Suara Wanita Hebat dalam Pertunjukkan Monolog



Berkeinginan mengingatkan publik pada sosok wanita hebat, The Jakarta Post, Titimangsa Foundation dan Djarum Apresiasi Budaya mempersembahkan kembali Monolog Inggit, Perempuan di Tepi Sejarah. Pertunjukan yang didedikasikan untuk mengenang Inggit Ganarsih, wanita yang nama dan jejak perjuangannya hilang dalam ingatan sejarah bangsa.

Wanita yang namanya nyaris dilupakan masyarakat Indonesia ini berjasa dibalik nama besar Soekarno. Naskah Monolog Inggit ditulis oleh Ahda Imran yang terinspirasi dari novel Kuantar Ke Gerbang karya Ramadhan KH. Adalah Happy Salma yang didaulat untuk memerankan sosok Inggit dan membawakan monolog tentang keteguhan hati, kesederhanaan dan keberanian Inggit sebagai seorang wanita.

Monolog Inggit akan berlangsung pada 10 Mei 2014 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Ini adalah pertunjukan yang ke-12, dan akan berbeda dengan yang sebelumnya. Pertunjukan kali ini memadukan unsur modern lewat penggunaan multimedia magic screen dengan unsur tradisional yang melibatkan penari Tarian Kontemporer Studio Titik Dua, pemusik Gamelan Mustika Inggit serta paduan suara Seni Musik UPI Bandung.

Bagi Anda yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan cara yang berbeda, pertunjukan Monolog Inggit jelas sayang untuk dilewatkan.

(Daniar Cikita, Foto: Dok. Image Dynamics)