Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Apa Utang Penyanyi Frank Ocean Pada Kita?

Para penggemar lama terbagi atas apa yang dimaksudkan sebagai penampilan "comeback" yang tak terlupakan di Coachella.

Apa Utang Penyanyi Frank Ocean Pada Kita?
Courtesy of Bazaar US

​​Para penggemar Frank Ocean sudah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa ia bukanlah tipe seniman yang gerakannya dapat diprediksi. Sebagai salah satu penyanyi yang paling dipuja di dunia musik, ia memiliki sejarah panjang dalam memicu penasaran para penggemar dengan setiap rilis album dan penampilannya di panggung.

BACA LAGI: Frank Ocean: Salah Satu Musisi yang Berpengaruh Di Dekade Ini

Sudah enam tahun sejak ia tampil langsung di atas panggung, dan enam tahun sejak ia merilis Blonde, album yang mengubah ‘permainan’. Musik genre-fluid ciptaannya membuat para penggemar berlomba-lomba mengunduh Apple Music untuk mendengarkannya pertama kali. Blonde adalah sebuah acara, dan sebelumnya, begitu pula albumnya Channel Orange dan Nostalgia, Ultra. Pada Minggu malam, Frank Ocean kembali ke panggung di Coachella setelah tertunda selama tiga tahun, pernah juga membatalkan satu pertunjukan dan menunda pertunjukan lainnya karena wabah COVID-19. Seperti kebanyakan karya Frank, penampilannya dan reaksi publik terhadapnya tidak dapat dijelaskan dalam tweet sederhana atau TikTok, atau dengan mudah diuraikan untuk konsumsi publik. Frank Ocean membuat Anda berpikir untuk memahami apa yang ia ingin sampaikan kepada Anda, setiap saat.

Untuk satu hal, ia memulai lebih dari satu jam terlambat, mungkin karena desain set-nya yang sangat rumit sehingga membutuhkan waktu lama untuk di-set up. Akibatnya, produser festival menghentikan penampilannya tak lama setelah tengah malam, membuat penggemar kehilangan 45 menit hingga satu jam aksi panggung yang mereka nantikan secara langsung.

Tidak dapat disangkal bahwa itu mengecewakan, meskipun terasa familier, para penggemar selalu menginginkan lebih dari yang bisa mereka dapatkan. Tapi rasanya sangat menyedihkan menunggu bertahun-tahun untuk pertunjukan yang dianggap mustahil karena peraturan jam malam di California, Amerika Serikat. (Penggemar di rumah juga tidak dapat merasakan penampilan comeback Frank karena YouTube tidak menyiarkan penampilannya seperti yang dilakukan para headliner lainnya. Ini kemungkinan besar adalah keputusan kreatif Frank sendiri).

Frank Ocean di sebuah pertunjukan di tahun 2014. (Courtesy of Bazaar US)

Mengesampingkan kekecewaan, Frank tidak pernah terdengar lebih baik. Berdasarkan penceritaan sonik yang ia pamerkan selama waktunya di atas panggung, ia merasa terpenuhi secara kreatif. Ini adalah sesuatu yang sangat ingin dilihat penggemar mengingat tantangan yang ia hadapi baru-baru ini. Baru tiga tahun yang lalu ia kehilangan adik laki-lakinya, Ryan Breaux, dalam kecelakaan mobil yang tragis, dan ia tidak pernah secara terbuka mengomentari kematiannya sampai malam festival tersebut.

Setelah beberapa lagu pertama dari set-nya, saat menyapa para penonton untuk pertama kalinya secara langsung malam itu, Frank memastikan untuk menghormati saudaranya. Ia berbagi cerita bahwa mereka sering datang ke Coachella bersama dan betapa ia ingin sekali menyaksikan momen yang menentukan ini dalam karirnya. Sepanjang penampilannya, Frank sering merasa seolah-olah tidak bernyanyi untuk para penonton, tetapi untuk Ryan.

Secara musikal, set yang dipersingkat memberikan wawasan langka tentang alam semesta sonik Frank saat ini. Ia membuka malam itu dengan lagu “Novacane” dari album Nostalgia, Ultra dan menampilkan versi stripped-back "Self Control" yang memukau, lalu "Godspeed," dan bahkan sebuah cover dari “At Your Best (You Are Love)” oleh Aaliyah untuk lagu terakhirnya. Pada beberapa waktu, ia sama sekali tidak menggunakan mikrofon untuk memainkan beberapa lagu hits-nya yang lebih populer seperti "Nikes" sambil mengucapkan kata-kata bersama dengan penggemar. Beberapa mengkritik keputusan itu sebagai upaya yang malas dan rendah. Tetapi, yang lain melihatnya sebagai penyanyi yang memilih untuk menikmati momen dan suasana dengan ribuan penonton. Lagipula, ia bilang ia merindukan kita.

Salah satu momen terbaik dari waktu Frank di atas panggung dengan interlude DJ selama hampir 15 menit di mana ia memainkan remix dari beberapa lagunya yang ditata ulang menjadi irama pantulan energi tinggi yang berdenyut. (Bayi robot Met Gala-nya juga membuat penampilan yang menyenangkan). Sayangnya, penggabungan bouncing tampaknya melampaui banyak kepala orang, tetapi para penggemar lamanya menyadari pentingnya hal itu: Frank adalah penduduk asli New Orleans, tempat gaya hip-hop berasal dan kemudian diadopsi oleh orang-orang seperti Drake dan Beyoncé. Ini juga merupakan genre kulit Hitam yang inheren, menjadikannya keputusan kreatif untuk penonton di Coachella.

Penampilan terakhir Frank Ocean sebelum Coachella, di Panorama Fest tahun 2017. (Courtesy of Bazaar US)

Penampilan Frank Ocean menunjukkan bagaimana hubungan antara artis dan penggemarnya seringkali menjadi rumit. Tidak seperti Beyoncé yang memilih untuk tidak membagikan visual untuk albumnya yang dipuji, Renaissance, hampir setahun setelah perilisannya, momen Frank di Coachella menanyakan utang apa yang dimiliki seorang artis kepada penggemar yang telah ‘membuatnya’. Sudah jelas dari awal dengan Frank bahwa ia tidak menciptakan musik dengan tujuan menjadi terkenal. Menjadi seorang selebriti hanyalah apa yang terjadi padanya ketika lagu-lagunya mulai memukau dunia. Mungkin ia tidak pernah meminta atau bahkan menginginkan semua ini, namun merasa berkewajiban untuk terus memberikan sesuatu kepada para penggemarnya selama ini.

Frank adalah penyanyi yang jarang terlihat (kecuali jika Anda cukup beruntung untuk melihatnya pada kesempatan langka bersepeda di Soho atau makan siang di Balthazar). Namun, ia tetap relevan karena karya seninya berbicara sendiri. Haruskah ia bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi para penggemarnya pada minggu ke-2 di festival tersebut? Tentu. Apakah ia perlu mempertimbangkan bagaimana dunia akan memandangnya setelah pertunjukan pertama ini? Tidak.

Ia adalah Frank Ocean, dan nama serta karyanya melambangkan sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Banyak orang cenderung lupa bahwa ia hanyalah seorang manusia.

BACA LAGI:

Intip Penampilan Setiap Selebriti di Festival Coachella 2023

Blackpink Memberikan Penampilan Spektakuler Sepanjang Karier di Coachella

(Penulis: Bianca Betancourt; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Bella Nazelina; Foto: Courtesy of BAZAAR US)