Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Membedah Bagaimana Perubahan Makna Sensualitas di Generasi Ini

Sensualitas bergerak dalam tempo yang lebih tenang dan terkontrol musim ini.

Membedah Bagaimana Perubahan Makna Sensualitas di Generasi Ini
Layout: Ghania Qurrota

Sensualitas kembali hadir musim ini dengan pendekatan yang lebih dewasa. Bukan lagi tentang sensasi, melainkan tentang presisi desain dan keputusan material. Fokusnya bukan lagi pada "membuka kulit", tetapi pada keseimbangan antara terlihat dan tersembunyi, antara tubuh dan struktur kain yang membentuknya. Dari runway internasional hingga panggung Indonesia, erotisme kini muncul sebagai kualitas—bukan provokasi.

BACA JUGA: Tren Lace dari Céline Era Phoebe Philo yang Kembali Hadir

Material menjadi fondasi utama. Satin tampil dominan dengan karakter yang mengalir dan menangkap cahaya. Slip dress dan siluet lingerie kembali muncul bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai jawaban atas kebutuhan akan mewah yang fleksibel dan tidak kaku. Pada Resort 2026, Anthony Vaccarello untuk Saint Laurent menghadirkan gaun panjang yang meliuk, garis leher beraksen drape, serta detail pita satin dan lace yang menyeimbangkan romantisme dan struktur. Sensualitas satin terasa kuat justru karena tidak dipaksakan. Semakin sederhana potongannya, semakin nyata efeknya, dengan tubuh yang terlihat namun tetap terasa elegan.

Saint Laurent Resort 2025
Foto: Courtesy of Dok. Bazaar

Lace pun mengalami pergeseran makna. Ia tak lagi sekadar aksen manis, melainkan tekstur utama yang membingkai tubuh. Sebagai elemen utama, lace menciptakan kedekatan visual yang intim namun tetap terkontrol. Chemena Kamali untuk Chloé menghadirkannya dalam versi yang lebih modern, melalui material ringan dan sheer blouse yang bergerak seperti udara, menghasilkan sensualitas yang halus dan terjaga.

Chloé Resort PO S26
Foto: Courtesy of Dok. Bazaar

Sheer juga menjadi medium penting dalam sensualitas baru ini. Transparansi tidak lagi digunakan untuk efek kejut, melainkan untuk membentuk siluet secara terukur. Tubuh hadir sebagai komposisi, dengan kontrol desain yang tetap menjaga batas. Penampilan Lisa Blackpink dalam sheer mesh gown Enfants Riches Déprimés Spring 2026 di Golden Globes after-party menunjukkan bahwa naked dressing kembali dalam versi yang lebih terkonsep dan matang.

Lisa dengan koleksi Enfants Riches Déprimés Spring 2026
Foto: Courtesy of Dok. Bazaar

Pergeseran ini juga disoroti oleh Yudith Kindangen, Senior Editor Harper’s Bazaar Indonesia. Menurutnya, siluet tidak lagi dipamerkan secara eksplisit, melainkan dibiarkan mengalir mengikuti lekuk tubuh melalui transparansi yang presisi.

Cut-out hadir sebagai salah satu elemen utama dalam erotisme kontemporer. Potongan bukan sekadar bukaan, melainkan keputusan presisi yang menegaskan satu titik tubuh sambil membiarkan bagian lain tertutup. Sensualitas lahir dari kontras dan ruang kosong yang dirancang.

Structural cutting membawa pendekatan ini ke level yang lebih teknis. Teknik potong yang menekankan arsitektur pola dan konstruksi kain menghadirkan sensualitas yang grafis dan tajam. Pada koleksi Spring/Summer 2026, Balenciaga membicarakan batas antara luxury dan busana nyata melalui struktur, volume, dan attitude yang tegas. Di sini, teknik menjadi bagian penting dalam membentuk erotisme modern.

Arus erotisme material ini juga terasa kuat di Indonesia. Stella Rissa menghadirkan sensualitas yang tenang melalui transparansi dan detail yang personal namun tetap konseptual. Sensualitas hadir lewat kesadaran akan batas, bukan eksposur berlebihan.

Stella Rissa
Foto: Courtesy of Dok. Bazaar

Selain itu, Biyan Spring/Summer 2026 menampilkan kemewahan subtil melalui silk dan lace yang diperlakukan dengan ketelitian tinggi. Sensualitasnya tidak dibangun dari eksposur instan, melainkan dari kontrol desain dan presisi material. Hasilnya adalah tampilan yang lembut namun tetap terstruktur, dengan daya tarik yang hadir sebagai konsekuensi teknik, bukan pernyataan berlebihan.

Hian Tjen dan Yogie Pratama menghadirkan sensualitas melalui siluet bersih dan presisi proporsi. Sheer, potongan fitted, dan permainan struktur digunakan untuk membentuk tubuh secara modern dan polished. Sensualitas hadir lewat kontrol bentuk, bukan transparansi berlebihan.

Inilah yang membuat “the new eroticism” relevan tahun ini. Berakar pada teknik dan material, sensualitas tidak lagi menjadi pameran semu. Satin, lace, sheer, cut-out, dan konstruksi kain membentuk pendekatan yang terkontrol dan terstruktur.

BACA JUGA:

Bella Hadid Tampil Memesona dengan Gaun Sheer dan Lingerie 

Padu Padan Cerdas untuk Gaya yang Lebih Berani dengan Sheer Skirt

Baca artikel Bazaar yang berjudul "Ritme Erotisme" yang terbit di edisi cetak Harper's Bazaar Indonesia - Februari 2026; Penulis: Yudith Kindangen; Disadur oleh: Karen Silitonga; Foto: Courtesy of Dok. Bazaar