8 Hal yang Dipelajari Dari Dunia Fashion



Film The Devil Wears Prada kerap menjadi patokan bagaimana rupa dari industri fashion. Namun sebenarnya seperti apa wajah dari industri fashion bila dilihat oleh orang-orang yang berkecimpung di dalamnya? Berikut beberapa hal yang dipelajari oleh para fashion editor Harper's Bazaar Indonesia mengenai ranah mode hingga saat ini.

1. Fashion tidaklah selalu glamor.
Berbeda dengan foto-foto fashion week di majalah yang selalu tampak glossy dan glamor. Tapi dibalik semua tampilan menarik di majalah, sebagai editor kita tidak datang untuk tampil gaya, namun untuk bekerja, berkeliling dari backstage ke runway, lantas terburu-buru ke show selanjutnya.

2. Editor doesn't get the free stuff.
Berbeda dengan kebanyakan orang pikirkan, sebagai editor kami tidak mendapatkan produk-produk secara gratis. Namun kami memang banyak mendapatkan privilege untuk menjadi yang pertama melihat koleksi atau produk terbaru dari sebuah brand.

3. Street style isn't personal style.
Tampilan penuh gaya para pelaku street style yang bermunculan saat fashion week sebenarnya adalah upaya untuk menarik perhatian para fotografer yang siap mengabadikan siapapun yang tampil stand out.

4. Selalu tonjolkan personal style.
Yes, brand is always matter, tapi gaya pribadi jauh lebih dihargai. Anda tak perlu selalu menggunakan barang high brand dari atas kepala hingga ujung kaki. Padu padankan pakaian Anda dengan barang vintage atau street brand yang memang benar-benar sesuai dengan kepribadian Anda seutuhnya.

5. Fashion intern doesn't run in heels.
Sebagai seorang yang berstatus internship, Anda akan dan harus melakukan segala hal. Dari mulai meminjam barang untuk photoshoot hingga membelikan makanan dan minuman untuk para model dan fotografer. Jadi heels bukanlah pilihan sepatu yang tepat untuk bekerja sehari-hari.

6. Jam kerja yang tidak teratur.
Fashion berjalan 24 jam tanpa henti di berbagai belahan dunia. Karena itu para pekerja majalah fashion juga harus siap dengan jam kerja yang tidak teratur.

7. Makan sebelum datang ke show di fashion week adalah hal wajib.
Tidak seperti fashion show di Indonesia, peragaan busana penuh gaya di fashion week minim bahkan tanpa makanan. Karena itu mengisi perut sebelum mulai menonton show sangat disarankan.

8. Attitude is always matter.
Sikap yang baik akan selalu dihargai dimanapun Anda berada, termasuk dalam industri fashion. Bekerja dalam industri ini mengharuskan Anda berhubungan dengan banyak orang, karena itu sikap yang baik akan berguna untuk mempertahankan relasi dengan banyak orang. Sikap profesional tidak hanya pada klien, model, atau desainer namun harus ditunjukan pada busana yang Anda gunakan untuk pemotretan. Ingatlah bawa pakaian tersebut merupakan buah kreativitas dan kerja keras banyak orang, maka Anda harus memperlakukannya sebaik mungkin.

(Daniar Cikita. Foto: Dok. Bazaar)