Panggung peragaan busana akan debutnya Maria Grazia Chiuri untuk Fendi di Mila dihiasi dengan frasa "Less I, more us," yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Italia. Direktur kreatif baru rumah mode ini memulai koleksi ini dengan menengok kembali ke perjalanan lima bersaudara Fendi yang mengambil alih toko bulu dan kulit orang tua mereka pada tahun 1940-an dan mengubahnya menjadi merek global yang didukung oleh dinasti perempuan. Warisan tersebut membentuk Maria Grazia Chiuri, ia memulai kariernya di Fendi sebelum dinobatkan sebagai wanita pertama yang memimpin Dior pada tahun 2016.
BACA JUGA: Fendi Rayakan Musim Libur dengan Instalasi Jendela Baru
Namun untuk peragaan busana pertamanya setelah satu dekade berkarier di Dior, motto di atas panggung bisa saja berbunyi "Less is more" (Kurang itu lebih). Yang kemudian ditampilkan adalah serangkaian busana yang dirancang dengan indah yang tidak mengincar perhatian Instagram, melainkan mengundang kekaguman. (Lagipula, ada mantel bermotif macan di tengah lautan kesederhanaan.)
Peragaan dibuka dengan busana serba hitam seperti gaun kemeja organza bermotif chevron dengan rok berlipit yang dikenakan di bawah blazer berukuran besar yang disatukan oleh ikat pinggang diagonal yang hampir tak terlihat mengintip dari bawah kerah. Selanjutnya ditampilkan serangkaian setelan untuk pria dan wanita (dengan pilihan yang serupa untuk masing-masing) dan beberapa gaun renda romantis sepanjang betis untuk wanita. Busana terus didominasi warna hitam dan putih hingga tampilan ke-18, dengan diperkenalkannya mantel berwarna khaki. Warna digunakan dengan hemat, sebuah jersey sepak bola yang mengintip dari balik blazer, tas baguette bermotif, dan gaun slip merah yang mencuri perhatian.
Menjelang paruh kedua koleksi, Maria Grazia Chiuri mulai bereksperimen lebih banyak. Ia mengulang satu busana dalam beberapa versi berbeda, ada rompi berhiaskan bulu yang dikenakan dengan kaus bergambar dan celana pendek kargo selutut, serta dilengkapi dengan kaus kaki tipis, sepatu hak tinggi, dan tas baguette. (Salah satu versi selanjutnya mengganti rompi dengan jaket kamuflase.) Bagaimana pun, rumah mode Fendi berawal dari usaha pembuatan pakaian bulu yang terlihat pada beberapa mantel di sepanjang koleksi, misalnya seperti pada rompi tersebut dan sedikit terlihat dari beberapa kerah. Ia menampilkan setelan penerbangan dengan ritsleting diagonal dan setelan denim Kanada, dua kali dalam denim indigo dan sekali dalam warna krem yang dikenakan dengan sepatu bot koboi. Aksesorinya bernuansa humoris misalnya kalung lariat yang menjuntai dan kerah tuksedo yang berdiri sendiri, beberapa di antaranya terbuat dari bulu.
Teknik penjahitan yang seringkali santai dalam hal ini, memainkan peran utama dalam koleksi Fendi karya Maria Grazia Chiuri yang tidak mengherankan. Itu adalah sesuatu yang menjadi ciri khasnya. Koleksi debutnya memiliki lambang dari karyanya di Dior, tempat ia sebelumnya menjabat sebagai direktur kreatif dari tahun 2016 hingga musim panas tahun lalu. Misalnya, kemeja tuksedo dengan rok renda penuh yang sangat mengingatkan pada siluet yang ia ciptakan selama hampir satu dekade. Ia juga masih menyukai slogan, seperti yang dibuktikan oleh syal yang dibawa bersama tas tangan bertuliskan "impact," kaus bertuliskan "NO," bahkan panggung peragaan busana itu sendiri, mengingatkan kembali pada kaus "We should all be feminists" miliknya di Dior.
Warisan yang telah dibangun oleh Maria Grazia Chiuri melalui kepemimpinannya di Valentino bersama Pierpaolo Piccioli dan kemudian di Dior adalah warisan mode yang berpihak pada perempuan. Pada era di mana sangat sedikit desainer perempuan yang memimpin label-label besar, sungguh menyegarkan melihat pakaian yang terasa nyaman dipakai. Pakaian-pakaian ini merayakan bentuk tubuh daripada mengubahnya demi konsep-konsep baru yang sedang tren. Pakaian-pakaian ini, seperti yang tertulis dalam catatan pertunjukan, "menjadi saksi kehidupan yang telah dijalani." Ini adalah "gaun-gaun yang diciptakan untuk menemani hidup kita, emosi kita, keinginan kita." Setelah pertunjukan, sang desainer dengan lugas mencatat bahwa konsep "wardrobing" (berpakaian sesuai selera) adalah konsep kunci musim ini, bersamaan dengan mengaburnya batasan antara pakaian pria dan wanita bagaikan blazer hitam yang bagus tetaplah blazer hitam yang bagus, terlepas dari jenis kelamin Anda.
BACA JUGA:
Maria Grazia Chiuri Resmi Kembali ke Fendi
Silvia Venturini Fendi Mundur dari Posisi Direktur Kreatif Fendi
(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Nadhifa Fatma Ali; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
- Tag:
- Fendi
- Maria Grazia Chiuri
- Dior
