Film Berlatar Belakang Yogyakarta Ini Diputar di Switzerland

Satu lagi karya anak bangsa dipertontonkan di Locarno International Film Festival 2019.



The Science of Fictions, film Indonesia karya Yosep Anggi Noen terseleksi pada kompetisi utama Locarno Film Festival 2019 dan mendapatkan Penghargaan "Special Mention“ di ajang Film Festival yang ke-72 tersebut.



Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah atau yang memiliki judul internasional The Science of Fictions karya terbaru dari sutradara Yosep Anggi Noen berhasil terpilih pada seksi kompetisi utama dan tayang perdana pada Locarno International Film Festival di tanggal 16 Agustus 2019. Locarno Film Festival adalah festival film terkemuka di dunia yang mengambil tempat di Switzerland, bersanding dengan Cannes, Venice, Berlin dan Sundance. Tahun ini Locarno memasuki tahun penyelenggaraan ke-72.




The Science of Fictions adalah film panjang ketiga dari sutradara Yosep Anggi Noen setelah film pertama Vakansi Janggal dan Penyakit Lainnya (2012) yang sukses melanglang buana ke berbagai festival film internasional dan film kedua, Istirahatlah Kata-Kata (2016). Istirahatlah Kata-Kata, selain ditayangkan di berbagai festival film internasional juga mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari penonton di Indonesia.

The Science of Fictions berkisah tentang Siman, seorang pemuda di pelosok Yogyakarta yang melihat pengambilan gambar pendaratan manusia di bulan oleh kru asing di Pantai Parangtritis, Yogyakarta di tahun '60-an. Ia ditangkap dan dipotong lidahnya. Setelah itu Siman melalui hidupnya dengan selalu bergerak lambat seperti astronot di ruang angkasa. Penduduk desa menganggap Siman gila, karena bahkan Siman membangun bangunan mirip roket di belakang rumahnya.

Era digital fake newsmungkin membodohi kita dengan menganggapnya sebagai fenomena baru; pada kenyataannya, pemalsuan fakta telah menjadi cerita kuno, dan negara Indonesia adalah pelakunya.

Berkompetisi di sesi bernama consorso internasionale, film The Science of Fictions bersaing dengan sutradara-sutradara bernama besar seperti Pedro Costa dari Portugis dan Koji Fukada dari Jepang, untuk mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu Golden Leopard. Golden Leopard pernah diterima oleh sutradara-sutradara besar dunia termasuk Jim Jarmusch (1984), Claire Denis (1996), Lav Diaz (2014), Jafar Panahi (1997), dan Hong Sang Soo (2015).

Meskipun belum mendapatkan penghargaan tertinggi Golden Leopard, film The Science of Fictions mendapatkan penghargaan "Special Mention“ di Ajang Locarno Film Festival 2019 ini.

The Sciene of Fictions dimainkan oleh Gunawan Maryanto, Yudi Ahmad Tajudin, Lukman Sardi, Ecky Lamoh, Alex Suhendra, Marissa Anita, Rusini, dan Asmara Abigail.




(Foto: Courtesy of Rambo Ghozali)