Dua Musisi Ini Ternyata Mendapat Lebih Banyak Grammy Awards dari Beyoncé

Kemarin malam, Beyoncé menjadi musisi wanita dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah Grammy Awards. Selain Beyoncé, berikut adalah musisi-musisi lain yang memimpin pencapaian tersebut. 



Beyoncé mencetak rekor sebagai musisi wanita yang meraih kemenangan terbanyak dalam sejarah Grammy Awards. Namun, siapakah yang memegang rekor sebagai musisi dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah ajang penghargaan tersebut?

Pada perhelatan Grammy Awards kemarin, Beyoncé meraih kemenangan ke-28-nya dan menerima titel baru tersebut. Secara khusus, berbagai kemenangan yang diraihnya pada malam kemarin adalah Penampilan Rap Terbaik untuk remix Savage bersama Megan Thee Stallion, Penampilan R&B Terbaik untuk Black Parade, dan Music Video Terbaik untuk Brown Skin Girl.

“Pencapaian ini sangat luar biasa,” katanya tadi malam. “Saya telah bekerja sepanjang hidup saya, sejak usia sembilan tahun. Saya tidak dapat percaya bahwa hal ini terjadi. Malam ini sangatlah ajaib. Terima kasih banyak. Saya tahu bahwa putri saya sedang menonton (tayangan ini), dua putri dan putra saya, kalian semua dengan menonton ini.”

Bersamaan dengan berbagai kemenangannya kemarin, sang penyanyi berada di tingkatan yang setara dengan Quincy Jones, yang merupakan penerima penghargaan Grammy terbanyak kedua. Sementara itu, Georg Solti, mendiang konduktor asal Hungaria-Inggris, masih memegang rekor dengan jumlah kemenangan terbanyak, yaitu sebanyak 31 penghargaan.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai karier legendaris dari Quincy dan Georg.

Georg Solti: Memegang Rekor dengan 31 Penghargaan



Konduktor yang satu ini masih memegang rekor untuk penerima penghargaan Gramy terbanyak. Ia juga meraih penghargaan terbanyak di Grammy untuk kategori Classical Field.

Georg, yang merupakan keturunan Yahudi, pertama kali mendapatkan pengakuan di Eropa pada tahun 1930-an. Namun, ketika Nazi mulai mengancam keselamatannya, ia terpaksa melarikan diri ke Swiss. Selama periode waktu tersebut, ia memenuhi kebutuhan dirinya dengan bekerja sebagai pengiring piano.

Setelah perang berakhir, Georg diangkat sebagai direktur untuk Bavarian State Opera di Munich, Jerman. Pencapaian tersebut menandai awal kariernya yang panjang dan berpengaruh di dunia musik klasik.

Kemenangan Grammy pertamanya didapat pada tahun 1962, ketika dirinya memenangkan Rekaman Opera Terbaik untuk Verdi: Aida. Setelah itu, dirinya berhasil memenangkan 31 penghargaan dan mengantongi 74 nominasi. Penghargaan terakhirnya ia menangkan pada tahun 1997, yaitu dalam kategori Rekaman Opera Terbaik untuk Wagner: Die Meistersinger Von Nurnberg.

Ia pun meninggal dunia pada usia 84 tahun, tepatnya pada tahun 1997.


Quincy Jones: 28 Kemenangan, Setara dengan Beyoncé



Pria yang baru saja berulang tahun ke-88 ini telah mendapatkan sebanyak 28 kemenangan Grammy Awards dan menerima 80 nominasi sepanjang kariernya sebagai produser, penulis lagu, komposer, dan pengaransemen.

Pada tahun 1963, ia mendapatkan kemenangan pertamanya dalam kategori Aransemen Instrumental Terbaik berkat lagu I Can’t Stop Loving You. Sejak saat itu, ia terus memenangkan berbagai kategori bergengsi dalam ajang penghargaan tersebut. Beberapa di antaranya adalah Produser Terbaik, Album Terbaik, dan Lagu Terbaik. Pada tahun 1991, ia juga menjadi salah satu dari sedikit pihak yang dianugerahi Grammy Legend Award, sebuah laurel yang juga dianugerahkan kepada musisi berbakat lainnya, seperti Andrew Lloyd Webber, Aretha Franklin, Michael Jackson, dan Elton John.

(Penulis: Chelsey Sanchez; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih Bahasa: Fatimah Mardiyah; Foto: Courtesy of Bazaar US)