Segudang Cara Memanjakan Diri di Rio

Pusat kebudayaan Pargue Lage di distrik Jardim Botanico


Di tengah semaraknya perhelatan Piala Dunia yang malam ini (12/6) digelar, Rio de Janeiro punya segudang cara untuk memanjakan Anda.

Di sinilah hidup bermula, ketika orang-orang secara spontan bermain sepak bola di tengah hamparan pasir pantai, di kota yang berada di antara lebatnya hutan hujan dan samudera biru. Carlos Pastor menceritakan pengalaman eksplorasinya di Rio dari sudut pandang lokal. Sekitar pukul 5.30 pagi, waktu seolah bergulir bagi para carioca (sebutan bagi penduduk lokal), Copacabana seolah terbangun karena orang-orang yang berlari pagi, para pekerja dengan setelan hitamnya, para beach lover yang siap-siap berjemur di pinggir pantai, bahkan beberapa orang yang baru kembali dari party.

Orang-orang lokal biasanya makan dan minum sambil berlalu. Tapi cobalah singgah di Barhinhos de Praia, yaitu sebuah beach bar untuk mencicipi minuman segar agua de coco yang disajikan dari buah kelapa segar, atau cerveizinha (bir dingin). Jangan mengaku penggila bola jika Anda belum mencoba menyaksikan sebuah pertandingan di bar setempat. Karena
inilah alternatif terbaik untuk merasakan sensasi menyaksikan pertandingan sepak bola selain di stadion. Selain bisa merasakan antusiasme warga lokal terhadap sepak bola, bisa merasakan euforianya dan berinteraksi langsung dengan mereka tentunya menghadirkan sensasi tersendiri.

Sementara panduan untuk berkeliling kota, Anda dapat menyaksikan sunrise dari Confeitaria Colombo di pantai Copacabana, terasa begitu menyenangkan apalagi jika dilakukan sambil menyantap sarapan dan menikmati kopi lokal. Untuk menikmati pemandangan yang menakjubkan, cobalah menuju puncak Corcovado, yang merupakan puncak tertinggi Rio dengan ketinggian sekitar 750 meter. Tepat di puncaknya terdapat patung Christ The Redeemer. Dari sini bisa terlihat keseluruhan pemandangan kota yang damai dan terbagi oleh Serra da Carrioca, pegunungan, dan sebagian Taman Nasional Tijuca.

Baca artikel selengkapnya di Harper's Bazaar Indonesia edisi April 2014

(Carlos Pastor, Foto: Carlos Pastor; Courtesy of Orient-Express Hotel, Santa Teresa Hotel, Fasano Hotel)