman Indonesia melalui karya-karya ikonisnya. Beragam penghargaan bergengsi, mulai dari AMI, Piala Citra FFI, hingga Piala Vidia untuk Kapan Kita Pacaran Lagi? pada tahun 2005. Keterlibatannya sebagai Pengarah Musik di berbagai perhelatan nasional, semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu komposer terkemuka Tanah Air.
Selama lebih dari dua dekade, Magenta Orchestra juga telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ansambel orkestra terkemuka di Indonesia, dikenal melalui kolaborasi dengan musisi ternama serta kemampuannya menghadirkan interpretasi megah dan relevan atas lagu-lagu favorit lintas generasi.
Diikuti dengan suara-suara terbaik masa kini, “Jejak Nada” turut menghadirkan lineup yang dapat dinikmati lintas generasi. Dimulai dengan diva pop Indonesia, Kris Dayanti yang selama tiga dekade telah menjadi figur berpengaruh di industri musik Indonesia. Diikuti dengan Tulus, sebagai musisi kontemporer yang membentuk warna baru untuk karya musik Indonesia yang penuh dengan makna. Selain merayakan karya-karya ikonis, panggung ini juga menyoroti musisi yang tengah membentuk wajah baru industri musik Indonesia.
Mewakili generasi baru, Nadhif Basalamah dan Anggi Marito menjejakkan musiknya yang tengah naik daun saat ini. Tidak hanya musisi Tanah Air, merayakan semangat kolaborasi di Asia Tenggara, “Jejak Nada” menghadirkan penyanyi sekaligus penulis lagu Didie Shazry, pemenang Raise The Star Malaysia 2025, bersama seorang bintang spesial dari Malaysia yang akan segera diumumkan. Kehadiran keduanya menjadi simbol bagaimana musik dapat menyatukan koneksi antar negara melalui bahasa yang universal.
"Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan maestro kebanggaan Indonesia, Andi Rianto, dan Magenta Orchestra yang luar biasa untuk mewujudkan “Jejak Nada”, dan sangat bersemangat untuk menciptakan malam tak terlupakan yang menyatukan hati dengan cara yang benar-benar bermakna." ujar Ramesh Jackson, Regional Vice President, Indonesia dan Malaysia, Marriott International.
Informasi Acara & Penjualan Tiket
Penjualan tiket reguler akan berlangsung hingga 2 Juli 2026 dan tersedia melalui tautan berikut.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai The Circle by Marriott Bonvoy dan konser Jejak Nada, silakan kunjungi link ini dan ikuti akun Instagram @jointhecircle.id.
BACA JUGA:
Ariana Grande dan Kembalinya Era Video Musik Naratif
"Duet" Anggun Bersama Pavarotti di Konser Musik Klasik
(Penulis: Kirana Anindya)
