Bali Fashion Trend (BFT) lahir dari keinginan untuk memberi ruang tumbuh bagi desainer dan brand fashion lokal agar karya mereka bisa dikenal lebih luas. Terbuka untuk berbagai pelaku industri, BFT tak hanya menawarkan panggung untuk tampil, tetapi juga menekankan pentingnya fashion yang berkelanjutan dan sesuai dengan kode etik yang berlaku. Melalui penggunaan tekstil Indonesia buatan tangan dari para perajin lokal, acara ini turut menjaga warisan teknik tradisional sekaligus memberi dampak nyata bagi ekonomi setempat.
BACA JUGA: ISA Art Gallery Menunjukan Bagaimana Jadinya Ketika Manusia dan Mesin Berdialog
Lebih dari sekadar fashion show, BFT juga menyajikan workshop dan talksshow sehingga berfungsi sebagai ruang berkumpul bagi desainer, brand, pelaku industri tekstil, hingga berbagai pihak terkait untuk saling bertukar ide dan pengalaman. Di sinilah kolaborasi mulai terbangun dan peluang pasar baru terbuka, termasuk akses ke pembeli serta profesional internasional. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, BFT menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong perkembangan industri fashion Indonesia ke arah yang lebih kuat dan relevan secara global.
Berikut 10 tren yang dapat Anda temui dari agenda Bali Fashion Trend:
1. Artisan Texture
Pengembangan detail handmade seperti rajut, anyaman dan bordir manual dapat menambah kedalaman visual pada busana. Belajar dari perajin lokal, prosesnya yang mendetail serta penuh dengan kesabaran. Dapat menghasilkan permukaan 3D yang menjadi nilai plus secara estetika, teknik ini bukan hanya sekedar tekstur, tapi dapat menjadi elemen cerita yang memperkuat nilai craftsmanship pada busana itu sendiri.
2. Checked Form
Motif kotak klasik yang ditafsir ulang melalui permainan proporsi dan konstruksi tubuh manusia. Seni menyeimbangkan garis dan membuatnya tetap nyaman dilihat meski banyak potongan untuk menyambungkan setiap polanya. Serta pendekatan styling yang lebih kontemporer hingga membuat kesan heritage bergerak menuju ekspresi visual yang tegas, fleksibel, dan relevan dengan konteks zaman.
3. Denim Studio
Denim dapat dieksplorasi melalui permainan struktur, siluet, dan teknik konstruksi yang inovatif. Kesan kakunya seketika dapat terbias saat ditambahkan detail-detail menarik yang dapat mencuri perhatian sehingga menghadirkan tampilan yang lebih elevated dari material klasik ini. Lintas gaya yang dilakukan bisa menjadi ruang ekspresi kasual yang jarang orang miliki karena gaya ini merepresentasikan kebebasan bergerak.
4. Earth Spectrum
Palet warna yang memberikan kesan membumi seperti pasir, terracotta, olive, dan cokelat hangat menjadi penyeimbang visual yang menyenangkan di tengah keramaian warna lain. Dengan kehadiran nuansa natural ini dapat menambahkan kesan elegan yang tenang sehingga memengaruhi perasaan sang pemakai dan yang melihatnya. Dipadukan dengan detail bahan yang dikreasikan menambah efek bold pada warna natural ini.
5. Heritage Shift
Permainan kain wastra nusantara yang diterjemahkan dalam siluet modern melalui tekstur, skala motif, dan material yang eksperimental. Ini contoh nyata dari salah satu cara kekinian untuk melestarikan budaya yang ada, menggabungkan nuansa tradisional dengan kehidupan moden. Inovasi ini membentuk indentitas lokal yang relevan secara global dan tidak kaku untuk mengikuti tren tanpa menghilangkan jati diri dari tradisi itu sendiri.
6. Petal Play
Motif bunga dieksplorasi dalam skala besar agar ide yang dimiliki dapat terealisasi dengan baik sehingga menghadirkan visual yang kuat sekaligus ekspresif. Layering transparan memberi kesan ringan dan dinamis namun tenang seperti bagaimana bunga itu sendiri, sementara permainan warna bergerak dari nuansa lembut hingga bold. Keseluruhannya menciptakan tampilan yang segar, romantis, dan tetap modern dan staying true dengan cerita yang ingin disampaikan.
7. Pin Power
Brooch tampil sebagai elemen utama, dengan eksplorasi bahan yang dilakukan hingga mendapat kesan yang tepat untuk ditunjukkan. Hadir dalam ukuran besar dengan motif organik serta sentuhan etnik modern. Dipadupadankan dengan blazer, outer, hingga gaun, aksesori ini langsung memberi pernyataan visual yang kuat. Lebih dari sekadar pelengkap, brooch menjadi cara instan untuk menonjolkan karakter personal meski hanya detail kecil yang menempel pada pakaian.
8. Pure Haze
Putih murni memancarkan kesan bersih dan optimis, ini merupakan warna tunggal namun sangat mencolok. Warna ini memberi nuansa segar dan tajam cocok untuk siapa pun yang memakainya, sekaligus menjadi focal point yang terasa effortless. Keseluruhan tampilan pun terlihat ringan namun tetap kuat. Ini bentuk nyata dari manipulasi bahan serta konstruksi hingga mampu memberikan look yang on point.
9. Refine Shine
Sentuhan metalik hadir sebagai highlight yang baru, layaknya lampu disko di tengah kegelapan. Sengaja warna itu muncul pada detail kancing, bordir, belt, hingga sepatu agar hint ramai ini bersembunyi di tengah warna-warna netral. Kilau lembutnya memberi nuansa futuristis. Tanpa terasa berlebihan, sekaligus memperkaya keseluruhan tampilan dengan menyeimbangkan vibes dan warna yang digunakan.
10. Silent Flow
Permainan transparansi melalui organza, tulle, dan chiffon menjadi bahasa utama yang membangun dimensi visual koleksi ini tampak ringan, mengalir, namun tetap memiliki sisi sensual yang halus. Teknik layering tipis diterapkan dengan cermat untuk menciptakan ilusi gerak yang lembut, seolah kain mengikuti ritme tubuh tanpa terasa berlebihan. Keseluruhan siluet menghadirkan kesan modern yang tenang, feminin, dan elegan.
BACA JUGA:
Koleksi Teranyar Ari oleh Ari Seputra Melambangkan Harapan Baru
Era Soekamto Raih Penghargaan UNESCO Atas Dedikasi pada Budaya Nusantara
(Penulis: Kayra Himawan & Nadhifa Fatma; Foto: Courtesy of Bali Fashion Tren; Layout: Alyanda Khalesha)