Para pria tentunya ingin tampil maskulin dan segar tanpa harus melakukan banyak penataan pada rambut agar terlihat effortless dan rapi. Untuk mencapai tampilan tersebut, gaya potongan rambut merupakan kuncinya.
Salah satu gaya yang tak lekang oleh waktu dan merupakan salah satu yang populer di kalangan pria adalah low fade haircut. Lalu, apa saja yang perlu Anda ketahui? Simak artikel ini lebih lanjut!
Apa Itu Low Fade Haircut?
Low fade haircut adalah teknik potongan rambut pria yang menampilkan gradasi perubahan panjang rambut. Umumnya, gradasi ini dimulai dari posisi sangat rendah, lebih tepatnya di atas telinga dan di sepanjang garis rambut bagian bawah di area belakang leher. Potongan ini memberikan efek transisi halus dari rambut yang sangat pendek ke rambut yang lebih panjang, sehingga menciptakan tampilan yang bersih dan tetap terlihat natural.
Ada beberapa karakteristik utama dari model rambut ini, seperti:
- Posisi Gradasi: Letak gradasi umumnya dimulai rendah di dekat telinga dan garis leher, sehingga menyisakan lebih banyak area di bagian samping dibanding gaya mid fade ataupun high fade.
- Efek Visual: Gaya potongan ini memberikan kesan yang rapi dan profesional di bagian bawah kepala, tetapi tetap tidak terlihat terlalu mencolok.
- Kesesuaian: Gaya ini juga sangat fleksibel dan cocok untuk hampir semua bentuk wajah para pria, terutama jika Anda memiliki bentuk wajah oval atau panjang.
Mengapa Memilih Low Fade Haircut?
1. Terlihat Formal
Salah satu karakteristik utama dari low fade adalah posisi gradasinya yang dimulai rendah. Karena hal tersebut, gaya rambut ini menampilkan tampilan yang bersih, tajam, dan tetap elegan karena transisinya yang lebih halus. Jika Anda bekerja di lingkungan formal seperti kantor, maka gaya rambut ini sangat direkomendasikan untuk dicoba.
2. Fleksibel
Gaya rambut low fade dapat dipadukan dengan hampir semua potongan rambut di bagian atas, seperti pompadour, quiff, dan textured crop. Selain itu, gaya rambut ini juga cocok untuk semua jenis rambut, mulai dari jenis rambut yang lurus, bergelombang, hingga yang ikal sekalipun. Jika Anda ingin rambut yang versatile, cobalah low fade karena gaya ini juga bisa untuk berbagai jenis acara formal hingga kegiatan sehari-hari.
3. Perawatan Mudah
Dengan bagian samping belakang yang sangat pendek, perawatan gaya rambut low fade sangat mudah, karena Anda tidak perlu repot menata area ini setiap hari. Anda hanya cukup fokus pada penataan rambut bagian atas.
4. Menyeimbangkan Fitur Wajah
Low fade membantu melembutkan fitur wajah Anda sehingga dapat membantu memberi keseimbangan visual. Karena itu, gaya rambut ini dianggap ideal bagi Anda yang memiliki bentuk wajah panjang atau oval karena tidak menambah volume berlebih di bagian atas sisi kepala.
Apa Perbedaan Antara Undercut dan Low Fade?
Perbedaan utama antara undercut dan low fade terletak pada cara rambut bagian samping dipotong dan transisinya ke bagian atas. Gaya rambut undercut memberikan tampilan yang tajam dan kontras, sementara gaya rambut low fade menawarkan gradasi yang halus dan rapi di bagian bawah sehingga terlihat lebih bersih dan rapi. Berikut beberapa perbedaan antara undercut dan low fade:
1. Gaya Transisi Rambut
Gaya rambut undercut memiliki transisi yang terputus, atau dikenal sebagai teknik disconnected, yang artinya rambut bagian samping dicukur dengan panjang yang sama hingga batas tertentu sehingga kontras yang tajam bisa sangat terlihat dengan rambut bagian atas yang lebih panjang.
Di sisi lain, gaya rambut low fade memiliki transisi gradasi yang halus. Dengan low fade, rambut perlahan memudar atau menipis dari bagian atas ke arah kulit bagian bawah sehingga transisinya pun lebih smooth dan tidak terlihat kontras yang tajam.
2. Posisi Pemotongan
Gaya rambut undercut biasanya dipotong tinggi di sisi samping dan belakang kepala, sehingga menciptakan pemisahan yang jelas antara bagian atas dan bawah. Sementara itu, low fade fokus dengan pudarnya rambut yang berada di area bawah. Artinya, pemotongan biasanya dimulai tepat di atas telinga atau di sepanjang garis rambut bagian bawah.
3. Perawatan dan Penataan
Perbedaan selanjutnya terletak pada perawatan dan penataan. Untuk gaya rambut undercut, Anda harus rutin memangkas rambut untuk menjaga kontras agar tetap tajam dan memerlukan penataan setiap harinya agar bagian atas tetap terlihat bergaya. Adapun untuk low fade, Anda hanya membutuhkan perawatan ulang setiap dua hingga tiga minggu untuk menjaga gradasinya tetap halus. Karena itu, low fade cenderung lebih low maintenance dibandingkan dengan undercut.
Low Fade Undercut
1. Classic Low Fade
Classic low fade adalah versi dasar dari gaya rambut low fade, di mana gradasi dimulai sangat rendah di dekat telinga dan secara bertahap naik dengan transisi yang halus sehingga terlihat sangat subtle. Jika Anda suka dengan tampilan yang natural dan bersih, this is the one for you!
2. Low Fade Undercut
Sama halnya dengan gaya low fade, undercut adalah salah satu gaya rambut yang banyak digemari oleh para pria. Jika digabungkan, hasilnya akan menciptakan tampilan yang kontras di sisi yang dicukur dengan sisi rambut yang lebih panjang. Ini akan memberikan kesan yang tegas dan dapat membuat Anda terlihat lebih maskulin.
3. Low Fade Taper Cut
Gaya rambut ini adalah potongan rambut samping yang secara bertahap menjadi lebih pendek sehingga menciptakan potongan yang halus dan elegan. Jika Anda menyukai gaya rambut yang rapi dan ingin mencoba hal yang baru, Anda bisa mencoba potongan low fade taper cut.
4. Low Fade with Side Part
Gaya rambut yang satu ini merupakan salah satu model rambut bagian atas yang cocok untuk dipadukan dengan potongan low fade. Karena tampilannya yang fleksibel, low fade with side part merupakan salah satu gaya favorit di kalangan pria karena dianggap timeless. Menarik, bukan?
5. Modern Pompadour with Low Fade
Gaya ini sangat ideal jika Anda memiliki rambut yang cukup panjang dan tebal di bagian atas. Rambut bagian atas Anda dapat ditata tinggi, sehingga dapat menciptakan tampilan yang retro dengan sentuhan modern karena adanya gradasi halus di bagian bawah. Bagian pompadour-nya pun dapat ditata dengan menyisir rambut ke atas dan ke belakang agar dapat menghasilkan volume.
6. Low Fade with Crew Cut
Jika Anda menyukai gaya yang sederhana dan praktis, low fade with crew cut menjadi pilihan yang ideal. Kenapa? Ini karena model rambut ini memadukan crew cut, yaitu potongan rambut pendek di bagian atas, dengan low fade yang terkenal dengan gradasinya yang halus. Karena itu, tampilan rambut Anda akan terlihat sangat clean dan maskulin.
7. Low Fade with Textured Top
Gaya yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki rambut tebal dan ikal, karena dapat menghasilkan tekstur pada bagian atas rambut. Hasilnya, ini akan memberikan efek volume dan dimensi pada rambut Anda.
