Bazaar Art Jakarta 2016, Sebuah Apresiasi Seni Rupa

Untuk ke delapan kalinya, majalah Harper's Bazaar Indonesia akan kembali menggelar Bazaar Art Jakarta pada tanggal 26-28 Agustus mendatang.

contoh bentuk booth BAJ tahun 2016


Untuk ke delapan kalinya, majalah Harper's Bazaar Indonesia akan kembali menggelar Bazaar Art Jakarta pada tanggal 26-28 Agustus mendatang.

Berlokasi di ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Bazaar Art Jakarta (BAJ), art fair terbesar di Indonesia tahun ini akan menghadirkan galeri dan seniman dunia dari 11 negara mulai dari Australia hingga Amerika.

"Pada penyelenggaraan tahun ini, Bazaar Art Jakarta telah mencatat sejumlah pencapaian, di antaranya dengan meningkatnya jumlah galeri terkemuka internasional dan Indonesia yang berpartisipasi," ujar Soetikno Soedarjo, CEO MRA Group dalam sebuah konferensi pers yang dihelat beberapa waktu lalu.

"Setiap tahunnya, bukan hanya jumlah partisipan yang meningkat, tetapi juga kualitas dan pengakuan internasional. Bazaar Art Jakarta digagas untuk memberikan inspirasi bagi industri gaya hidup dan masyarakat pencinta seni kontemporer. Saya berharap, BAJ akan selalu menjadi highlight penting dalam agenda pameran seni rupa di wilayah Asia," tambahnya lagi.

Tahun ini, BAJ juga memperkenalkan Vivi Yip, pemilik galeri dan pencinta seni, selaku Fair Director. Pengalamannya sebagai South East Asian Paintings Specialist and Indonesia Representative di Sotheby's selama 10 tahun, mendirikan Vivi Yip Art Room, serta menaungi komunitas seniman muda, Young Indonesian Contemporary Artists (YICA), pastinya akan mengembuskan angin segar pada pergelaran BAJ tahun 2016.

"Saya sangat bersemangat membawa BAJ 2016 di bulan Agustus nanti. Akan ada lebih banyak program yang akan menarik minat pengunjung dan kolektor. Keberagaman seni rupa akan ditampilkan secara edukatif, interaktif, dan seru.

Kehadiran galeri lokal dan internasional merupakan representasi seni rupa global yang secara aktif diapresiasi," ujar Vivi Yip yang positif menyambut BAJ.

Selain Vivi Yip, BAJ juga mendaulat Rifky Effendy sebagai Creative Director. Rifky merupakan seorang kurator independen berpengalaman di berbagai acara seni lokal dan mancanegara. Hingga kini kepedulian masyarakat akan seni masih sedikit.

Dengan berbagai program yang hadir dalam BAJ 2016 ini diharapkan para pelaku di dunia seni dan karya seni bisa berinteraksi dengan masyarakat secara luas, sehingga perhatian masyarakat akan seni semakin meningkat,” tutur Rifky.

Kehadiran para kolektor internasional dari berbagai negara seperti Jepang, China, Singapura, dan Taiwan, juga menjadi salah satu yang dinanti-nanti. Di samping Art Performance yang akan melibatkan tubuh seniman, tubuh representasi, dan interaksi dengan publik.

Tahun ini, interaksi dengan publik berbagai kalangan usia pun akan ditingkatkan lewat menggambar, melukis, membuat mural, screen printing, dan seni patung.

Tidak kenal maka tak sayang, begitu juga kita dengan seni rupa. Mengenalinya merupakan langkah awal kita dalam mengapresiasi sebuah karya seni.

Untuk mengetahui info lebih lanjut tentang Bazaar Art Jakarta, silakan klik di sini.

(Stella Mailoa. Foto: Dok. Bazaar Art)