Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Art Jakarta Gardens 2026 Kembali Menegaskan Dialog antara Seni dan Alam di Tengah Jakarta

Dalam edisi kelimanya, Art Jakarta Gardens menghadirkan 26 galeri, 31 karya patung dan instalasi, serta rangkaian kolaborasi yang memperluas pengalaman menikmati seni rupa kontemporer di ruang terbuka.

Art Jakarta Gardens 2026 Kembali Menegaskan Dialog antara Seni dan Alam di Tengah Jakarta
Layout: Adzki Asakiinah

Di tengah kota Jakarta yang terus bergerak, Hutan Kota by Plataran kembali menjadi ruang yang terasa berbeda.

BACA JUGA: Art Jakarta Papers Hadir untuk Eksplorasi para Seniman pada Medium Kertas

Selama enam hari, pepohonan, jalur setapak, dan hamparan hijau di tengah kota menjadi latar bagi karya-karya yang hadir tanpa memisahkan diri dari lingkungan sekitarnya. Melalui Art Jakarta Gardens 2026, seni rupa kontemporer kembali menemukan cara untuk terasa lebih dekat, lebih terbuka, dan lebih mudah diakses.

Courtesy of Art Jakarta Gardens

Memasuki edisi kelimanya, Art Jakarta Gardens menghadirkan 26 galeri dari Indonesia dan kawasan Asia. Partisipasi yang terus bertambah sejak edisi perdana menunjukkan bagaimana format pekan seni ruang terbuka ini semakin mendapat tempat dalam lanskap seni rupa regional.

Courtesy of Art Jakarta Gardens

Salah satu bagian yang paling dinantikan kembali hadir melalui segmen Sculpture Garden. Sebanyak 31 karya patung dan instalasi dari 29 seniman lintas generasi tersebar di berbagai sudut Hutan Kota by Plataran. Ada karya yang monumental, ada yang lebih kontemplatif, namun semuanya berubah mengikuti cahaya, udara, dan pergerakan pengunjung.

Courtesy of Art Jakarta Gardens

Menurut Hafidh Ahmad Irfanda, kehadiran lima galeri baru, termasuk dari Kuala Lumpur, Taipei, dan Seoul, mencerminkan semakin luasnya peluang pertukaran regional dan exposure internasional bagi seniman Indonesia.

Sebagai bagian dari perjalanan Art Jakarta yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun sejak diinisiasi oleh MRA Media, platform ini terus berkembang secara organik. Setelah menghadirkan Art Jakarta Papers pada awal tahun, Art Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem seni yang dinamis dan terus bergerak.

Courtesy of Art Jakarta Gardens

Kolaborasi dengan berbagai mitra juga memberi lapisan yang berbeda pada pengalaman tahun ini. Bibit bersama Mulyana, atau kerap dipanggil Mangmoel, menghadirkan Tentacles of Wealth, instalasi gurita rajut yang berbicara tentang adaptabilitas dan resiliensi. BCA melalui MyBCA Space menghadirkan Flazz Your Day, sementara iForte Energi berkolaborasi dengan Sigit D. Pratama menghadirkan Solagua, yang memadukan energi matahari dan air dalam gerak yang ritmis.

Courtesy of Art Jakarta Gardens

Pengalaman menikmati karya diperluas melalui berbagai program publik, pertunjukan budaya, dan penampilan musik yang membuat Hutan Kota by Plataran tetap hidup hingga malam.

Dalam pidato pembukaannya, Fadli Zon menegaskan pentingnya membangun ekosistem seni yang kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan. Pernyataan ini terasa selaras dengan Art Jakarta Gardens sendiri, sebuah platform yang terus membuka ruang bagi seniman Indonesia untuk menampilkan karya, memperluas jaringan, dan menjangkau audiens yang semakin beragam.

Courtesy of Art Jakarta Gardens

Art Jakarta Gardens 2026 mungkin telah berakhir, namun pengalaman yang dihadirkannya kembali menunjukkan bahwa seni dapat terasa berbeda ketika ditempatkan di antara pepohonan, cahaya, dan udara terbuka di tengah kota.

BACA JUGA:

Sejarah Tubuh Manusia di “Seni Kostum,” Pameran Institut Kostum Baru

Lewat Rising Currents, RUCI Art Space Bawa Seni Kontemporer Indonesia ke Hong Kong

(Penulis: Devon Satrio)