Belajar 5 Hal Lewat Rumah SukkhaCitta dan Rolex Perpetual Planet Initiatives

Bazaar berkesempatan melihat langsung proses di balik pembuatan lini pakaian SukkhaCitta yang menerapkan regenerative fashion



Rolex menguatkan pengaruhnya lebih dari sekadar sebuah jenama jam tangan high end. Filosofinya berkaitan dengan apresiasi terhadap prestasi insan. Selama hampir seabad, brand asal Swiss ini telah menyatakan komitmen dan dukungan jangka panjangnya kepada para pelopor di bidang sains, kesehatan, konservasi lahan dan laut dalam upaya menjaga masa depan bumi lewat program Rolex Perpetual Planet Initiatives.

Baca juga: Denica Riadini-Flesch Menerima 2023 Rolex Awards for Enterprise

Rolex Perpetual Planet Initatives dibentuk sejak 2019. Termasuk di dalamnya adalah Rolex Awards yang dianugerahkan kepada sejumlah individu berpengaruh di balik proyek-proyek inovatif di tiga fokus utama yakni laut, lanskap, serta sains, kesehatan, dan teknologi. Utamanya, Rolex Awards diberikan kepada mereka yang memiliki usaha atau proyek yang berpotensi memberikan manfaat secara global. Indonesia patut berbangga hati sebab Rolex memberikan apresiasi Rolex Awards di tahun 2023 kepada Denica Riadini-Flesch, pendiri lini fashion lokal SukkhaCitta yang mengusung praktik regenerative fashion dan farm-to-closet.

Denica Riadini-Flesch, Rolex Awards Laureate dan pendiri SukkhaCitta

SukkhaCitta adalah lini pakaian sekaligus social enterprise yang telah memberikan pengaruh bagi sejumlah kelompok masyarakat di Indonesia. Denica mendirikannya pada 2016 dilatari dengan kesadaran bahwa apa yang dibutuhkan oleh wanita di pelosok Indonesia bukanlah semata-mata soal membantu apa yang mereka butuhkan, tetapi pekerjaan yang adil. Melalui Sukkha Citta, Denica memberdayakan para ibu dengan melibatkan mereka untuk membuat pakaian dari hulu hingga dijual ke lebih dari 30 negara.

Bazaar berkesempatan untuk mendalami esensi semangat SukkhaCitta lewat kunjungan ke rumah SukkhaCitta yang berada di Jawa Tengah. Rumah SukkhaCitta merupakan ruang belajar sekaligus tempat produksi lini fashion jenamanya. Areanya tidak terlalu besar, cukup untuk menampung sekitar 10 ibu-ibu. Mereka menyambut ramah dengan canting di tangannya. Jemari mereka dengan luwes menggerakkan alat pembatik yang berisi lilin panas itu ke atas kain-kain yang nantinya dijadikan bahan dasar koleksi SukkhaCitta. Di dalamnya tidak ada sekat ruangan yang membatasi sehingga Anda bisa melihat kegiatan di dalamnya dengan leluasa dari pintunya.

Rumah SukkhaCitta yang berada di Jawa Tengah

Lewat kunjungan ke Rumah SukkhaCitta, Rolex ingin mengajak kita untuk melihat langsung upaya Rolex bersama SukkhaCitta dalam menghadapi isu lingkungan secara nyata. Kunjungan ini pun mengajarkan beberapa hal yang ingin kami bagikan untuk Anda

1. Regenerative Fashion mungkin dilakukan

Terinspirasi dari regenerative farming, regenerative fashion memaksimalkan produksinya dengan prinsip merevitalisasi ekosistem, tanpa merusak alam dengan menggunakan bahan yang sustainable. SukkhaCitta membudidayakan kapas sendiri yang nantinya diolah menjadi kain dasar koleksinya. Tidak sembarangan, penanaman kapas menggunakan teknik tumpang sari bersama dengan sekitar 23 jenis tanaman lain guna menjaga biodiversitas dan mengembalikan kesuburan tanah. Teknik budidayanya telah meregenerasi lebih dari 30 hektar lahan yang terdegradasi.

Kapas yang dipanen oleh para petani. Kapas ini ditanam dengan teknik tradisional, tumpang sari

SukkhaCitta juga menggunakan teknik pewarnaan alami menggunakan Strobilanthes Indigo yang ditanam di sekitar desa. Daun indigo yang telah dipanen sendiri nantinya akan difermentasi dengan air hujan dan diolah secara mandiri untuk dijadikan sweet indigo, pewarna alami dari tumbuhan yang tidak mengandung kimia dan tanpa limbah. Proses pewarnaan dilakukan dengan mencelupkan kain ke air indigo secara berkala hingga mendapatkan warna yang diinginkan. Teknik pewarnaan alami ini telah membantu mencegah potensi pencemaran tiga juta liter limbah ke ekosistem sungai.

2. Siklus sustainability bisa dipertahankan

Kepedulian SukkhaCitta tidak sebatas pada proses produksi yang memanfaatkan bahan dari alam dan berusaha mengurangi atau bahkan tidak menghasilkan limbah. Pasca produksi, SukkhaCitta memiliki program dan layanan untuk memperpanjang usia hidup produknya, yakni dengan memperbaiki pakaian pengguna yang rusak atau warnanya memudar. SukkhaCitta juga menerima pakaian yang sudah tidak dipakai, menganjurkannya untuk dikirimkan kembali ke pihak brand alih-alih membuangnya dan menciptakan limbah pakaian.

3. Apresiasi sebuah karya

Anugerah Rolex Awards tidak hanya menyoroti upaya Denica dalam menghasilkan sesuatu, tetapi juga upayanya untuk mempertahankan kearifan lokal Indonesia, dalam hal ini batik. Ia menghidupkan kembali seni melukis tradisional dan menorehkan cerita di atas kain ini lewat tangan-tangan terampil para ibu.

Selain itu, setelah memahami proses panjang di balik pembuatan satu potong pakaian mulai dari penananaman hingga tahap produksi, kita diajak untuk lebih mampu menghargai setiap detail dari apa yang kita kenakan. Pakaian bukan sekadar kain penutup badan, melainkan hasil kerja keras, kreativitas, dan dedikasi banyak pihak.

Para ibu yang membatik di Rumah SukkhaCitta. Bersama SukkhaCitta, seni batiik sebagai kearifan lokal dapat diteruskan

4. Pemberdayaan perempuan

Lewat SukkhaCitta, Denica telah membawa perubahan bagi sekitar 1.500 orang. Para ibu mengalami peningkatan pendapatan rata-rata sebanyak 60 persen. Bagi Denica, "Ketika Anda memberdayakan seorang perempuan, Anda tidak hanya membantu satu orang, Anda memastikan anak-anaknya mendapatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Ketika Anda memberdayakan seorang perempuan, Anda memungkinkannya untuk membantu seluruh komunitasnya."

Teknik batik dapat diaplikasikan di kain linen dan katun

5. Kontribusi keberlanjutan

Dengan dukungan dari Rolex, ia berencana untuk membangun lebih banyak sekolah kerajinan dan meluncurkan aplikasi berisi kurikulum digital SukkhaCitta yang memungkinan proyeknya menjangkau perempuan hingga ke komunitas terpencil di pelosok Indonesia. Denica juga menargetkan dapat memberi manfaat bagi 10.000 jiwa dan meregenerasi 1.000 hektar lahan yang semua diharapkan terwujud pada 2030.

Kain yang telah melalui proses pewarnaan di Rumah SukkhaCitta

Kunjungan ke Rumah SukkhaCitta di Ambarawa menjadi bukti komitmen nyata Rolex untuk individu-individu luar biasa, sekaligus membuka wawasan tentang kisah di balik pesona pakaian yang kita kenakan. Seperti apa yang diucapkan Denica, “Berada di sini membuat saya menyadari bahwa keputusan sederhana dari pakaian yang Anda kenakan terhubung dengan kehidupan banyak ibu-ibu yang kurang tersorot. Misi saya adalah mengupayakan bagaimana menciptakan pakaian yang dapat mengubah hidup mereka.”

BACA JUGA:

Rahasia Keindahan Nusa Penida Terungkap dalam Peran Penting Rolex

Warisan dan Kepemimpinan: Keegan Bradley dalam Perjalanannya Bersama Rolex

Foto: Courtesy of Rolex