Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

30 Serial Romantis Terbaik yang akan Buat Anda Percaya Lagi pada Cinta

Cinta ada di udara—dan juga di layar kita.

30 Serial Romantis Terbaik yang akan Buat Anda Percaya Lagi pada Cinta
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Cinta adalah tema yang telah dieksplorasi para seniman lintas media sepanjang sejarah—dan di era modern, banyak eksplorasi paling berkesan justru hadir lewat film dan televisi. Hampir setiap orang memiliki pasangan on-screen favorit yang membekas lama di ingatan; entah itu Connell Waldron dan Marianne Sheridan dari Normal People, atau Simon Basset dan Daphne Bridgerton dalam Bridgerton.

BACA JUGA: 75 Film Paling Romantis Sepanjang Masa

Dalam format serial televisi, kisah romansa memiliki kesempatan untuk tidak mengikuti formula cerita yang serba instan, melainkan memberi waktu bagi pasangan serta hubungan mereka untuk berkembang secara perlahan dan organik—sesuatu yang sulit dicapai oleh film romantis yang umumnya harus merangkum segalanya dalam durasi 90 menit hingga dua jam.

Baik Anda mencari kisah cinta slow burn yang berkembang perlahan maupun romansa yang dramatis, daftar 30 serial romansa terbaik versi Harper’s Bazaar siap membantu Anda menentukan tontonan binge-watch berikutnya.

1.   Like Water for Chocolate (2024)

Like Water for Chocolate (2024)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Lebih dari tiga dekade setelah adaptasi film dari novel Laura Esquivel terbitan 1989 hadir di layar lebar, HBO mengadaptasi kisah ini ke dalam format serial terbatas. Dengan Salma Hayek sebagai produser eksekutif, serial ini memperkenalkan kembali romansa antara childhood sweethearts Tita (Azul Guaita) dan Pedro (Andrés Baida) kepada generasi baru. Tita dibesarkan oleh Mama Elena (Irene Azuela), seorang janda yang menolak mengizinkan putri bungsunya untuk menikah. Demi tetap dekat dengan cinta pertamanya, Pedro setuju menikahi kakak Tita, Rosaura (Ana Valeria Becerril), dan patah hati yang menyusul mendorong Tita semakin tenggelam dalam dunia masak. Berlatar revolusi Meksiko dan memadukan unsur supranatural dengan magical realism, Like Water for Chocolate menghadirkan perjalanan yang sensual dan penuh sentimen.

2. Normal People (2020)

Normal People (2020)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Trope miskomunikasi memang jarang menyenangkan untuk ditonton, namun adaptasi Hulu dari novel terlaris karya Sally Rooney membawa penceritaan ini ke tingkat yang berbeda. Serial ini mengeksplorasi bagaimana perbedaan kelas dan rasa tidak aman yang terpendam dapat menjauhkan seseorang—bahkan dari orang yang paling mereka cintai. Paul Mescal dan Daisy Edgar-Jones berperan sebagai Connell dan Marianne, dua teman sekelas yang terlibat dalam hubungan rahasia dan kemudian kembali bertemu sebagai mahasiswa dewasa. Seiring keduanya melewati berbagai pencapaian, fase hidup, dan hubungan romantis lain, mereka terus menemukan jalan untuk kembali satu sama lain.

3. Bridgerton (2020—Kini)

Bridgerton
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Apa yang lebih romantis selain tatapan penuh rindu di tengah sebuah ballroom? Diadaptasi dari seri novel romansa era regency karya Julia Quinn, serial rom-com Netflix ini mengikuti keluarga Bridgerton saat kedelapan anaknya memasuki pasar pernikahan London. Season pertama dibuka dengan Daphne (Phoebe Dynevor), putri sulung keluarga Bridgerton dan yang pertama di antara saudara perempuannya untuk memasuki society. Ketika sang ratu memilihnya sebagai diamond of the season, Daphne dipastikan memiliki banyak pelamar. Namun sebelum itu, ia harus menghadapi rumor yang disebarkan oleh Lady Whistledown yang anonim, menghadapi sikap protektif kakak laki-lakinya, serta mengurai perasaannya yang rumit terhadap seorang duke misterius—dan semua ini terjadi hanya dalam season pertamanya.

Di setiap season berikutnya, serial romansa Netflix ini berfokus pada anggota keluarga Bridgerton yang berbeda, mengikuti berkembangnya kisah cinta mereka masing-masing.

4. Fleabag (2016—2019)

Fleabag (2016-2019)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Walaupun season pertama banyak berkutat pada sisi duka yang berantakan dan tidak nyaman, season kedua—sebagaimana dijelaskan oleh tokoh utamanya di episode pembuka—“adalah sebuah kisah cinta.” Tokoh utama yang tak pernah disebutkan namanya (diperankan oleh penulis sekaligus kreator serial ini, Phoebe Waller-Bridge) masih berusaha membangun kembali hidup dan bisnisnya setelah kepergian sahabat terdekatnya. Namun ketika ia mengetahui bahwa ayahnya yang duda akan menikahi ibu baptisnya, Fleabag justru merasa tertarik pada pendeta yang akan memimpin upacara pernikahan tersebut (Andrew Scott). Selain romansa terlarang yang menjadi pusat cerita season kedua, serial ini juga menutup kisah hubungan Fleabag yang sempat renggang dengan true love-nya yang lain: kakak perempuannya, Claire (Sian Clifford).

5. Outlander (2014—2026)

Outlander (2014—2026)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Jika harus mencari definisi “serial romansa” di kamus, inilah gambaran yang paling mendekati. Claire (Caitriona Balfe) adalah seorang perawat era Perang Dunia II yang berusaha menghidupkan kembali pernikahannya lewat bulan madu ke Skotlandia. Namun ketika ia berjalan terlalu dekat dengan sebuah lingkaran batu kuno, Claire justru terlempar ke masa lalu, ke tahun 1743—di mana ia dipaksa menikah dengan seorang tentara highlander yang keras kepala bernama Jamie (Sam Heughan). Serial ini menawarkan banyak swoon-worthy moments antara Jamie dan Claire, sekaligus adegan panas serta cameo karakter-karakter sejarah.

Di tahun 2026, serial hit STARZ ini memasuki season terakhirnya, dan para penggemar pun bersiap menyambut akhir sebuah era—serta penutup dari kisah cinta epik yang telah menemani mereka selama ini.

6. Daisy Jones & the Six (2023)

Daisy Jones & the Six (2023)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Film ini ditujukan bagi para penggemar Fleetwood Mac yang terobsesi dengan dinamika hubungan Stevie Nicks dan Lindsey Buckingham. Novel original karya Taylor Jenkins Reid terinspirasi dari penampilan reuni Fleetwood Mac pada 1997 yang membawakan “Silver Springs”—sebuah lagu perpisahan yang intens dan sarat emosi. Daisy Jones & the Six merefleksikan hubungan penuh gejolak Nicks dan Buckingham melalui Daisy (Riley Keough) dan Billy (Sam Claflin), dua bintang rock era 1970-an yang bergulat dengan kecanduan dan tekanan industri, serupa dengan dinamika emosional yang tertangkap dalam lagu tersebut. Meski keduanya jelas saling tertarik satu sama lain, ada satu masalah kecil yang tak bisa diabaikan: Billy sudah menikah.

7. Pride and Prejudice (1995)

Pride and Prejudice (1995)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Adaptasi dari novel tahun 1813 karya Jane Austen ini mengikuti hubungan penuh liku antara Elizabeth Bennet (Jennifer Ehle), putri kedua tertua dari seorang tuan tanah pedesaan yang cerdas, dengan Fitzwilliam Darcy (Colin Firth), pemilik perumahan Pemberley yang kaya dan tampak angkuh. Keduanya sempat terburu-buru menilai karakter satu sama lain saat pertama kali bertemu di sebuah pesta dansa, namun kesan awal tersebut justru membawa mereka pada perjalanan panjang dan berliku menuju kisah asmara. Jika adaptasi film Pride and Prejudice (2005) menghadirkan momen ikonik hand flex Mr. Darcy, versi serial terbatas Pride and Prejudice memberi kita adegan Colin Firth yang melepas pakaian luarnya sebelum terjun ke danau. 

8. Sex and the City (1998—2004)

Sex and the City (1998—2004)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Kemampuan Sex and the City untuk bertahan lintas zaman—dan tetap dianggap sebagai salah satu serial romansa paling ikonik bahkan puluhan tahun setelah penayangan perdananya—bukanlah pencapaian kecil. Daya tarik tersebut banyak datang dari observasi yang tajam dan cerdas dari tokoh utamanya, Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker), seorang kolumnis seks dengan persoalan asmara yang tak pernah sederhana. Dengan dukungan—dan tough love—dari sahabat-sahabat terdekatnya, Carrie berusaha menemukan true love dari satu hubungan ke hubungan lain, sambil mengungkap sisi paling jujur, memalukan, dan sangat realistis dari kehidupan seorang hopeless romantic.

Kisah kehidupan cinta Carrie Bradshaw terbukti begitu menarik hingga tak cukup dirangkum dalam enam season televisi. Para penggemar pun terus mengikutinya lewat dua film layar lebar, serta serial lanjutan And Just Like That..., yang tayang perdana pada 2021 dan berlanjut hingga tiga season.

9. The Mindy Project (2012—2017)

The Mindy Project (2012—2017)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Lewat serial Hulu yang jenaka dan quirky ini, Mindy Kaling menghidupkan kembali daya tarik rom-com klasik. Ia berperan sebagai Mindy Lahiri, seorang dokter kandungan yang berusaha menemukan cinta di New York City—dan yang kebetulan terobsesi dengan film rom-com, bukan hanya sebagai genre, melainkan hampir sebagai cara hidup. Deretan karakternya pun sama-sama menggemaskan dan eksentrik, mulai dari Jeremy (Ed Weeks), dokter asal Inggris tampan yang mengelola praktik medis mereka, hingga Danny (Chris Messina), dokter pemarah dengan hati emas—yang juga merupakan frenemy Mindy.

Mengingat obsesi sang protagonis pada rom-com, serta kecenderungan genre ini pada dinamika enemies-to-lovers, arah hubungan antara Mindy dan Danny mungkin mudah ditebak. Namun The Mindy Project tidak ragu mengkritik genre yang ia cintai, membalik berbagai trope dan ekspektasi. Jadi, meski tujuannya terasa jelas sejak awal, perjalanannya tetap penuh kejutan.

10. Queen Charlotte (2023)

Queen Charlotte (2023)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Jika Anda menyukai Bridgerton, kemungkinan besar Anda juga akan menikmati Queen Charlotte: A Bridgerton Story, sebuah serial prekuel terbatas yang mengikuti kisah cinta antara Queen Charlotte (India Amarteifio) dan King George (Corey Mylchreest). Terinspirasi dari pasangan kerajaan di dunia nyata, serial ini dibuka dengan Charlotte yang berusaha melarikan diri dari pernikahannya dengan sang raja Inggris—sosok yang bahkan belum pernah ia temui. Meski keduanya perlahan membangun ikatan yang erat, sebuah rahasia misterius membuat George tak sepenuhnya membuka dirinya kepada Charlotte.

11. Emily in Paris (2020—Kini)

Emily in Paris (2020—Kini)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Emily in Paris paling pas dinikmati tanpa terlalu dipikirkan. Serial ini mengikuti Emily Cooper (Lily Collins), seorang eksekutif marketing yang naif namun selalu optimistis, saat ia meninggalkan kehidupannya di Chicago untuk pindah ke Paris. Meski tak bisa berbahasa Prancis, Emily dengan mudah menyesuaikan diri—menghadapi tantangan karier yang nyaris tak masuk akal, situasi sosial yang memalukan, dan culture shock yang terasa setengah masuk akal, dengan kepercayaan diri ala bintang sitkom Disney Channel.

Serial rom-com Netflix ini menjadi pelarian ringan dari realitas, menghadirkan alur-alur romansa absurd yang silih berganti, sekaligus dunia yang penuh gaya dan fantasi.

12. The Summer I Turned Pretty (2022—2025)

The Summer I Turned Pretty (2022—2025)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Novel romansa young-adult karya Jenny Han hadir ke layar lewat adaptasi Prime Video yang terasa santai dan mudah dinikmati ini. Sejak kecil, Isabel “Belly” Conklin (Lola Tung) menghabiskan setiap musim panasnya di Cousins Beach, sebuah kota tepi laut ala Cape Cod dengan pantai-pantai yang indah, rumah-rumah megah berias hydrangea, dan para remaja dari keluarga berada. Pada musim panas saat ia berusia 16 tahun, Belly akhirnya menghadapi perasaan yang telah lama terpendam terhadap Conrad (Christopher Briney), putra dari sahabat terbaik ibunya. Namun, kebingungan akan perasaannya terhadap adik Conrad, Jeremiah (Gavin Casalegno), serta tekanan menjelang debutante ball, membuat hubungan mereka semakin rumit.

13. Scandal (2012—2018)

Scandal (2012—2018)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Scandal adalah sebuah thriller politik tentang mantan direktur komunikasi White House, namun serial ini juga menjadi kisah cinta terlarang. Dibintangi oleh Kerry Washington dan Tony Goldwyn, serial ini mengikuti Olivia Pope saat ia menjalankan firma manajemen krisis miliknya sendiri setelah meninggalkan pekerjaannya di White House. Seiring bertambahnya daftar klien-klien berkuasa yang ia tangani, Olivia tetap tak bisa melepaskan diri dari ketertarikannya pada Fitzgerald Grant—mantan atasannya yang telah menikah, dan juga presiden Amerika Serikat.

14. Heartstopper (2022—Kini)

Heartstopper (2022—Kini)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Dalam kisah coming-of-age yang menghangatkan ini, dua murid asal Inggris, Charlie (Joe Locke) dan Nick (Kit Connor), menjalin romansa tak terduga di sekolah khusus laki-laki tempat mereka bersekolah. Heartstopper tidak hanya mengangkat isu-isu yang relevan dan dekat dengan remaja—seperti proses memahami dan menerima identitas seksual diri—tetapi juga menyelami tema yang lebih luas tentang persahabatan, perasaan diterima, dan penerimaan.

15. Lovesick (2014—2018)

Lovesick (2014—2018)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Serial rom-com screwball ini—yang untungnya berganti judul dari nama aslinya, Scrotal Recall—berpusat pada sekelompok sahabat kuliah dekat yang tinggal bersama di Glasgow. Setelah didiagnosis klamidia, Dylan (Johnny Flynn) harus menjalani ritual yang sedikit memalukan, yaitu kembali menghubungi seluruh mantan kekasihnya demi memberi tahu mereka tentang potensi risiko bagi kesehatan. Dalam proses tersebut, Dylan mulai mengurai perasaannya sendiri yang berantakan terhadap sahabatnya yang telah bertunangan, Evie (Antonia Thomas), yang—tanpa sepengetahuannya—pernah diam-diam mencintainya.

16. Crash Landing on You (2019—2020)

Crash Landing on You (2019—2020)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Di antara jajaran drama Korea romantis, Crash Landing on You menjadi salah satu yang paling ikonis. Serial ini mengikuti Yoon Se-ri (Son Ye-jin), seorang CEO dan pewaris konglomerat asal Korea Selatan, yang secara tak sengaja kehilangan kendali saat paralayang dan mendarat melintasi zona demiliterisasi Korea Utara. Di sana, ia bertemu Jeong-hyeok (Hyun Bin), seorang kapten Tentara Rakyat Korea yang emotionally guarded. Jeong-hyeok setuju membantu Se-ri kembali ke Korea Selatan—sebuah janji yang semakin sulit diwujudkan seiring tumbuhnya perasaan di antara mereka.

17. Gilmore Girls (2000—2007)

Gilmore Girls (2000—2007)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Judulnya memang Gilmore Girls, tetapi rasanya tak lengkap membicarakan serial ikonis era 2000-an ini tanpa para tokoh prianya. Berlatar di kota kecil Stars Hollow yang eksentrik namun menawan, serial ini mengikuti kehidupan dan relasi ibu dan anak, Lorelai dan Rory Gilmore—diperankan oleh Lauren Graham dan Alexis Bledel. Pergantian kekasih Rory menjadi bahan perdebatan di antara para penggemar, memecah penonton ke dalam kubu-kubu yang setia membela pilihan masing-masing. Sementara itu, meski Lorelai juga memiliki perjalanan romansa yang panjang selama tujuh season, kisah cinta slow burn-nya dengan Luke (Scott Paterson), pemilik diner Stars Hollow yang grumpy, justru menjadi inti utama serial ini.

18. One Day (2024)

One Day (2024)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Jika Anda sedang menginginkan kisah slow burn ala Normal People, One Day layak masuk daftar tontonan. Setelah sebelumnya diadaptasi ke layar lebar pada 2011, Netflix mengangkat novel karya David Nicholls terbitan 2009 ini menjadi sebuah serial terbatas. Dinamika antara Ambika Mod dan Leo Woodall terjalin kuat saat keduanya memerankan Emma Morley dan Dexter Mayhew—dua mantan teman sekelas yang beranjak dari sahabat menjadi sepasang kekasih.

Setiap episode menampilkan tanggal yang sama, 15 Juli, di tahun-tahun berbeda sepanjang rentang 14 tahun, mengikuti perjalanan hidup keduanya melalui perubahan hidup, hubungan romansa, hingga konflik.

19. Insecure (2016—2021)

Insecure (2016—2021)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Diadaptasi dari web series viral karya Issa Rae berjudul The Misadventures of Awkward Black Girl, Insecure berpusat pada Issa (diperankan oleh Issa Rae), seorang pekerja nonprofit berusia 29 tahun yang mulai merasa tidak puas dengan pekerjaannya maupun hubungan asmaranya. Meski episode pertamanya sempat memberi kesan bahwa hubungan Issa dengan sang kekasih yang menganggur, Lawrence (Jay Ellis), berada di ujung tanduk, dinamika keduanya justru terus berkembang dan kembali menemukan momentumnya dengan cara-cara yang tak terduga sepanjang lima season.

20. Never Have I Ever (2020—2023)

Never Have I Ever (2020—2023)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Mengulang kesuksesan The Mindy Project, Mindy Kaling menghadirkan sebuah tontonan yang adiktif bagi penonton muda. Terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya sendiri, Never Have I Ever mengikuti lika-liku kehidupan Devi Vishwakumar (Maitreyi Ramakrishnan), remaja 15 tahun yang berambisi mendapatkan pacar di kelas 10 sekolahnya.

Meski interaksinya dengan dua sosok yang ia sukai—Paxton Hall-Yoshida (Darren Barnet) dan Ben Gross (Jaren Lewison)—terasa manis dan menggemaskan, justru relasi Devi yang penuh konflik dengan sang ibu, serta kenangan akan ayahnya yang telah meninggal, yang menempatkan serial ini sebagai salah satu kisah coming-of-age paling berkesan di televisi.

21. Sex Education (2019—2023)

Sex Education (2019—2023)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Otis (Asa Butterfield) adalah remaja yang canggung, dengan hubungan yang rumit terhadap seks—sesuatu yang semakin diperumit oleh ibunya, Jean (Gillian Anderson), seorang terapis seks. Ketika Otis tanpa sengaja membantu seorang teman sekelas menghadapi situasi memalukan terkait masalah seksual, ia bersama dua sahabatnya, Eric (Ncuti Gatwa) dan Maeve (Emma Mackey), menyadari adanya kekurangan pemahaman di antara murid-murid di sekolah mereka. Dari situlah, klinik seks yang dikelola para siswa pun terbentuk.

22. The Great (2020—2023)

The Great (2020—2023)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Melainkan dua tokoh utamanya—Catherine (Elle Fanning) dan Peter (Nicholas Hoult)—yang justru menghabiskan banyak waktu untuk merancang pembunuhan satu sama lain. Serial Hulu yang satir ini menampilkan versi fiktif dari perjalanan Catherine the Great menuju tampuk kekuasaan sebagai permaisuri Rusia. Meski catatan sejarah menunjukkan bahwa Catherine di dunia nyata memandang suaminya sebagai sosok yang kasar dan kurang cerdas, The Great mengambil creative liberties, membayangkan bagaimana hubungan mereka berubah dari dua sosok yang saling membenci menjadi pasangan yang justru menemukan kedekatan—meski di tengah kekacauan yang sama.

23. Anne With an E (2017—2019)

Anne With an E (2017—2019)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Anne with an E memperkenalkan generasi pencinta televisi baru pada novel coming-of-age klasik karya Lucy Maud Montgomery, Anne of Green Gables. Anne Shirley (Amybeth McNulty) adalah gadis yatim piatu berusia 13 tahun yang diasuh oleh Marilla dan Matthew Cuthbert (Geraldine James dan R. H. Thomson), sepasang saudara kandung. Keluarga ini menjalani kehidupan yang sederhana, sebuah gaya hidup yang kerap berbenturan dengan ketertarikan Anne pada fantasi dan petualangan. Di tengah kesulitannya untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, Anne menjalin hubungan yang unik dengan teman sekelasnya sekaligus frenemy, Gilbert Blythe (Lucas Jade Zumann).

24. Nobody Wants This (2024—Kini)

Nobody Wants This (2024—Kini)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Joanne (Kristen Bell) adalah seorang agnostik yang menjalankan podcast tentang seks dan hubungan. Noah (Adam Brody) adalah seorang rabi yang baru saja kembali single. Di atas kertas, hubungan mereka tampak mustahil—namun hal itu tak menghalangi Joanne dan Noah untuk saling jatuh cinta. Sayangnya, perasaan saja tak selalu cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan, dan niat Noah untuk menikahi perempuan Yahudi justru membawa Joanne pada sebuah perjalanan yang tak terduga.

25. Modern Love (2019—2021)

Modern Love (2019—2021)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Serial Amazon Prime Video ini diadaptasi dari kolom mingguan The New York Times berjudul sama, yang menampilkan beragam kisah cinta berlatar kota New York. Format antologi memungkinkan setiap episode untuk menghadirkan jajaran bintang, mulai dari Anne Hathaway, Dev Patel, Tina Fey, Julia Garner, hingga Ed Sheeran.

26. Heated Rivalry (2025-Kini)

Heated Rivalry (2025-Kini)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Drama romantis ini pertama kali tayang di platform streaming Kanada Crave, sebelum kemudian diakuisisi HBO Max untuk distribusi di Amerika Serikat. Ceritanya mengikuti dua bintang hoki, Ilya Grigoryevich Rozanov (Connor Storrie) dan Shane Hollander (Hudson Williams), yang di hadapan publik terlibat dalam rivalry profesional selama satu dekade, sementara secara diam-diam menjalin hubungan asmara rahasia yang tak kalah intens. Musim pertama berlatar tahun 2008, menelusuri perjalanan keduanya sejak masa remaja—saat media membingkai mereka sebagai rival—hingga karier profesional, ketika perasaan tumbuh namun harus disembunyikan di tengah dunia olahraga profesional yang kerap dibayangi toxic masculinity.

27. Younger (2015-2021)

Younger (2015-2021)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Serial original TV Land ini dikembangkan oleh kreator Sex and the City Darren Star dan dibintangi Sutton Foster, sempat luput dari perhatian. Dalam serial Younger, Sutton memerankan Liza Miller, seorang ibu berusia 40 tahun yang terlihat jauh lebih muda dari usianya, dan memanfaatkan penampilan tersebut untuk memulai kembali kariernya setelah bercerai. Situasi menjadi rumit ketika ia jatuh cinta pada pria yang lebih muda—sesuai dengan alter ego barunya—lalu juga membangun hubungan dengan atasannya yang sebenarnya seumuran. Selain romansa yang mudah membuat penonton terikat, Younger menyentuh isu ageism, seksisme, dan reinvention.

28. The Good Place (2016-2020)

The Good Place (2016-2020)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Di awal episode The Good Place, Eleanor Shellstrop (Kristen Bell) disambut di alam setelah kematian dan diperkenalkan pada soulmate-nya, profesor filsafat Chidi Anagonye (William Jackson Harper). Sepanjang empat musimnya, serial ini bertransformasi dari komedi ringan menjadi refleksi filosofis yang layak dipelajari secara akademis. Namun jika ada satu hal yang tidak berubah sejak episode pembuka hingga finale, itu adalah bahwa Eleanor dan Chidi benar-benar merupakan soulmate—dalam makna yang jauh lebih dalam dari yang bisa dibayangkan penonton sejak awal.

29. Dickinson (2019-2021)

Dickinson (2019-2021)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Serial Dickinson di Apple TV+ menghadirkan interpretasi sureal atas kisah hidup Emily Dickinson. Dibintangi Hailee Steinfeld sebagai penyair ikonis tersebut, serial ini berfokus pada kehidupan Dickinson sebagai remaja queer di abad ke-19 yang harus bergulat dengan batasan sosial dan ekspektasi keluarga, serta proses kreatif—sebagaimana terekam kuat dalam puisinya—di tengah romansa terlarang dengan saudari iparnya, Sue Gilbert.

30. Jane the Virgin (2014-2019)

Jane the Virgin (2014-2019)
FOTO: COURTESY OF BAZAAR US

Dalam Jane the Virgin, Gina Rodriguez memerankan Jane, seorang perempuan muda yang memilih menunggu hingga menikah, sebelum dunianya berubah ketika ia tak sengaja menjalani inseminasi buatan dan menghadapi kenyataan bahwa ia hamil sebagai perawan. Jika konteksnya terdengar absurd, hal itu memang disengaja: Jane the Virgin merupakan adaptasi dari telenovela Venezuela Juana la Virgen, sekaligus surat cinta bagi genre telenovela dan sentuhan magical realism dalam bercerita. Sepanjang serial, hati Jane tertarik ke berbagai arah, namun perjalanannya tetap memuaskan untuk diikuti—seindah akhir bahagia yang akhirnya ia temukan.

BACA JUGA:

Throwback di Akhir Pekan dengan 26 Daftar Film Terbaik Tahun 2000-an!

Mengapa Banyak Wanita Jatuh Hati pada Serial Heated Rivalry?

(Penulis: Chelsey Sanchez, Kayleigh Roberts; Artikel ini disadur dari BAZAAR US; Alih bahasa: Karen Silitonga; Foto: Courtesy of BAZAAR US)