Chanel Soroti Revolusi Dalam Dunia Horologi Melalui J12

Ikon uniseks dari Chanel ini terus menjadi standar baru sport watch modern sejak debutnya pada tahun 2000.

Courtesy of CHANEL


Banyaknya petualangan di lautan telah menginspirasi berbagai kisah sepanjang waktu. Namun satu hal yang tak pernah berubah: lautan akan selalu menjadi tantangan yang menguji keberanian dan ketangguhan. Dari semangat eksplorasi inilah lahir J12, jam tangan luxury pertama dari Chanel yang seluruhnya dibuat dari bahan keramik. Material dengan ketahanan luar biasa namun terasa begitu halus di kulit ini, menjadikan J12 sebuah inovasi yang merevolusi dunia watchmaking tanpa kehilangan pesona dan allure-nya, apa pun tantangannya. Diluncurkan pada tahun 2000, J12 kemudian menjelma menjadi salah satu jam tangan uniseks paling ikonik dari Chanel.

BACA JUGA: Koleksi Chanel Métiers d’art 2026 Show yang Mengambil Esensi Pertemuan di Kereta Bawah Tanah Kota New York

Courtesy of CHANEL

Cerita ini bermula pada 20 tahun lalu, tepatnya ketika Jacques Helleu, Artistic Director of the House for Watches saat itu memiliki visi untuk menciptakan sport watch versi Chanel. Terinspirasi dari racing yachts, J12 pertama kali hadir dalam warna hitam, warna yang seperti pernah dikatakan Mademoiselle Chanel, “black surpasses all.” Untuk mewujudkan tampilan monokrom yang sempurna, keramik menjadi satu-satunya pilihan material yang diandalkan. Seiring waktu, J12 juga hadir dalam warna putih dan biru, namun karakter kuatnya tetap berpijak pada kesederhanaan garis dan kekuatan materialnya.

Courtesy of CHANEL

Terlepas dari kelembutannya yang terasa seperti sutra, bahan keramik pada J12 disebut “stronger than steel”, bahkan tujuh kali lebih kuat dari baja. Material ini tahan terhadap panas, korosi, hingga goresan, serta melalui proses perapian di atas 1.300°C untuk mencapai ketahanan maksimalnya. Di manufaktur yang berlokasi di La Chaux-de-Fonds, Switzerland, J12 melewati serangkaian proses presisi mulai dari pigmentation unik, injection moulding, debinding, machining, polishing, hingga resistance test. Setiap tahap diawasi dengan cermat untuk memastikan kualitas keramik yang seragam dan sempurna.

Courtesy of Chanel

Jantung dari jam tangan J12 terletak pada calibre 12.1. self-winding manufacture movement yang dirakit di Kenissi yang juga dimiliki bersama oleh Chanel. Movement ini telah mengantongi sertifikasi chronometer dari COSC dan menawarkan power reserve hingga 70 jam, melampaui standar tradisional. Selain itu, J12 calibre 12.1 juga water-resistant hingga kedalaman 200 meter, memperkuat identitasnya sebagai sport watch sejati. Namun, kekuatan sejati calibre 12.1 terletak pada kelembutan presisinya. Ia menangkap energi pemakai dan mengalirkannya kembali dengan akurasi metronomik, membuktikan reliabilitasnya, hari demi hari.

Courtesy of CHANEL

Di desain oleh Arnaud Chanstaingt, Director of the Watch Creation Studio saat ini, rotor berbentuk lingkaran sempurna dirancang khusus sebagai penghormatan pada obsesi Chanel terhadap proporsi yang seimbang. Melalui sapphire crystal case back, keindahan mekanisme di bagian belakang sepenuhnya terekspos mewujudkan filosofi Chanel bahwa sisi belakang harus seindah sisi depan. Desain openwork pada oscillating weight memperlihatkan dinamika roda gigi yang hidup, sekaligus membentuk siluet lingkaran yang menjadi ciri khasnya. Sebuah keistimewaan yang terukir pada metal menjadi penutup yang subtil namun langsung dikenali.

Courtesy of CHANEL

“J12 lahir dari sebuah tindakan kreasi yang radikal. Tanpa kompromi atau izin, ia hadir bak revolusi, menantang pakem tradisional dunia horologi. Penciptaan yang tak terkekang ini benar-benar mengubah persepsi saya tentang jam tangan dan menjadi sumber inspirasi bagi saya. Lebih dari sekadar ikon, J12 adalah manifesto emansipasi dan keberanian: ia tahan terhadap segalanya, terutama tren,” ujar Arnaud Chanstaingt.

Courtesy of CHANEL

Untuk merayakan inovasi kehadiran J12, Chanel merilis kampanye bertajuk In The Greatest Strength Lies Softness. Video kampanyenya dibintangi oleh Gisele Bündchen dan Clément Chabernaud.

Created by Harper's Bazaar Indonesia for Chanel

BACA JUGA:

Mahakarya Chanel Dalam Sebuah Inovasi Audio

Menelusuri Era Baru dengan Debut Matthieu Blazy di Chanel Spring/Summer 2026

(Penulis: Alleia Anata; Edited by JM)