Seiring musim perayaan akhir tahun, label perhiasan ikonis asal Bali menghadirkan koleksi Holiday 2025, sebuah pembaharuan atas arsip ikon rumah perhiasan tersebut. Di bawah arahan Creative Chairman, Reed Krakoff, ragam perhiasan khas John Hardy memperoleh sentuhan baru tanpa meninggalkan kode desain yang menjadi identitasnya.
BACA JUGA: Koleksi Baru Perhiasan Pria Terbaru Musim Semi dari John Hardy
Salah satu rangkaian utamanya adalah Icon, sebuah penghormatan terhadap koleksi arsip John Hardy. Dalam interpretasi terbarunya, Icon Link dirancang dengan bentuk yang nyaman di kulit. Setiap bagiannya dianyam tangan oleh hingga enam artisan, menjadikannya salah satu signature sekaligus contoh keahlian paling rumit dari rumah perhiasan ini. Icon Link hadir dalam bentuk gelang, kalung, liontin, dan cincin.
Sementara itu, Icon Chain menawarkan siluet yang lebih fleksibel, menampilkan beragam teknik khas John Hardy, dari wujud presisi rantai Icon Chevron hingga Love Knot yang sarat akan makna simbolis. Gelang tersebut dapat dikenakan bertumpuk maupun sebagai statement piece, dan dapat disesuaikan dengan gaya apa pun.
Interpretasi baru lainnya hadir melalui rangkaian Dot, yang menghidupkan kembali salah satu lini ikonis John Hardy. Koleksi ini menampilkan siluet melingkar yang dihiasi bulatan sterling silver sebagai bentuk apresiasi yang terinspirasi dari teknik jawan Bali yang bersejarah. Dot hadir dalam bentuk cuff, hoops, choker, dan cincin.
Untuk interpretasi Holiday 2025, desain Spear kini tampil dengan siluet melingkar yang diperkecil skalanya sehingga menghadirkan proporsi yang lebih halus. Setiap perhiasan dalam rangkaian ini dihiasi safir hitam dan biru yang diperoleh secara etis. Sementara itu, Spear 50 Cuff mendapat pembaharuan melalui sentuhan warna dari ujung hardstone berkilau, mulai dari Howlite, Lapis Lazuli, Tiger Eye, Blue Lace Agate, Onyx, hingga Turquoise.
Rangkaian terakhir dalam koleksi Holiday 2025 adalah Heishi, perhiasan dengan beads yang dipotong tangan dari cangkang kerang tiram, menghadirkan semburat warna natural. Karena menggunakan batu alami, setiap batu memancarkan karakter yang unik yang memberi setiap perhiasan sentuhan personal dan autentik.
Selain merilis lini Holiday 2025, John Hardy juga merayakan akhir tahun melalui pengalaman bersantap hangat di butik John Hardy Seminyak, manalagi sekali di Long Table. Tahun ini, John Hardy Seminyak mempersembahkan festive menu yang diracik oleh Executive Chef, Tomy Suputra, terinspirasi dari enam pulau di Indonesia: Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.
The Long Table Holiday Menu menghadirkan hidangan seperti Bebek Hitam dari Jawa, Udang Sambal Asap dari Sulawesi, Serundeng Udang Papai dari Kalimantan, Rumpu Rampe dari Nusa Tenggara, Roroban dari Bali, serta Nasi Minyak Tumpeng dari Sumatra. Sebagai penutup, para tamu disuguhkan Es Campur yang kemudian dilanjutkan dengan pilihan teh atau kopi.
The Long Table menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati akhir tahun dalam suasana yang meriah. Dengan pemandangan pura dan taman yang menenangkan, para tamu dapat merayakan musim ini dengan tenang dan penuh kehangatan. Pengalaman bersantap ini juga dilengkapi wine list terbaru yang menawarkan pilihan wine lokal maupun internasional.
BACA JUGA:
Melihat Koleksi Musim Semi 2024 John Hardy di Jakarta
Interpretasi Baru John Hardy akan Naga di Koleksi Spring/Summer 2024
(Penulis: Emily Naima; Foto Couresy of: John Hardy; Edited by SS)
