Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Lewat Rising Currents, RUCI Art Space Bawa Seni Kontemporer Indonesia ke Hong Kong

Menampilkan karya dua seniman perempuan Tanah Air, RUCI Art Space memperluas jangkauan seni kontemporer Indonesia melalui platform internasional di Hong Kong.

Lewat Rising Currents, RUCI Art Space Bawa Seni Kontemporer Indonesia ke Hong Kong
Foto: Courtesy of RUCI Art Space

Lanskap seni kontemporer Indonesia kembali menemukan momentumnya di kancah internasional. Melalui partisipasinya dalam Art Central Hong Kong 2026 yang berlangsung pada 25–29 Maret 2026 lalu, RUCI Art Space menghadirkan perspektif segar tentang praktik artistik Tanah Air dalam bingkai inisiatif “Rising Currents”.

BACA JUGA: Art Jakarta Papers Hadir untuk Eksplorasi para Seniman pada Medium Kertas

Foto: Courtesy of RUCI Art Space

Diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya), “Rising Currents” menjadi ruang strategis yang tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga merangkai konektivitas antara pelaku seni sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas.

Kehadiran RUCI dalam platform ini menandai tahap Rekognisi Internasional, yang merupakan langkah penting dalam membuka akses bagi talenta seni rupa Indonesia untuk tampil di panggung global sekaligus memperluas jejaring lintas negara.

“Melalui "Rising Currents", kita tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga memperkuat konektivitas antar galeri sebagai simpul penting dalam ekosistem seni rupa Indonesia,” ujar Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan. Ia juga menuturkan bahwa inisiatif ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, serta memastikan keberagaman praktik artistik talenta seni rupa Indonesia mulai dari seniman emerging maupun yang sudah mapan, dapat terlibat secara inklusif di arena global.

Foto: Courtesy of RUCI Art Space

Dalam presentasinya di Hong Kong, RUCI Art Space menampilkan 32 karya dari dua seniman perempuan berbasis di Jakarta, Cecil Mariani dan Aharimu. Keduanya menghadirkan eksplorasi visual yang merefleksikan dinamika narasi seni kontemporer Indonesia hari ini—mulai dari pendekatan personal hingga wacana yang lebih luas mengenai identitas dan ruang.

Di balik kelancaran presentasi internasional ini, dukungan logistik turut memainkan peran penting. FedEx Indonesia memastikan seluruh karya tiba dengan aman dan efisien melalui layanan FedEx International Priority®, dengan waktu pengiriman dua hari kerja hingga lokasi pameran. Ketepatan waktu dan penanganan yang presisi menjadi krusial dalam menjaga integritas karya sebagai aset budaya bernilai tinggi.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana ambisi kultural dan keunggulan operasional dapat berjalan beriringan,” ujar Rio Pasaribu, Gallery Director sekaligus Co-Founder RUCI Art Space. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara dukungan pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong sirkulasi karya seni Indonesia di tingkat global.

Foto: Courtesy of RUCI Art Space

Sebagai sebuah platform, “Rising Currents” menghadirkan delapan galeri Indonesia dengan partisipasi 17 seniman, merepresentasikan spektrum praktik artistik yang beragam. Tak hanya pameran, program ini juga mencakup diskusi bertajuk “Rising Currents: Indonesian Contemporary Art in Motion”, yang mengulas perkembangan serta posisi seni kontemporer Indonesia dalam konteks global.

Lebih dari sekadar partisipasi, kehadiran RUCI Art Space dalam “Rising Currents” menjadi refleksi dari gerak dinamis seni Indonesia hari ini—sebuah upaya untuk memperluas apresiasi, sekaligus membuka kemungkinan kolaborasi lintas batas yang semakin relevan di masa depan.

BACA JUGA:

Menjaga Kosmos Lewat Seni

Cermin Identitas Diri Versi 4 Artis

(Penulis: Devon Satrio)