Clash de Cartier, Pancaran Refleksi Aura Olivia Dean

Keberanian Cartier dalam menantang fleksibilitas, warna dan garis rancang yang adjustable pada perhiasan klasik.

Courtesy of Cartier


Koleksi Clash de Cartier merupakan wujud keberanian Cartier dalam menantang pakem perhiasan klasik sekaligus memperluas identitas estetiknya. Jika sebelumnya koleksi ini dikenal lewat bentuk geometris yang tegas dan struktur yang kuat, kini Cartier menghadirkan pendekatan baru melalui desain yang sepenuhnya fleksibel. Salah satu terobosan penting dalam koleksi ini adalah penggunaan yellow gold untuk pertama kalinya pada kalung dan gelang yang sebelumnya hanya tersedia dalam rose gold. Hasilnya adalah perhiasan yang tampil mencolok, berkarakter kuat, dan tetap elegan.

Clash de Cartier Necklace, flexible, extra-large model, yellow gold, onyx

Di balik tampilannya yang mewah, Clash de Cartier menyimpan keahlian teknis tingkat tinggi. Setiap perhiasan merupakan perpaduan dari dua bentuk keahlian utama. Pertama adalah lost-wax casting, teknik tradisional dalam pembuatan perhiasan yang telah digunakan selama berabad-abad. Kedua adalah pemesinan presisi tinggi, sebuah metode modern yang memungkinkan perakitan hingga 600 komponen kecil dengan tingkat akurasi luar biasa. Kombinasi dua keahlian ini menghasilkan struktur yang fleksibel, nyaman dipakai, dan tetap kokoh.

Courtesy of Cartier

Menariknya, setiap elemen dalam perhiasan ini saling terhubung namun tetap bebas bergerak. Mobilitas halus tersebut bahkan menghasilkan getaran kecil yang menciptakan suara lembut. Suara ini bukan kebetulan, melainkan telah diteliti dan dioptimalkan secara khusus selama proses pengembangan, menjadikan Clash de Cartier bukan hanya perhiasan visual, tetapi juga pengalaman sensorik.

Clash de Cartier ring, small model, white gold

Sebagai koleksi ikonik dengan ciri khas mesh bertabur stud, Clash de Cartier terus memperluas kreativitasnya. Penambahan batu berwarna seperti agate merah dan hijau, chalcedony merah muda, serta onyx memperkaya tampilan koleksi ini. Batu-batu tersebut disusun dalam bentuk manik keras yang dipadukan dengan rose gold stud, menegaskan volume arsitektural pada cincin, liontin, dan anting. Setiap manik disejajarkan dengan presisi hingga ke satuan milimeter, mengikuti standar ukuran dan gradasi warna yang ketat agar tercipta harmoni visual.

Clash de Cartier ring, extra-large model, yellow gold, onyx, Clash de Cartier bracelet, small model, rose gold, Clash de Cartier long necklace, flexible, small model, white gold, Clash de Cartier ring, small model, white gold, & Clash de Cartier bracelet, medium model, white gold

Proses pemasangan batu pun sangat kompleks. Manik-manik dibor lalu dikunci menggunakan paku clou de Paris, melalui kombinasi teknik mekanis dan penyesuaian manual. Karena kompleksitas ini, jumlah komponen pada versi batu berwarna menjadi dua kali lipat dibanding versi emas polos.

Clash de Cartier ring, rose gold, green dyed agate

Dalam versi extra-large, Clash de Cartier tampil lebih berani dengan ukuran yang lebih lebar dan stud onyx yang lebih menonjol. Koleksi ini mencakup gelang, kalung fleksibel dari emas kuning, serta cincin tiga jari yang mencuri perhatian. Sementara itu, anting Clash de Cartier tetap setia pada tradisi perhiasan adjustable khas Cartier, dengan dua garis fleksibel yang bisa dikenakan di depan dan belakang telinga atau hanya di bagian depan. Sejak awal abad ke-20, Cartier dikenal berani bereksperimen dengan kode perhiasan tradisional, sering kali terinspirasi oleh dunia industri. Warisan ini terlihat jelas dalam Clash de Cartier, di mana stud, paku, dan bentuk mekanis berpadu dengan kemewahan material. Hasilnya adalah sebuah “creative clash” yang menyatukan keindahan, teknik, dan keberanian desain dalam satu identitas perhiasan yang baru dan kuat.

Courtesy of Cartier

Berikut tanya jawab spesial dengan Olivia Dean tentang Clash de Cartier

Apa yang paling Anda sukai dari koleksi Clash de Cartier?
Yang paling saya suka adalah kesan playful-nya. Gerakan manik-maniknya memberi rasa yang unik saat disentuh. Desainnya berani tapi tidak berlebihan. Saya juga sangat suka koleksi terbarunya, ukurannya lebih bold dan ada sentuhan warna yang tidak terduga, jadi terasa segar dan menyenangkan saat dipakai.

Anda lebih tertarik pada Onyx, Pink Chalcedony, Red atau Green Agate, atau justru tampilan all-gold?
Saya suka perhiasan yang berwarna, tapi jujur saya paling sering memilih tampilan serba emas. Emas cocok dengan segalanya, terasa ikonik dan tak lekang oleh waktu.

Apa kenangan paling awal tentang perhiasan yang punya makna spesial untuk Anda?
Semua perempuan di keluarga saya punya gelang dengan emas dari Guyana. Saya memakainya setiap hari, dan aku punya yang serasi dengan ibu dan tante saya. Saya suka perasaan terhubung lewat perhiasan.

Bagaimana cara Anda menata perhiasan untuk sehari-hari atau acara spesial? Apakah ada perhiasan yang selalu Anda pakai? Kenapa?
Untuk sehari-hari, saya suka yang simpel, biasanya beberapa cincin atau anting kecil yang dilayer sesuai dengan gaya saya. Untuk acara yang lebih formal, saya pilih satu perhiasan yang lebih bold untuk mengangkat penampilan, tapi tetap terasa natural. Saya selalu memakai anting emas. Itu sudah jadi ciri khas saya, rasanya bisa menyatukan seluruh look.

Bagaimana rasanya bekerja dengan Maison legendaris seperti Cartier?
Rasanya sangat spesial. Cartier punya perpaduan luar biasa antara sejarah dan kreativitas, mereka menghormati tradisi tapi tetap modern. Saya suka karena mereka merayakan keunikan setiap individu. Rasanya benar-benar cocok, dan saya bangga bisa menjadi bagian darinya.

Bisa ceritakan sedikit tentang proyek kreatif yang sedang Anda kerjakan?
Saya baru saja merilis album keduaku berjudul The Art of Loving, dan aku tidak sabar untuk membawanya tur keliling dunia dan terhubung dengan banyak orang lewat musik.

Courtesy of Cartier

Keseluruhan foto: Courtesy of Cartier

BACA JUGA: Cartier Sambut Zoe Saldaña sebagai Brand Ambassador Terbaru

BACA JUGA: 7 Gelang Termahal di Dunia yang Tak Tergantikan