Di antara lanskap tebing dramatis dan panorama Samudra Hindia, The Bvlgari Spa di Bvlgari Resort Bali kembali memperluas narasi wellness-nya. Kali ini, destinasi spa mewah tersebut memperkenalkan rangkaian facial treatment terbaru bersama Augustinus Bader, brand skincare berbasis sains yang dikenal melalui pendekatan regenerative medicine dan teknologi TFC8®.
BACA JUGA: Amanjiwo dan Jeda yang Menenangkan
Kehadiran Augustinus Bader di The Bvlgari Spa menandai babak baru dalam pengalaman luxury wellness di Bali. Bukan sekadar peluncuran menu facial terbaru, kolaborasi ini dirancang sebagai perjalanan menyeluruh yang memadukan presisi sains, ritual perawatan, suasana resort yang tenang, serta sentuhan hospitality khas Bvlgari Resort Bali.
The Bvlgari Spa sendiri menjadi bagian penting dari cerita ini. Terletak di area cliffside sanctuary, ruang-ruang treatment-nya terbuka ke arah laut, menghadirkan suara ombak dan hijaunya lanskap tropis sebagai bagian dari pengalaman relaksasi. Dalam suasana tersebut, perawatan wajah tidak hanya dipahami sebagai ritual kecantikan, tetapi juga sebagai momen pemulihan tubuh dan pikiran.
Augustinus Bader membawa dimensi berbeda ke dalam pengalaman tersebut. Brand ini diluncurkan pada 2018 dan berakar dari riset Professor Augustinus Bader, MD, PhD, seorang ahli stem cell research dan regenerative medicine. Namanya dikenal luas melalui dua produk ikonis dalam botol biru, The Cream dan The Rich Cream, yang kemudian menjadikan Augustinus Bader salah satu nama paling berpengaruh dalam kategori science-led luxury skincare.
Formula Augustinus Bader banyak dibicarakan karena teknologi TFC8®, atau Trigger Factor Complex. Teknologi paten ini dirancang untuk mendukung komunikasi antar-sel kulit, membantu proses pembaruan alami kulit, serta mendukung kesehatan dan vitalitas kulit dari waktu ke waktu. Karena itu, TFC8® menjadi highlight utama dalam kolaborasi ini: bukan hanya sebagai ingredient story, tetapi sebagai fondasi dari filosofi perawatan yang fokus pada long-term skin health.
Di The Bvlgari Spa, teknologi tersebut diterjemahkan ke dalam empat pilihan facial treatment: Augustinus Bader Exclusive Bvlgari Facial, Augustinus Bader Longevity Facial, Augustinus Bader Glow Facial, dan Augustinus Bader Jet Lag Facial. Perawatan paling komprehensifnya, Augustinus Bader Exclusive Bvlgari Facial, berlangsung selama 90 menit dan menggabungkan teknologi TFC8® dengan fascia massage serta teknik gua sha untuk mendukung skin renewal sekaligus membantu mempertegas kontur wajah.
Sementara itu, Augustinus Bader Longevity Facial menawarkan pendekatan 90 menit yang berfokus pada vitalitas kulit jangka panjang, dengan ritual triple cleansing, targeted massage, active formulations, mask treatment, serta extended hand and arm massage menggunakan produk body care Augustinus Bader. Untuk kebutuhan yang lebih spesifik, Glow Facial dan Jet Lag Facial hadir sebagai perawatan berdurasi lebih singkat dengan protokol yang lebih terarah. Ideal untuk kulit yang tampak lelah, dehidrasi, atau membutuhkan dorongan radiance setelah perjalanan.
Namun pengalaman ini tidak berhenti di ruang treatment. Peluncuran Augustinus Bader di Bvlgari Resort Bali juga dirangkai layaknya sebuah wellness retreat. Para tamu diajak mengikuti sesi 'In Conversation with Christiane Werron di Spa Relaxation Lounge', yang membahas sejarah Augustinus Bader, riset di balik brand, serta filosofi skin longevity yang menjadi dasar pendekatan perawatannya.
Rangkaian kemudian berlanjut dengan pengalaman langsung mencoba The Augustinus Bader Exclusive Bvlgari Facial di The Bvlgari Spa. Di dalam treatment room yang menghadap laut, rangkaian produk Augustinus Bader diaplikasikan melalui ritual yang menggabungkan sentuhan tangan, teknik gua sha, serta pijatan yang dirancang untuk membantu penyerapan produk dan mendukung proses revitalisasi kulit.
Sebagai pelengkap, pengalaman wellness ini juga menghadirkan sesi Tai Chi and Gong Meditation di Spa Wellness Pavilion. Sesi ini memberi dimensi yang lebih mindful dan restorative, memperluas makna perawatan dari sekadar skincare menjadi momen untuk menenangkan tubuh, mengatur napas, dan mengembalikan keseimbangan diri.
Perjalanan kemudian ditutup dengan farewell dinner di Il Ristorante – Niko Romito, bersama Christiane Werron. Dalam suasana yang lebih intim, pengalaman kuliner ini menjadi penutup yang elegan dari rangkaian wellness retreat, yang menyatukan edukasi, ritual perawatan, meditasi, dan hospitality dalam satu narasi yang utuh.
Kehadiran Christiane Werron, Executive Director Global Education & Spa Distribution Augustinus Bader, juga memperkuat peluncuran ini. Perannya mendukung integrasi metodologi dan training Augustinus Bader di The Bvlgari Spa, memastikan setiap treatment tidak hanya terasa mewah, tetapi juga selaras dengan pendekatan brand terhadap precision, performance, dan skin health.
Dalam pernyataannya, Carlo Bevilacqua, General Manager Bvlgari Resort Bali, menyebut kolaborasi ini sebagai pertemuan antara teknik dan ingredient yang terbukti secara ilmiah dengan kehangatan hospitality Bali, dalam setting yang menghadap langsung ke laut. Ia juga menekankan keseimbangan antara pendekatan skincare yang presisi dengan rasa care, calm, dan personal attention yang menjadi karakter pengalaman di resort.
Melalui kolaborasi ini, The Bvlgari Spa tidak sekadar menambahkan menu facial baru. Ia menghadirkan babak baru dalam luxury wellness di Bali, di mana skincare berbasis riset bertemu dengan ritual spa yang sensorial, restorative, dan deeply personal. Sebuah pengalaman yang menegaskan bahwa luxury beauty hari ini tidak lagi hanya berbicara tentang hasil instan, tetapi juga tentang pemulihan, longevity, dan cara kita merawat diri dengan lebih sadar.
Augustinus Bader facial treatments kini tersedia di The Bvlgari Spa, Bvlgari Resort Bali.
BACA JUGA:
Merasakan Pengalaman Tren Sleep Tourism di 5 Resort Ini
Retret Wellness ala Knai Bang Chatt Siap Menyambut Anda di Kamboja
(Penulis: Erica Arifianda; Layout: Devon Satrio)
