6 Tren Fashion Fall/Winter 2021 Pilihan Editor Bazaar untuk Anda Coba

Di musim ini, para desainer mengajak kita semua untuk menyambut musim dingin dengan tampilan penuh selebrasi.

Courtesy of Roksanda, Emilia Wickstead, Proenza Schouler


Situasi tak menentu yang berubah-ubah membuat para desainer memerlukan jurus jitu untuk mengajak para pencinta mode menghadapi segala keadaan di masa mendatang terutama pandemi. Namun, tak berarti para desainer berdiam dengan memberikan koleksi yang aman-aman saja. Di panggung musim gugur/dingin 2021, para desainer dan rumah mode dunia justru menginginkan para wanita berpakaian dengan ceria dan merayakan kehidupan lewat aksen busana seperti sequins yang meriah, gabungan palet warna yang solid, dan banyak lagi.

Bahkan beberapa desainer tak takut mengajak para insan mode untuk melihat kembali ke masa roaring twenties yang penuh glamorama dan pesta, sebut saja Fendi, Dries Van Noten, Khaite, dan banyak lagi. Kemudian motif-motif bahagia penuh warna tak lupa menghiasi koleksi musim gugur/dingin 2021 sebagai injeksi kehidupan yang hangat dan artistik di tengah musim dingin, beberapa desainer yang melakukannya adalah Loewe, Prada, Stella Jean, sampai Moschino.

Baca juga: Mengenal Generasi Z: Mereka Si Generasi Segala Sarana Jenis Komunikasi

Kami pun ingin Anda melakukan hal yang sama, yakni menyusun tampilan dengan infusi selebrasi dan kemeriahan walau mungkin saat ini hanya bekerja dari rumah atau tidak banyak beraktivitas dan bertemu orang banyak. Tak ada salahnya untuk menguji kemampuan mix and match Anda kembali dengan menjadikan tren musim gugur/dingin 2021 sebagai acuan utama. Berikut tips mix and match yang dapat Anda coba.

Knit Galore

(Proenza Schouler & Altuzarra)

Busana knit mewah menjadi kata kunci tren musim gugur/dingin 2021, wujud material knit yang dapat mengelevasi tampilan saat bepergian sekaligus memberi kenyamanan saat berdiam di rumah di situasi saat ini membuat popularitasnya semakin menanjak di pekan mode dunia. Beberapa desainer yang dapat disimak mengenai busana knit dengan potongan clean adalah Proenza Schouler dan Altuzarra.

(Searah jarum jam: Ribbed Twist-Detail Knit Top / Proenza Schouler, 9K Gold Diamond Hoop Earrings / Yvonne Leon, Ashton Button-Detailed Ribbed-Knit Maxi Skirt / Jonathan Simkhai, Walker embellished suede mules / By Far, The Pouch Leather Clutch / Bottega Veneta)

Mixing Color

Perpaduan warna-warna solid di dalam satu tampilan memancarkan padanan musim gugur yang kreatif dan menyegarkan. Padu padan palet warna kontras yang menonjol menjadi tren musim gugur/dingin kali ini serta terlihat di koleksi rumah mode Prada, Loewe, dan Roksanda yang didominasi oleh warna kuning.

(Searah jarum jam: Rozan belted color-block silk-organza trench coat / Dries Van Noten, Aimee Suede Clutch / Khaite, Laser-cut leather waist belt / Loewe, Colorblocked Silk Carwash Halter Gown / Roksanda, Venus Lace-Up Satin Pumps / The Attico)

Clashed on Pattern

Permainan motif selalu menyemarakkan penampilan baik itu motif bunga, motif etnik, atau motif lainnya. Di tren musim gugur/dingin 2021, mix and match motif menjadi wujud harapan akan masa depan yang cerah dalam menyambut musim dingin di tengah situasi tak menentu. Beberapa desainer yang mengekspresikan motif adalah Simone Rocha dan Victoria Beckham dalam format motif bunga serta Stella Jean dengan motif tribal.

(Searah jarum jam: Booty Cap 100 creased-foil perspex ankle boots / Christian Louboutin, Gloucester Gingham-Patterned Cotton Puffer Jacket / Sea, Small Hourglass Snake-Effect Leather Bag / Balenciaga, Geometric-Patterned Wool-Blend Midi Skirt / Stella McCartney)

Black Never Die

Secara harfiah, tren warna hitam tak pernah gagal dan lekang oleh waktu. Namun kali ini, tren hitam didominasi model tailored atau busana midi yang tertutup. Siluet babydoll dan siluet minimal menjadi andalan para desainer dan rumah mode dunia seperti Versace, Schiaparelli, dan Tom Ford.

(Searah jarum jam: Antigona Soft Leather Tote / Givenchy, x Wolford Vegan Leather Turtleneck Bodysuit / Amina Muaddi, Leather and suede gloves / Loro Piana, Mya high-rise patent-leather pencil skirt / Khaite, Hata leather slingback sandals / Manolo Blahnik)

Anything Cropped

Tidak hanya pada tren busana Y2K, tampilan dengan cropped turut dimodifikasi para desainer dan rumah mode di musim ini dalam rupa lebih serius dan formal seperti setelah blazer dan celana high waisted atau atasan tanpa lengan dengan rok midi yang romantis seperti koleksi rancangan Chanel dan Emilia Wickstead.

(Searah jarum jam: Sacaria Pearl-Embellished Satin Platform Sandals - Jimmy Choo / Checked Tweed Cropped Jacket - Alessandra Rich / Belt Metal & Lambskin
- Chanel, Concert Twill Flared-Leg Trousers - Zimmerman, Le Chiquito Wicker and Leather Bag - Jacquemus)

20s Inspired

Roaring twenties merupakan salah satu era mode yang paling berpengaruh sampai saat ini, terbukti dari tren musim gugur/dingin 2021 yang masih menyerap model siluet era tersebut. Prediksikan siluet drop waist atau gaun dengan efek drapery yang klasik seperti koleksi Miu Miu dan Vaquera.

(Searah jarum jam: Flocked heart-print dropped-waist tulle maxi dress / Rodarte, Chain-embellished glittered rubber rain boots / JW Anderson, Oversized recycled-yarn cotton-blend T-shirt
/ Raey, Midi Fringe Crystal Leather Top Handle / Kara, Diamond, opal & 14kt gold necklace / Jacquie Aiche)

Baca juga: Bagaimana Pergeseran Perilaku Belanja Fashion Anda Selama Pandemi Covid-19? Simak Surveinya!

Baca juga: Simak Perkembangan Tren Pakaian Pria Bernuansa Feminin

(Courtesy of Moda Operandi, Net-A-Porter, Proenza Schouler, Altuzarra, Prada, Loewe, Roksanda, Stella Jean, Simone Rocha, Victoria Beckham, Versace, Schiaparelli, Tom Ford, Chanel, Emilia Wickstead, Miu Miu & Vaquera)