Tak dapat dimungkiri bahwa konten true crime hadir di mana-mana, dan kita memiliki ketertarikan yang nyaris tak terpuaskan terhadapnya. Sebuah studi dari University of Derby menemukan bahwa lebih dari setengah orang dewasa di Inggris mengonsumsi true crime sebelum tidur setiap malam.
BACA JUGA: 10 Serial TV yang Tak Sabar Kita Nantikan di Musim Semi Tahun Ini
Menonton true crime disebut memiliki manfaat psikologis tersendiri: memungkinkan otak mengeksplorasi skenario gelap dan berbahaya dalam lingkungan yang aman, sekaligus memuaskan dorongan untuk memahami apa yang memotivasi pikiran paling kelam dalam masyarakat.
Namun, dengan begitu banyak pilihan—mulai dari podcast, film, hingga serial televisi—tidak selalu mudah menentukan mana yang layak untuk diinvestasikan pada waktu Anda. Berikut adalah daftar kurasi serial true crime terbaik, dari eksplorasi mendalam tentang pembunuh berantai hingga kisah penipuan yang kompleks…
1. Mindhunter
Serial slow-burn garapan David Fincher ini, yang mengeksplorasi metode perintis FBI dalam memprofilkan pembunuh berantai secara psikologis, secara luas dianggap sebagai salah satu program televisi terbaik sepanjang masa. Jonathan Groff berperan sebagai Holden Ford, agen khusus di Behavioural Science Unit FBI. Bersama rekannya Bill Tench (Holt McCallany) dan psikolog Wendy Carr (Anna Torv), unit ini mulai membangun portofolio pikiran paling menyimpang di Amerika dengan mewawancarai para pembunuh berantai, serta menggunakan profil mereka untuk memecahkan kasus lama. Serial ini gelap, grafis, namun tak henti memikat—penampilan Cameron Britton sebagai Ed Kemper menuai pujian luas, dengan relasinya bersama Ford menjadi sumber ketegangan utama di musim pertama. Mindhunter berakhir di musim kedua, namun popularitasnya yang luas terus memicu permintaan untuk kelanjutan.
2. Narcos
Serial adiktif dan berskala luas ini, yang mengikuti kartel narkoba paling berkuasa di Kolombia, turut mengangkat nama Netflix saat pertama kali tayang pada 2015. Dua musim pertamanya menyoroti dunia kriminal Pablo Escobar (Wagner Moura) dan Kartel Medellín, sekaligus upaya Steve Murphy (Boyd Holbrook) dan usaha DEA untuk menjatuhkannya. Dengan drama intens yang dipenuhi penculikan, perselingkuhan, pemerasan, dan pembunuhan, Narcos tetap menjadi tontonan yang memikat—sekaligus potret sejarah yang menarik dengan sentuhan produksi khas Netflix.
3. Manhunt
Martin Clunes mungkin lebih dikenal lewat peran komedi yang cenderung sinis, namun penampilannya di Wuthering Heights karya Emerald Fennell membuktikan versatilitasnya. Salah satu perannya yang kerap terlewat adalah sebagai Detektif Colin Sutton dalam drama ITV Manhunt, yang mengikuti investigasi untuk memenjarakan pembunuh berantai Levi Bellfield. Meski beberapa serial true crime kerap terjebak pada eksploitasi visual yang berlebihan, Manhunt justru menghadirkan pendekatan yang sensitif dan bertanggung jawab terhadap kasus tragis ini—termasuk pembunuhan Milly Dowler, Amélie Delagrange, dan Marsha McDonnell—sekaligus menjadi refleksi menyakitkan atas kegagalan sistem peradilan.
4. The Dropout
Sebagian besar dari kita tentu telah mengetahui kisah Elizabeth Holmes, yang mengklaim bahwa perusahaannya, Theranos, akan merevolusi pengujian darah, namun serial delapan episode ini benar-benar menegaskan kepribadian Holmes yang ganjil dan kontradiktif—antara pesona dan determinasi dingin yang menyeluruh. Amanda Seyfried tampil luar biasa sebagai sosok putus kuliah Stanford University tersebut, dan meskipun serial ini tidak bersimpati—secara tegas menunjuk pada kesombongan Holmes sebagai penyebab kejatuhan Theranos—The Dropout juga menelaah budaya “tech bro” beracun di Silicon Valley, serta bahaya menempatkan ambisi, sifat yang mudah dimanipulasi, di atas segalanya.
5. Inventing Anna
Masih dalam tema tentang penipuan besar, Inventing Anna menawarkan tontonan yang lebih ringan namun tetap menghibur. Julia Garner memukau sebagai Anna Delvey, “pewaris palsu” yang berhasil menipu kalangan elite New York hingga jutaan dolar. Serial ini bermain dengan kisah yang terasa lebih aneh dari fiksi, menampilkan Delvey sebagai sosok arogan sekaligus karismatik—membuat orang-orang di sekitarnya terus mencari validasinya. Bagi penggemar true crime yang menginginkan sedikit kelonggaran dalam genre yang kerap kelam, serial ini menjadi penyegar yang tepat.
6. White House Farm
Freddie Fox tampil impresif sebagai Jeremy Bamber dalam dramatisasi kasus pembunuhan White House Farm. DCI Taff Jones (Stephen Graham) bertugas mengungkap kasus brutal yang menewaskan lima orang. Awalnya, polisi menduga Sheila (Cressida Bonas) yang memiliki riwayat skizofrenia, membunuh keluarganya sebelum ia menghabisi nyawanya sendiri. Namun respons Jeremy yang janggal, memicu kecurigaan. Serial enam bagian ini mengurai kasus mengerikan yang tetap menjadi perhatian publik lebih dari empat dekade kemudian.
7. Quiz
Skandal yang sempat mengguncang Inggris ini diangkat melalui penampilan Matthew Macfadyen sebagai Charles Ingram, yang memenangkan hadiah satu juta Pound di Who Wants To Be a Millionaire?. Namun, caranya yang aneh dalam menjawab, ditambah suara batuk yang muncul bersamaan dengan jawaban benar—menimbulkan kecurigaan hingga berujung pada vonis penipuan. Serial tiga bagian karya James Graham ini mengungkap sisi gelap di balik skandal tersebut, termasuk tekanan yang dialami keluarga Charles Ingram, bahkan membuka kemungkinan bahwa mereka mungkin tidak bersalah.
8. The Serpent
Potret dingin dan elegan tentang pembunuh berantai Charles Sobhraj, kerap dipanggil “The Serpent” karena kemampuannya menghindari hukum. Bersama pasangannya Marie-Andrée Leclerc (Jenna Coleman), serial ini menelusuri bagaimana Charles Sobhraj (Tahar Rahim) meracuni, merampok, dan membunuh turis di Thailand pada 1970-an. Disajikan dalam narasi non-linear yang memikat, The Serpent menghadirkan pengalaman menonton yang menghipnotis, membiarkan penonton terpikat oleh sosok predator yang karismatik.
9. Joan
Salah satu drama terbaik ITV dalam beberapa tahun terakhir; Sophie Turner berperan sebagai Joan, pencuri perhiasan produktif. Serial ini mengikuti perjuangannya, didorong oleh keputusasaan untuk merebut kembali anaknya dari sistem asuh. Menghadirkan akting kuat dan cerita yang emosional, Joan juga menonjol lewat kostum yang memikat—menjadikannya tontonan yang hangat, bahkan membuat penonton bersimpati pada sosok anti-hero.
10. A Cruel Love – The Ruth Ellis Story
Kisah Ruth Ellis, perempuan terakhir yang dieksekusi di Inggris, kerap diceritakan, namun interpretasi Lucy Boynton menghadirkan kedalaman baru yang mencolok. Penggambaran karakternya berhasil menangkap kontradiksi yang mendefinisikan Ellis: cerdas namun keras, tangguh di permukaan namun rapuh di dalam. Drama ini menelusuri hubungannya dengan David Blakely, romansa yang penuh gairah sekaligus beracun, yang berujung pada kehancurannya. Serial ini menempatkan Ellis bukan sekadar sebagai femme fatale atau pembunuh berdarah dingin, melainkan sebagai perempuan yang terperangkap dalam struktur sosial patriarkal. Dengan demikian, kisahnya kembali relevan hari ini—bukan hanya sebagai kejahatan sensasional, tetapi refleksi mendalam tentang keadilan, gender, dan kekuasaan.
BACA JUGA:
30 Serial Romantis Terbaik yang akan Buat Anda Percaya Lagi pada Cinta
25 Serial Terbaik untuk Ditonton Berulang Kali
(Penulis: Kimberley Bond; Artikel ini disadur dari BAZAAR UK; Alih Bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)
