Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Kenapa Demam Tidak Turun-Turun Padahal Sudah Minum Obat?

Waspadai kondisi demam yang tidak kunjung turun padahal Anda sudah minum obat. Ternyata tubuh sedang memberikan sinyal bahwa Anda sedang mengalami infeksi dan perlu bantuan tenaga medis lebih lanjut.

Kenapa Demam Tidak Turun-Turun Padahal Sudah Minum Obat?
Courtesy of Freepik

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas batas normal, biasanya lebih dari 37,5-38°C. Pada umumnya, demam akan mereda setelah istirahat cukup dan minum obat penurun panas. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluh demam tidak kunjung turun meski sudah mengonsumsi obat. Kondisi ini tentu membuat khawatir.

Lalu, sebenarnya kenapa demam tidak turun-turun padahal sudah minum obat? Apakah ini tanda penyakit serius? 

Kenapa Demam Tidak Turun-turun Padahal Sudah Minum Obat?

Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau peradangan. Ketika virus, bakteri, atau zat asing masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan meningkatkan suhu tubuh untuk melawan penyebab penyakit tersebut.

Ada beberapa alasan mengapa demam tidak kunjung turun meski sudah minum obat:

1. Penyebab Infeksi Masih Aktif

Obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen hanya berfungsi menurunkan suhu tubuh, bukan membunuh virus atau bakteri penyebab infeksi. Jika infeksi masih berlangsung, demam bisa kembali naik setelah efek obat habis.

Contohnya:

  • Infeksi virus seperti flu
  • Infeksi bakteri seperti radang tenggorokan
  • Demam berdarah
  • Infeksi saluran kemih

Pada kasus infeksi bakteri, biasanya diperlukan antibiotik yang diresepkan dokter.

2. Dosis atau Cara Minum Obat Kurang Tepat

Demam bisa saja tidak turun karena dosis obat tidak tepat, jarak minum obat tidak sesuai aturan, dan obat diminum tanpa memperhatikan berat badan (terutama untuk anak). Selalu ikuti aturan pakai yang tertera atau anjuran dokter agar obat bekerja optimal.

3. Dehidrasi

Saat demam, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika asupan cairan kurang, suhu tubuh akan lebih sulit turun. Dehidrasi juga dapat membuat tubuh terasa semakin lemas. Minum air putih yang cukup sangat penting saat demam.

4. Penyakit yang Lebih Serius

Demam yang berlangsung lebih dari tiga hari atau tidak membaik bisa menjadi tanda penyakit tertentu, seperti tifus, pneumonia, demam berdarah, atau infeksi berat lainnya. Jika disertai gejala berat seperti sesak napas, muntah terus-menerus, ruam, atau penurunan kesadaran, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

5. Gangguan Sistem Imun

Pada beberapa kondisi, seperti penyakit autoimun atau gangguan imun, tubuh bisa mengalami demam berulang atau berkepanjangan. Penyebab ini perlu evaluasi medis lebih lanjut.

Apakah Kelelahan Bisa Menyebabkan Demam?

Banyak orang bertanya, apakah kelelahan bisa menyebabkan demam? Jawabannya: bisa, tetapi biasanya tidak tinggi.

Kelelahan ekstrem dapat menurunkan daya tahan tubuh. Ketika sistem imun melemah, tubuh lebih mudah terserang infeksi virus atau bakteri yang kemudian menyebabkan demam.

Selain itu, ada kondisi yang dikenal sebagai “demam stres” atau peningkatan suhu ringan akibat kelelahan fisik dan mental. Biasanya suhu tidak terlalu tinggi dan akan membaik setelah cukup istirahat.

Namun, jika suhu tubuh mencapai lebih dari 38°C dan berlangsung lama, kemungkinan besar ada infeksi atau penyebab medis lain, bukan hanya kelelahan biasa.

Bagaimana Cara Mengatasi Demam di Rumah?

Sebagian besar demam ringan dapat ditangani di rumah dengan perawatan sederhana. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Istirahat yang Cukup

Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi. Hindari aktivitas berat dan berikan waktu bagi tubuh untuk pulih.

2. Perbanyak Minum Cairan

Minum air putih, air kelapa, sup hangat, atau oralit untuk mencegah dehidrasi. Cairan membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.

3. Gunakan Obat Penurun Panas

Obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu menurunkan suhu dan mengurangi rasa tidak nyaman. Gunakan sesuai dosis yang dianjurkan.

4. Kompres Hangat

Kompres hangat di dahi, ketiak, atau lipatan paha dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara perlahan. Hindari kompres dengan air es karena dapat menyebabkan menggigil dan justru menaikkan suhu tubuh.

5. Gunakan Pakaian Tipis dan Nyaman

Kenakan pakaian berbahan ringan agar panas tubuh mudah keluar. Hindari menyelimuti tubuh secara berlebihan.

6. Konsumsi Makanan Bergizi

Meskipun nafsu makan menurun, usahakan tetap makan makanan ringan yang bergizi untuk membantu proses pemulihan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika demam sudah berlangsung lebih dari tiga hari, suhu tubuh di atas 39°C, ada sesak napas, kejang, muncul ruam atau bintik merah, diare, dan muntah-muntah.

Penanganan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Bagaimana Cara Mencegah Demam?

Mencegah demam berarti mencegah infeksi atau kondisi yang memicunya. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

1. Menjaga Kebersihan Diri

Rajin mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet atau tempat umum.

2. Menjaga Pola Makan Bergizi

Jaga asupan gizi seimbang. Usahakan selalu makan tepat waktu dan menyertai protein, karbohidrat, serat, dan lemak sehat pada menu makanan Anda. 

3. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur dapat menurunkan sistem imun. Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam.

4. Olahraga Teratur

Aktivitas fisik membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlancar peredaran darah. Tidak perlu berat, berjalan kaki 45 menit setiap hari sudah cukup untuk menjaga metabolisme tubuh. Latihan beban juga sangat baik untuk melatih otot dan menambah kekuatan tubuh.

5. Vaksinasi

Beberapa penyakit penyebab demam dapat dicegah dengan vaksin, seperti influenza, tifus, atau hepatitis.

6. Hindari Kontak dengan Orang Sakit

Jika memungkinkan, batasi interaksi dengan orang yang sedang mengalami infeksi menular. Apalagi bila kondisi tubuh Anda juga sedang tidak begitu sehat.

Demam yang tidak turun-turun meski sudah minum obat bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi yang masih aktif, dosis obat yang kurang tepat, dehidrasi, hingga penyakit yang lebih serius. Obat penurun panas hanya membantu menurunkan suhu sementara, bukan mengatasi penyebab utama.

Kelelahan memang bisa memicu peningkatan suhu tubuh ringan, tetapi jika demam tinggi dan berlangsung lama, kemungkinan besar ada infeksi yang mendasarinya.

Penanganan di rumah seperti istirahat cukup, minum banyak cairan, kompres hangat, dan konsumsi obat sesuai aturan biasanya efektif untuk demam ringan. Namun, jika gejala memburuk atau berlangsung lebih dari tiga hari, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Dengan menjaga kebersihan, pola makan sehat, istirahat cukup, dan gaya hidup aktif, risiko terkena demam dapat diminimalkan. Jangan abaikan demam yang berkepanjangan karena bisa menjadi tanda kondisi medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

(Edited by JM)