Pameran “Chiharu Shiota: The Soul Trembles” di Museum MACAN untuk Destinasi Akhir Pekan Anda

Pameran ini mencakupi karya-karya Chiharu Shiota selama 30 tahun terakhirnya sebagai seniman.

Courtesy of Museum MACAN


Berkunjung ke museum seni bisa menjadi salah satu aktivitas yang dapat Anda lakukan di akhir pekan, terutama jika Anda sedang ingin menghabiskan waktu bersama orang kesayangan Anda. Museum MACAN menjadi opsi untuk para penikmat seni, karena museum tersebut dapat menawarkan pengalaman yang menarik.

BACA JUGA: Museum MACAN Bicarakan Tentang NFT Art, Apakah Hal Tersebut Menjadi Salah Satu Programnya?

Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara atau akrab dikenal dengan singkatannya, Museum MACAN, dengan bangga telah membuka pameran bertajuk “Chiharu Shiota: The Soul Trembles”. Sudah dibuka sejak bulan November lalu, pameran ini merupakan salah satu yang terbesar dan komprehensif oleh seniman Jepang ternama, yaitu Chiharu Shiota.

Berjudul The Soul Trembles, tur pameran global tersebut dimulai dan diselenggarakan oleh Mori Art Museum, Tokyo, dan telah berkeliling ke museum internasional, seperti Busan Museum of Art (Korea Selatan), Taipei Fine Arts Museum (Taiwan), Long Museum (Shanghai, Tiongkok), dan Queensland Art of Gallery | Gallery of Modern Art (Brisbane, Australia), sebelum akhirnya tiba di Museum MACAN, Jakarta, Indonesia.

Out of My Body (2019), Courtesy of Museum MACAN

Museum MACAN menjadi lokasi museum satu-satunya di Asia Tenggara untuk pameran seniman kelahiran 1972 tersebut. Seluruh area di museum ini diambil alih, dan akan mencakup sejumlah karya ikonis Chiharu Shiota. Karya-karya yang akan ditampilkan telah dikurasi oleh Direktur Mori Art Museum Tokyo, Mami Kataoka, yang berisi ratusan karya dari hampir 30 tahun praktik sang seniman sejak tahun 1990-an.

Pameran “The Soul Trembles” oleh Chiharu Shiota ini menampilkan berbagai macam karya sang perupa. Menggabungkan instalasi berskala besar, patung, video performance, fotografi, dan desain panggung, pameran ini terinspirasi dari pengalaman personal sang seniman yang mendalam.

Untuk karyanya, Chiharu mengeksplorasi gagasan identitas sosial dan budaya seperti etnisitas, kewarganegaraan, dan agama, serta tema-tema universal; dinding, jendela, batas-batas, kekosongan, dan eksistensi.

Connecting Small Memories (2019), Courtesy of Museum MACAN

Museum MACAN sudah siap mempersembahkan Anda dengan karya ikonis Chiharu, yang memberi bentuk pada kesadaran manusia dan pengalaman yang bersifat non-fisik seperti ingatan, pemikiran, ketakutan, mimpi, dan keheningan. Saat berkunjung, Anda akan diajak untuk berpikir sejenak selagi menikmati pameran tersebut.

In Silence (2002), Courtesy of Museum MACAN

Seri instalasi buatan Chiharu terkenal megah, terbuat dari benang berwarna merah dan hitam yang membentang ke segala penjuru ruangan. Para pengunjung dapat menjumpai objek-objek metaforis dan sugestif seperti tempat tidur, di mana sang seniman menghadirkan celah yang sempit antara mimpi dan realita, kehidupan, dan kematian; pakaian, yang bersifat dangkal dan hanya berfungsi untuk melapisi kulit; serta koper dan perahu yang menjadi simbol pergerakan dan ketidakpastian.

Accumulation - Searching for the Destination (2014), Courtesy of Museum MACAN

Pameran “Chiharu Shiota: The Soul Trembles” di Museum MACAN dibuka untuk publik dari tanggal 26 November 2022 sampai 30 April 2023.

BACA JUGA:
Siap-Siap! Sebentar Lagi Anda Dapat Kembali Berkunjung Ke Museum MACAN
Museum MACAN Akan Hadirkan Pameran Kolaboratif Present Continuous / Sekarang Seterusnya

(Penulis: Bella Nazelina; Foto: Courtesy of Museum MACAN)