Ini Alasan Kenapa Telapak Tangan Berkeringat

Kondisi telapak tangan berkeringat sering terjadi pada banyak orang. Namun, apakah ini menjadi tanda Anda mengalami gangguan kesehatan serius?

Courtesy of Freepik


Telapak tangan berkeringat adalah kondisi yang cukup umum dan bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam situasi tertentu, seperti saat gugup, takut, atau kepanasan, keringat di telapak tangan adalah hal yang wajar. Namun, bagaimana jika telapak tangan sering berkeringat tanpa sebab yang jelas? Apakah ini tanda gangguan kesehatan tertentu? Bahkan, benarkah tangan berkeringat bisa menjadi gejala awal sakit jantung?

Secara medis, kondisi telapak tangan yang berkeringat berlebihan disebut hiperhidrosis palmaris. Tubuh manusia memiliki jutaan kelenjar keringat yang berfungsi mengatur suhu tubuh. Saat suhu meningkat atau tubuh mengalami stres, kelenjar ini akan menghasilkan keringat untuk membantu mendinginkan tubuh.

Namun pada sebagian orang, produksi keringat bisa terjadi secara berlebihan meskipun tidak dalam kondisi panas atau stres.

Berikut beberapa penyebab telapak tangan berkeringat:

1. Stres dan Kecemasan

Saat seseorang merasa gugup atau cemas, sistem saraf simpatik akan aktif. Respons ini dikenal sebagai “fight or flight response”. Akibatnya, detak jantung meningkat, napas menjadi cepat, dan keringat keluar lebih banyak, termasuk di telapak tangan.

Kondisi ini umum terjadi saat wawancara kerja, presentasi, bicara depan orang banyak, atau menghadapi situasi menegangkan.

2. Hiperhidrosis Primer

Hiperhidrosis primer adalah kondisi medis di mana seseorang mengalami keringat berlebih tanpa penyebab medis yang jelas. Biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak atau remaja dan sering terjadi di area tertentu seperti telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan aktivitas berlebihan sistem saraf.

3. Gangguan Hormon

Perubahan hormon, seperti saat kehamilan, menopause, atau gangguan tiroid, dapat memicu produksi keringat berlebih. Pada penderita hipertiroidisme, metabolisme tubuh meningkat sehingga tubuh lebih mudah berkeringat.

4. Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan telapak tangan berkeringat, seperti diabetes (terutama saat gula darah turun drastis), infeksi, gangguan saraf, dan penyakit jantung tertentu.

5. Efek Samping Obat

Beberapa obat, seperti antidepresan atau obat penurun demam, dapat meningkatkan produksi keringat sebagai efek samping.

Apakah Tangan Berkeringat Gejala Awal Sakit Jantung?

Pertanyaan ini sering muncul dan cukup menimbulkan kekhawatiran. Pada dasarnya, telapak tangan berkeringat bukanlah gejala utama atau khas dari sakit jantung. Namun, dalam kondisi tertentu, keringat berlebihan bisa menjadi bagian dari gejala serangan jantung.

Pada kasus serangan jantung, tubuh dapat mengeluarkan keringat dingin secara tiba-tiba yang disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Nyeri dada atau rasa tertekan di dada
  • Nyeri menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung
  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Pusing atau hampir pingsan

Sebagai contoh, serangan jantung atau myocardial infarction sering kali memicu respons stres ekstrem dalam tubuh. Sistem saraf simpatik aktif secara berlebihan, menyebabkan keringat dingin di seluruh tubuh, bukan hanya di telapak tangan.

Artinya, jika telapak tangan berkeringat tanpa disertai gejala lain, kemungkinan besar bukan tanda penyakit jantung. Namun, jika muncul bersama nyeri dada dan sesak napas, sebaiknya segera periksakan ke tenaga medis.

Pencegahan Telapak Tangan Berkeringat

Meskipun tidak semua kasus bisa dicegah, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko atau frekuensi telapak tangan berkeringat:

1. Mengelola Stres

Karena stres adalah salah satu pemicu utama timbulnya banyak penyakit, teknik relaksasi perlu dilatih sebagai koping sehari-hari terhadap stres. Teknik relaksasi yang dapat dilakukan antara lain meditasi, berlatih yoga, latihan pernapasan dalam, dan olahraga ringan seperti berjalan kaki 30-45 menit rutin setiap hari. Latihan-latihan ini dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi produksi keringat berlebih.

2. Menjaga Pola Makan

Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu keringat berlebih misalnya seperti makanan pedas, minuman mengandung kafein, dan alkohol. Selalu konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Jangan tunggu tubuh lapar untuk makan. Usahakan selalu makan tepat pada waktunya.

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Menjaga berat badan ideal melalui olahraga dan pola makan sehat dapat membantu.

Cara Mengatasi Telapak Tangan Berkeringat

Jika telapak tangan berkeringat sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Menggunakan Antiperspiran Medis

Antiperspiran dengan kandungan aluminium klorida dapat membantu menyumbat sementara saluran keringat. Biasanya digunakan pada malam hari agar bekerja lebih efektif.

2. Iontophoresis

Terapi ini menggunakan aliran listrik ringan melalui air untuk mengurangi aktivitas kelenjar keringat. Prosedur ini relatif aman dan sering digunakan untuk hiperhidrosis pada tangan dan kaki.

3. Suntik Botulinum Toxin

Suntikan botulinum toxin (Botoks) dapat menghambat sinyal saraf yang merangsang kelenjar keringat. Efeknya bisa bertahan beberapa bulan, tetapi perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dan dilakukan oleh tenaga medis profesional.

4. Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat antikolinergik untuk mengurangi produksi keringat, meskipun efek samping seperti mulut kering bisa terjadi.

5. Operasi (Simpatektomi)

Dalam kasus yang sangat parah dan tidak merespons terapi lain, prosedur operasi simpatektomi dapat dipertimbangkan. Operasi ini memotong atau menjepit saraf tertentu yang memicu produksi keringat berlebih. Namun, tindakan ini memiliki risiko dan biasanya menjadi pilihan terakhir.

6. Cara Alami

Beberapa cara alami yang dapat Anda coba di rumah, antara lain:

  • Merendam tangan dalam air teh (mengandung tanin yang membantu mengurangi keringat)
  • Menggunakan bedak khusus
  • Sering mencuci tangan dan mengeringkannya dengan baik
  • Menghindari sarung tangan terlalu lama jika tidak diperlukan

Kapan Harus ke Dokter?

Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika:

  • Telapak tangan berkeringat sangat berlebihan hingga mengganggu pekerjaan atau aktivitas sosial.
  • Keringat muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
  • Disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, atau pernah mengalami pingsan.
  • Terjadi bersamaan dengan penurunan berat badan drastis atau demam berkepanjangan.

Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi medis serius yang mendasari.

Telapak tangan berkeringat adalah kondisi yang umum dan sering kali tidak berbahaya. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari stres, hiperhidrosis primer, gangguan hormon, hingga kondisi medis tertentu.

Tangan berkeringat bukan gejala khas sakit jantung, tetapi jika disertai nyeri dada dan gejala lain yang mengarah pada serangan jantung, perlu segera ditangani secara medis.

Dengan mengelola stres, menjaga pola hidup sehat, dan menggunakan terapi yang tepat, kondisi telapak tangan berkeringat dapat dikendalikan dengan baik. Jika keluhan terus berlanjut atau semakin parah, konsultasi dengan tenaga medis adalah langkah terbaik untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Dengan pemahaman yang benar, Anda tidak perlu panik saat mengalami telapak tangan berkeringat namun yang terpenting adalah mengenali penyebabnya dan mengambil langkah yang sesuai.

(Edited by JM)