Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Apakah Cat Kuku Benar-Benar Bisa Non-Toxic?

Para ahli menjelaskan sekaligus menambahkan merek yang dapat dipertimbangkan untuk manikur yang lebih mindful.

Apakah Cat Kuku Benar-Benar Bisa Non-Toxic?
Foto: Courtesy of BAZAAR US

Jika Anda sedang mencoba menjalani rutinitas kecantikan yang lebih sadar dan bertanggung jawab, cat kuku mungkin terlihat seperti kategori yang sebaiknya dihilangkan sepenuhnya. Namun, merek cat kuku non-toxic memang ada, meski tidak sepenuhnya sesederhana itu. Kami meminta pendapat ahli bedah kaki dan pergelangan kaki bersertifikasi, dr. Bobby Pourziaee serta pendiri Sundays Studio, Amy Ling Lin untuk menjelaskan apa sebenarnya formula ini, apa yang perlu diperhatikan, apa yang sebaiknya dihindari, dan lainnya.

BACA JUGA: 7 Tren Kuku Terbaik 2026 yang Wajib Dicoba

Apa Itu Cat Kuku Non-Toxic?

Non-toxic merujuk pada cat kuku yang diformulasikan tanpa bahan kimia berbahaya tertentu yang umum ditemukan dalam produk kuku tradisional, seperti formaldehyde, formaldehyde resin, toluene, dan TPHP yang telah dikaitkan dengan iritasi pernapasan, gangguan hormon, dan kekhawatiran kesehatan jangka panjang,” jelas Amy.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak ada regulasi khusus mengenai penggunaan istilah “non-toxic”, yang dapat menimbulkan kebingungan. “Istilah ‘non-toxic’ pada cat kuku sebagian besar merupakan istilah pemasaran, bukan klasifikasi medis yang ketat,” jelas Bobby. Ia menambahkan bahwa sebagian besar cat kuku modern yang dijual di Amerika Serikat sudah diformulasikan tanpa beberapa bahan kimia yang dahulu dianggap mengkhawatirkan secara kesehatan, tetapi tidak ada cat kuku yang benar-benar “non-toxic” dalam arti paling murni. Produk ini tetap merupakan produk kimia yang dirancang untuk menempel pada keratin.

Meski demikian, Bobby mengatakan bahwa klaim pemasaran tersebut tetap memiliki nilai tertentu. Anda dapat melihat berapa banyak bahan kimia yang dihilangkan dari suatu produk melalui angka “free” yang dicantumkan. Misalnya, “Banyak merek kini menawarkan formula 3-free, 5-free, 7-free, bahkan 10-free yang berarti mereka tidak menggunakan bahan kimia tertentu yang dulu umum dipakai dan kemudian menimbulkan kekhawatiran kesehatan,” jelas Bobby. “Jadi meskipun cat kuku yang sepenuhnya bebas bahan kimia tidak ada, formulasi yang lebih aman jelas tersedia.”

Bahan Cat Kuku Apa Saja yang Dianggap Beracun?

Bahan dasar yang biasanya tidak digunakan dalam cat kuku non-toxic meliputi:

•⁠  ⁠formaldehyde
•⁠  ⁠toluene
•⁠  ⁠dibutyl phthalate (DBP)
•⁠  ⁠formaldehyde resin
•⁠  ⁠camphor
•⁠  ⁠xylene
•⁠  ⁠triphenyl phosphate (TPHP)

Mengapa Sebaiknya Menggunakan Cat Kuku Non-Toxic?

“Beberapa bahan kimia dalam produk kuku tradisional dapat diserap melalui dasar kuku atau terhirup saat aplikasi dan senyawa tertentu dapat menumpuk di dalam tubuh seiring waktu,” kata Amy. “Memilih formula non-toxic membantu mengurangi paparan berulang, terutama bagi klien yang rutin melakukan manicure.”

Kesehatan para nail technician juga menjadi perhatian besar. Menurut Bobby, “Risikonya biasanya bukan berasal dari penggunaan pribadi yang sesekali, melainkan dari paparan kronis, terutama di salon dengan ventilasi buruk atau pada teknisi kuku yang terpapar setiap hari.”

Bobby menekankan bahwa “bagi sebagian besar individu sehat yang menggunakan cat kuku sesekali, risiko sistemiknya sangat rendah.” Namun ia mengatakan bahwa orang yang sedang hamil, memiliki asma atau sensitivitas kimia, mengalami eksim atau dermatitis kontak, serta mereka yang memiliki sistem imun yang lemah sebaiknya mempertimbangkan cat kuku non-toxic untuk mengurangi potensi stres tambahan bagi tubuh. Selain itu, dari sudut pandang podiatri, formula yang lebih sehat juga bermanfaat karena biasanya tidak terlalu membuat lempeng kuku dan kulit di sekitarnya kering. Hal ini membantu mengurangi retakan mikro dan kerusakan pada lapisan pelindung. Lempeng kuku yang rusak lebih rentan terhadap infeksi jamur, terutama pada kuku kaki.

Apakah Gel Polish Bisa Non-Toxic?

Menurut Amy, gel polish dapat bersifat non-toxic tergantung pada formulanya. “Beberapa bahan gel, terutama jenis acrylates dan methacrylates tertentu, dapat menyebabkan reaksi alergi atau sensitivitas jika tidak diformulasikan atau diawetkan dengan benar,” jelasnya. Ia juga mencatat bahwa bahan monomer yang disebut methacrylates, seperti HEMA atau HPMA, dapat menyebabkan dermatitis kontak. Namun potensi kerusakan tidak berhenti di situ. “Proses penghapusan yang terlalu agresif juga dapat merusak lempeng kuku, membuat kuku menjadi lebih tipis atau lebih lemah seiring waktu. Sistem yang lebih lembut dan aplikasi yang hati-hati sangat penting,” katanya.

Singkatnya, meskipun istilah “non-toxic” mungkin agak berlebihan dari sudut pandang pemasaran, memilih formula dengan kadar toksin yang lebih rendah tetap merupakan langkah pencegahan yang masuk akal, menurut Bobby. Berikut adalah enam merek cat kuku yang menghilangkan beberapa bahan tersebut sekaligus tetap menghadirkan manicure yang tahan lama dan berpigmen tinggi.

Best Pastels

Sundays Nail Polish in L.04

Koleksi cat kuku dari Sundays menghadirkan warna yang modern sekaligus botol yang mudah digenggam, sehingga memudahkan manicure DIY di rumah.

•⁠  ⁠10-free
•⁠  ⁠cruelty-free
•⁠  ⁠vegan

Good-For-Nail Ingredients

Manucurist Green Nail Polish in Milky Pink

Manucurist viral berkat rangkaian Active Treatment yang berfungsi seperti skincare untuk kuku, namun merek ini juga menawarkan berbagai warna cat kuku. Setiap formula dibuat dari 84 persen bahan bio-sourced seperti jagung, kentang, dan kapas.

•⁠  ⁠bahan berbasis tanaman
⁠  ⁠cruelty-free
•⁠  ⁠vegan

Best Shade Range

Zoya Nail Lacquer

Didirikan pada tahun 1986, Zoya masih digemari berkat pilihan warnanya yang sangat luas, mencapai ratusan shade, serta formulanya yang tahan lama dan breathable.

•⁠  ⁠12-free
•⁠  ⁠cruelty-free
•⁠  ⁠vegan

Longest-Lasting

Olive & June Long-Lasting Nail Polish - GH

Formula ini memiliki hasil akhir menyerupai gel dengan kilau tinggi yang dapat bertahan hingga 10 hari tanpa memerlukan lampu.

•⁠  ⁠15-free
•⁠  ⁠cruelty-free
•⁠  ⁠vegan

Quick-Drying

Côte Cassis Nail Polish

Warna-warna elegan dari Côte sangat cocok untuk manicure cepat karena dapat kering hanya dalam beberapa menit, tetapi tetap bertahan selama tujuh hingga sepuluh hari.

•⁠  ⁠10-free
•⁠  ⁠vegan
•⁠  ⁠cruelty-free

Best Neutrals

SSONE Nail Lacquer

Dikenal dengan pilihan warna netral yang indah, botol SSONE juga sama cantiknya dengan warna cat kukunya, sehingga tetap terlihat estetis di meja rias bahkan di antara waktu touch-up.

•⁠  ⁠21-free
•⁠  ⁠cruelty-free
•⁠  ⁠vegan

Meet the Experts

  • Dr. Bobby Pourziaee adalah ahli bedah kaki dan pergelangan kaki bersertifikasi yang berbasis di Beverly Hills dan dikenal dengan julukan “The High Heel Doctor.”
  • Amy Ling Lin adalah pendiri Sundays Studio, sebuah salon kuku dan lini produk berbasis di New York City.

Mengapa Mempercayai Harper’s Bazaar?

Selama lebih dari 150 tahun, Harper’s Bazaar telah menjadi sumber utama mode dan kecantikan bagi perempuan di berbagai usia. Kami meliput apa yang baru dan apa yang akan datang dalam dunia kecantikan dengan bekerja sama dengan otoritas terkemuka dunia di bidang dermatologi, bedah plastik, kosmetik, perawatan kulit, perawatan rambut, dan parfum. Setiap artikel yang kami terbitkan telah melalui proses riset menyeluruh serta ditinjau oleh tim editor kecantikan dan para ahli industri.

BACA JUGA:

Inspirasi Desain Nail Art Maroon Mewah

10 Tampilan Kuku Terbaik Hailey Bieber Menurut Editor Bazaar

(Penulis: Lindy Segal; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Alisa Putri Ramadhina; Foto: Courtesy of BAZAAR US)