Menelusuri Sisi Seni dan Budaya di Setiap Sudut Hong Kong

Arts in Hong Kong mengampanyekan kekayaan seni yang dimiliki oleh Fragrant Harbour



Ada banyak hal yang bisa dieksplorasi di Hong Kong. Selain sebagai destinasi wisata dan berbelanja dengan kuliner wajib dicicipi seperti cart noodle dan dim sum, negara berjuluk Fragrant Harbour ini memilki sisi estetika yang tak kalah menarik untuk diselami, yakni lewat ekspresi seni. Salah satu cara untuk memperkenalkan seni di sana adalah lewat kampanye Arts in Hongkong yang diusung oleh Dewan Pariwisata Hong Kong atau Hong Kong Tourism Board (HKTB).

Eksplorasi seni dapat dilihat mulai dari craftmanship sarat tradisi, arsitektur bersejarah, hingga seni modern dalam rupa digital. Sebut saja Sindart yang sudah terkenal dengan kerajinan alas kaki sulamnya yang melegenda atau West Kowloon Cultural District dapat menjadi tujuan bagi para anak muda pengagum seni. Semua dapat dinikmati oleh beragam usia, sehingga menjadikan Hong Kong sebagai destinasi yang pas bagi lintas generasi. Jadi, seperti apa seni lainnya dan bagaimana Anda bisa menikmatinya?

1. Berinteraksi dengan seni digital

Kemajuan teknologi turut memberikan warna pada dunia seni secara global, tak terkecuali di Hong Kong. Sejak Arts in Hong Kong diluncurkan pada Mei 2022, kampanye ini diikuti dengan serangkaian acara internasional termasuk Art Basel Hong Kong dan French May. Di festival seni French May, Anda dapat menikmati pertunjukan tari interaktif karya seniman Prancis, Ophelia Jacarini, lewat Virtual Reality.

M+ yang berada di West Kowloon Cultural District

Ada pula beberapa tempat yang menampilkan seni digital dan dapat Anda kunjungi saat berada di Hong Kong. M+ saat ini sedang menampilkan moving image karya Ellen Pau yang diberi nama "The Shape of Light." Ini merupakan hasil kolaborasi Art Basel dan M+. Beranjak ke Hong Kong Art Museum, terpajang instalasi "Resonance-In-Sight" karya seniman lokal, Kristof Crola dan Garvin Goepel. Pengunjung dapat "berinteraksi" dengan koleksi khusus yang ada di sana lewat aplikasi Augmented Reality yang dibuat tersendiri.


2. Menjejakkan kaki di bangunan berarsitektur menawan

Salah satu sudut di Tai Kwun

Tak terbatas pada coretan di atas kanvas, seni juga dapat dilihat dari keunikan sebuah bangunan. Salah satunya yang bisa Anda temui di Hong Kong adalah bekas kantor polisi Yau Ma Tei, sebuah bangunan Neoklasik berbentuk V yang distingtif. Area lain yang populer untuk membuktikan kecantikan arsitekturnya ini adalah Tai Kwun. Di sini Anda seakan dibawa melintasi waktu sebab daerah ini dipenuhi dengan bangunan kolonial abad ke-19 dan arsitektur modern yang kontras. Disebut sebagai heritage-arts venue yang sudah menerima Award of Exellence dari UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation 2019, Tai Kwun juga cocok bagi Anda pencinta sejarah. Areanya memiliki 16 bangunan bersejarah yang sudah direvitalisasi. Gedung-gedung cantik yang bisa Anda temui di sini seperti bekas Central Police Station, Central Magistracy, Victoria Prison, JC Contemporary, dan JC Cube.

3. Menyelami seni dalam rupa tradisi

Seni mengukir mahyong di Biu Kee Mahjong

Tak jarang karakter sebuah negara diasosiasikan dengan seninya yang sarat tradisi dan budaya. Berbicara tentang Hong Kong, Anda pasti pernah mendengar tentang budaya bermain mahyong. Namun lebih dari sekadar permainan, kerajinan membuat mahyong justru memiliki nilai yang tinggi, sehingga tak heran bila mengukir mahyong dicatat sebagai Intangible Cultural Heritage oleh pemerintah lokal. Salah satu toko yang masih mempertahankan pembuatan mahyong secara tradisional dan handmade adalah Biu Kee Mahyong yang berada di Jordan Road, area yang sama dengan toko alas kaki sulam yang melegenda, Sindart.

Opera Canton

Selain dalam rupa kerajinan, Anda juga dapat menyaksikan performance art berupa opera Canton dan pertunjukan tradisional Tiongkok (xiqu). Pertunjukan ini kerap ditampilkan di Xiqu Centre yang berada di West Kowloon Cultural District. Xiqu Centre juga dilengkapi dengan guided tour, restoran, kafe, dan gift shop yang menjual produk-produk khas xiqu. Seni Hong Kong lainnya yang tak kalah menarik adalah pertunjukan wayang Tiongkok di Jockey Club Creative Arts Centre.

4. Memasuki ruang kreatif tanpa batas

Keseharian kita nyatanya tak lepas dari seni dan Hong Kong memberikan ruang yang luas untuk mengekspresikannya. Hal ini didukung dengan tersedianya tempat-tempat bagi seniman untuk menuangkan kreativitasnya. Misalnya seperti M+, sebuah museum visual budaya kontemporer pertama di Asia sejak dibuka pada November 2021. Berbeda dengan museum tradisional yang fokus untuk memamerkan, mengumpulkan, dan menganalisa, M+ merupakan wadah untuk interaksi kreatif dan koneksi sosial. Bangunannya didesain oleh Herzog & de Meuron yang bekerja sama dengan TFP Farrells dan Arup, menghadirkan koleksi visual art tradisional hingga budaya, termasuk budaya populer, internet culture, dan seni yang diekspresikan lewat teknologi. Terhitung sejak Juni 2021, M+ memiliki lebih dari 6000 koleksi.

Freespace di West Kowloon Cultural District

Selain M+, ada pula Freespace di jantung West Kowloon Art Park yang merupakan pusat pertunjukan kontemporer multi-genre tempat bertemunya seniman lokal dan internasional. Salah satu areanya yakni Lau Bak Livehouse menyuguhkan tak hanya makanan dan craft beer, namun juga pertunjukan musik lokal dan digunakan sebagai tempat workshop, screening film, serta acara-acara budaya. The Fringe Club dan PMQ adalah contoh venue lain yang menghadirkan pertunjukan seni kontemporer bagi Anda.

5. Menelusuri warna-warni urban street art

Salah satu street art di Artlane

Di balik citra sebagai kota dengan gedung-gedung pencakar langit, Hong Kong juga menyimpan guratan seni di setiap sudut jalanannya. Tak salah bila saat membaca ini Anda terbayang akan mural. Hong Kong memiliki satu area bernama Artlane, tempat di mana seniman lokal dan internasional mengubah dinding bangunan Ki Ling Lane dan Chung Ching Street menjadi kanvas penuh warna. Selain mural, street art di Hong Kong juga dapat Anda temui dalam bentuk instalasi seperti yang ada di Sham Shui Po. Instalasi berupa boneka rajut karya seniman lokal @lyhhandcrafts dan Hoopla yang menggemaskan berdiri di persimpangan jalan di luar D2 Place.

Created by Harper's Bazaar Indonesia for Hong Kong Tourism Board

Foto: Courtesy of Hong Kong Tourism Board