Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Seni Bersemi di Hotel Tentrem Jakarta lewat Tentrem Rona Jawi

Dialog seni, alam, dan warisan berpadu dalam ketenangan Tentrem Jakarta.

Seni Bersemi di Hotel Tentrem Jakarta lewat Tentrem Rona Jawi
Courtesy of Hotel Tentrem Jakarta

Di jantung kemewahan Hotel Tentrem Jakarta, seni kembali menemukan rumahnya dalam nada yang lembut namun berdaya. Melalui Tentrem Rona Jawi kampanye budaya yang sejak awal dirancang sebagai jembatan antara estetika dan spiritualitas Nusantara hotel ini mengukuhkan posisinya bukan sekadar sebagai ruang peristirahatan, tetapi sebagai lanskap pengalaman kultural. Pada edisi terbarunya, narasi tersebut terwujud dalam sebuah inisiatif seni rupa yang anggun dari kolaborasi perdana dengan D’Gallerie yang menghadirkan karya-karya Putu Winata, seniman Bali yang peka terhadap denyut alam dan jiwa. Bertajuk Saujana, pameran ini tidak hadir sebagai tontonan semata, melainkan sebagai bisikan visual yang mengajak pengunjung melambat, merasakan, dan menyelami lapisan-lapisan makna di balik setiap sapuan warna.

Saujana, dalam esensinya, dimaknai sebagai memori perjalanan dari sebuah peta batin tentang pencarian keseimbangan di tengah riuhnya kehidupan. Hotel Tentrem Jakarta bersama D’Gallerie mengkurasi sepuluh karya Putu Winata dengan ketelitian yang nyaris meditasi, memastikan setiap karya berbicara selaras dengan ruang yang mengitarinya. Lanskap yang terhampar di kanvas bukan sekadar pemandangan sebagai gema perasaan, napas alam, dan refleksi diri. Dalam diam, karya-karya ini mengajak audiens untuk menatap keluar sekaligus ke dalam yang merenungkan hubungan tak terpisahkan antara manusia, alam, dan waktu yang terus bergerak.

Courtesy of Hotel Tentrem Jakarta

Lebih dari sekadar pameran, Saujana menjadi ruang perjumpaan antara seni kontemporer dan nilai-nilai kultural Indonesia. Hotel Tentrem Jakarta menempatkan seni sebagai medium yang hidup bukan artefak yang dibingkai nostalgia, melainkan bahasa yang relevan dengan masa kini. Di sini, tradisi tidak dipajang sebagai kenangan beku, tetapi dihidupkan kembali melalui dialog visual yang intim. Setiap karya berfungsi sebagai titik temu antara masa lalu, proses kreatif, dan pengalaman personal penikmatnya, menciptakan resonansi yang hangat dan mendalam.

Visi ini ditegaskan oleh Candra Kusuma, Director of Sales & Marketing Hotel Tentrem Jakarta, yang menekankan bahwa Tentrem Rona Jawi dirancang untuk lebih dari sekadar dilihat. Baginya, budaya harus dirasakan dengan menyentuh, menggerakkan, dan mengendap dalam kesadaran. Kolaborasi dengan D’Gallerie dan Putu Winata melalui Saujana menjadi manifestasi komitmen tersebut dengan menghadirkan seni sebagai bagian dari perjalanan budaya yang dekat dengan keseharian, berakar pada kehangatan, namun tetap relevan dengan denyut zaman.

Courtesy of Hotel Tentrem Jakarta

Seluruh karya dipresentasikan menyatu dengan arsitektur dan atmosfer Hotel Tentrem Jakarta, seolah menjadi ekstensi alami dari ruang itu sendiri. Lorong-lorong hotel berubah menjadi galeri berjalan dari lobi menjadi panggung kontemplasi; setiap sudut menyimpan percakapan visual yang subtil. Di sini, Hotel Tentrem Jakarta, D’Gallerie sebagai mitra kuratorial, dan Putu Winata sebagai seniman berpadu dalam simfoni estetika yang mengeksplorasi relasi manusia dengan alam, identitas, dan memori kultural.

Pameran Saujana berlangsung hingga 17 Maret 2026, memberi waktu bagi publik untuk berinteraksi secara perlahan dengan setiap karya. Perjalanan ini kemudian diperkaya dengan art workshop eksklusif bersama Putu Winata pada 18 Januari 2026 sebuah kesempatan langka untuk menyelami proses kreatif sang seniman, merasakan ritme penciptaannya, dan memahami bagaimana alam diterjemahkan menjadi bahasa visual.

Courtesy of Hotel Tentrem Jakarta

Pada akhirnya, Tentrem Rona Jawi bukan sekadar kampanye, melainkan sebuah platform budaya yang berdenyut. Melalui kolaborasi ini, Indonesia tidak ditempatkan sebagai latar eksotis, melainkan sumber inspirasi yang hidup bergerak, berdialog, dan berevolusi. Dalam harmoni antara kemewahan, seni, dan warisan, Hotel Tentrem Jakarta mengundang kita untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga peziarah dalam perjalanan estetika yang tenang, bermakna, dan sangat manusiawi.

(Edited by SS)