Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Di Balik Reopening Butik Baru Rodo di Plaza Indonesia Bersama Sang CEO, Gianni Dori

Harper’s Bazaar Indonesia berbincang langsung dengan Gianni Dori di reopening butik terbaru Rodo di Plaza Indonesia.

Di Balik Reopening Butik Baru Rodo di Plaza Indonesia Bersama Sang CEO, Gianni Dori
Foto: Courtesy of Masari Group

Di tengah lanskap luxury retail yang terus berubah, Rodo membuka lembaran baru melalui reopening butik terbarunya di Level 2 Plaza Indonesia. Menghadirkan konsep ruang yang lebih refined dan intimate, butik seluas 40 meter persegi tersebut merefleksikan filosofi rumah mode asal Florence itu yang telah berdiri sejak 1956, yaitu craftsmanship, quiet luxury, dan Italian elegance yang tak lekang waktu.

BACA JUGA: Rodo Mengajak Anda untuk Melihat Koleksi Terbarunya: Suit Prestige

Foto: Courtesy of Masari Group

Terinspirasi dari showroom orisinal Rodo di Italia, butik terbaru ini memadukan garis interior yang bersih, material bernuansa hangat, hingga detail-detail subtil yang mencerminkan identitas brand. Reopening ini sekaligus menjadi momen perkenalan koleksi Spring/Summer 2026 Rodo yang merayakan perjalanan menuju anniversary ke-70 maison tersebut. Material ikonik seperti wicker dan rattan kembali dihadirkan dalam siluet yang lebih modern, ditemani palet warna baru seperti Jelly Mint dan Amber Haze.

Tidak hanya dikenal lewat anyaman khasnya, Rodo juga terus mempertahankan reputasinya lewat evening pieces yang sophisticated, mulai dari crystal-embellished clutches hingga sepatu dengan jeweled detailing yang dibuat dengan sentuhan artisan khas Italia.

Martina, putri Maurizio, bersama Giorgio dan Lorenzo, putra Gianni, bergabung dengan perusahaan sebagai generasi ketiga keluarga yang membawa fokus pada desain, craftsmanship, art direction, hingga pengembangan bisnis.

Dalam kesempatan reopening tersebut, Bazaar juga berbincang langsung dengan CEO Rodo, Gianni Dori, mengenai bagaimana maison tersebut mempertahankan identitasnya di tengah era luxury branding yang semakin loud, sekaligus menjaga relevansi craftsmanship untuk generasi baru.

Harper’s Bazaar Indonesia (HBI): Rodo memiliki heritage craftsmanship Italia yang sangat kuat. Bagaimana cara Anda menjaga warisan tersebut agar tetap terasa relevan hingga hari ini?

Gianni Dori (GD): Sangat penting bagi kami untuk terus berkembang tanpa kehilangan identitas brand. Kami selalu mencari proporsi baru, material baru, dan teknik baru. Di perusahaan kami bahkan ada tim khusus yang mempelajari teknik craftsmanship terbaru. Kadang ada hal yang 20 tahun lalu tidak bisa dibuat dan sekarang bisa dilakukan, tapi ada juga teknik lama yang justru semakin sulit ditemukan hari ini karena membutuhkan pekerjaan tangan yang sangat kompleks. Bagi kami, evolusi harus tetap berjalan, namun kualitas dan craftsmanship tidak boleh hilang.

HBI: Di saat banyak luxury brand berlomba tampil dengan logo yang bold dan sangat visible, Rodo justru tetap understated. Apakah itu memang keputusan yang disengaja sejak awal?

GD: Tentu saja. Filosofi Rodo memang selalu seperti itu. Saya ingat sekitar 30 tahun lalu, seorang klien bertanya kepada ayah saya mengapa Rodo tidak memiliki logo yang besar dan terlihat jelas. Jawaban ayah saya sederhana: “Gaya kami cukup kuat tanpa harus menunjukkan logo.” Bagi kami, desain dan siluet produk selalu menjadi fokus utama. Jika ada logo, biasanya tersembunyi dengan subtil karena kami tidak ingin merusak estetika produk itu sendiri. Luxury bagi kami bukan tentang menunjukkan nama brand secara berlebihan, tetapi tentang kualitas material, workmanship, dan desain yang dapat dikenali tanpa harus berbicara terlalu keras.

HBI: Menurut Anda sendiri, seperti apa definisi modern elegance untuk Rodo saat ini?

GD: Elegance harus selalu terasa kontemporer. Rodo memang selalu identik dengan elegance dan style, tetapi itu tidak berarti kami harus terlihat seperti masa lalu. Saya adalah generasi kedua dalam bisnis ini, dan sekarang generasi ketiga juga sudah mulai terlibat. Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya bahwa mereka harus menjaga image Rodo, namun tetap mengembangkannya agar terasa relevan untuk hari ini. Jika tidak berkembang, sebuah brand akan terlihat tua, dan itu sesuatu yang sangat saya hindari.

Foto: Courtesy of Masari Group

Jangan pernah melupakan material yang baik, workmanship, dan perhatian terhadap detail. Itu adalah hal-hal yang membuat sebuah produk bisa bertahan selama puluhan tahun, dan menurut saya, itu akan selalu relevan.

HBI: Dengan reopening butik terbaru di Plaza Indonesia ini, seperti apa harapan Anda untuk chapter baru Rodo di Indonesia? Dan pengalaman seperti apa yang ingin diberikan kepada para pelanggan?

GD: Sebenarnya butik ini lebih kecil dibanding sebelumnya, tetapi jauh lebih indah dan lebih merepresentasikan filosofi baru kami. Dalam beberapa tahun terakhir, cara kami mendesain butik berubah cukup banyak. Hari ini kami lebih fokus pada kualitas material dan bagaimana sebuah ruang dapat benar-benar merefleksikan identitas brand. Namun lebih dari itu, saya percaya pengalaman pelanggan jauh lebih penting daripada sekadar transaksi penjualan. Ketika seseorang masuk ke butik Rodo, kami ingin mereka memahami siapa kami, bagaimana produk dibuat, dan alasan mengapa Rodo berbeda. Karena itu, kami juga sangat fokus pada kualitas service dan pengalaman yang lebih personal di dalam butik.

HBI: Setelah cukup lama mengenal pasar Indonesia, apakah menurut Anda pelanggan di sini memiliki pendekatan yang berbeda terhadap style dan desain Rodo dibandingkan wilayah lain?

GD: Kami sudah mengenal pasar Indonesia selama lebih dari 60 tahun, jadi kami memahami bahwa pelanggan di sini sangat menghargai detail, craftsmanship, dan material berkualitas. Itu sangat sesuai dengan filosofi Rodo sendiri. Yang menarik, beberapa tahun terakhir saya cukup terkejut melihat semakin banyak perempuan muda yang datang ke butik kami. Awalnya saya berpikir pelanggan kami hanya generasi ibu atau nenek mereka, tetapi ternyata perempuan berusia 25 hingga 35 tahun juga mulai mengenakan Rodo dengan cara styling yang sangat berbeda dan lebih modern. Itu membuat saya sangat senang karena artinya brand ini terus berkembang bersama generasi baru.

HBI: Bagaimana cara Rodo menjaga desainnya tetap timeless, namun tetap terasa fresh setiap musim?

GD: Semuanya selalu dimulai dari material, workmanship, dan perhatian terhadap detail. Itu adalah fondasi utama kami. Desain tentu harus terus berevolusi setiap musim, tetapi identitas dan kualitas tidak boleh berubah. Bahkan perubahan kecil pada material dapat menghasilkan karakter produk yang berbeda. Jadi bagi kami, keseimbangan itu datang dari mempertahankan kualitas tertinggi sambil terus membawa perspektif baru dalam desain.

HBI: Saat pelanggan datang ke butik Rodo yang baru ini, experience seperti apa yang Anda ingin mereka rasakan?

GD: Saya ingin pelanggan merasa seperti mereka sedang memasuki dunia Rodo, bukan sekadar toko. Kami ingin memberikan pengalaman yang intimate dan personal. Penjualan seharusnya menjadi tahap terakhir. Sebelum itu, pelanggan harus bisa merasakan cerita di balik brand, craftsmanship di balik produk, dan filosofi yang kami miliki. Karena itu, training tim boutique juga menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kami.

HBI: Dalam satu kalimat, menurut Anda mengapa craftsmanship masih begitu penting hingga hari ini?

GD: Karena hari ini orang mulai kembali mencari kualitas yang nyata. Saya selalu mengatakan kepada generasi muda di perusahaan kami: jangan pernah melupakan material yang baik, workmanship, dan perhatian terhadap detail. Itu adalah hal-hal yang membuat sebuah produk bisa bertahan selama puluhan tahun, dan menurut saya, itu akan selalu relevan.

BACA JUGA: Jamuan Spesial Bersama Masarishop dan Rodo di Surabaya

Perayaan Masarishop dan Rodo di Surabaya

Foto: Courtesy of Rodo, Masari Group